Mahfudzot merupakan sehimpun kalimat hikmah yang bisa dijadikan motivasi dalam belajar dan memaknai kehidupan. Mahfudzot sendiri merupakan istilah yang berasal dari kata hafidza – yahfadzu – hifdzan yang artinya ‘menjaga’ atau ‘sesuatu yang terjaga’ atau dapat pula dimaknai sebagai ‘kalimat yang dihafal.’
Mahfudzot biasanya diajarkan di pesantren dan cukup jarang ditemui dalam pelajaran di sekolah umum maupun madrasah. Jadi, tidak heran masih banyak orang yang tidak mengenali makna mahfudzot ini.
Berikut ini Mahfudzot tentang ilmu dan adab, bagian 2:
العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
Al-‘ilmu bilaa ‘amalin kasy syajari bilaa tsamarin
Artinya:
Ilmu tanpa pengamalan bagaikan pohon tak berbuah.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Man Shabara Zhafira
Artinya:
Barang siapa yang bersabar, maka ia akan beruntung.
العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
Al-‘ilmu fish shighari kan naqsyi ‘alal hajari
Artinya:
Ilmu pengetahuan di waktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.
إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
Idzaa tammal ‘aqlu qallal kalaamu
Artinya:
Apabila akal seseorang telah sempurna, maka sedikitlah bicaranya.
مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Man ‘Adzuba Lisaanuhu Katsura Ikhwaanuhu
Artinya:
Barang siapa manis tutur katanya (perkataannya), banyaklah temannya.
فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
Fakkir qabla an ta’zima
Artinya:
Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).
قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
Qulil Haqqa walau kaana murran
Artinya:
Katakanlah yang benar itu, walaupun ia pahit.
تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
Ta’allaman shaghiiran wa’mal bihii kabiiran
Artinya:
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Khairunnaasi ahsanuhum khuluqan wa anfa’uhum lin naasi
Artinya:
Sebaik-baik manusia itu adalah yang paling baik budi pekertinya dan yang paling bermanfaat bagi manusia.
عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
‘Aduwwun ‘aaqilun khairun min shadiiqin jaahilin
Artinya:
Musuh yang pandai, lebih baik daripada teman yang bodoh.
(***)
Demikian 10 contoh mahfudzot, bagian 2. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.







