Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Materi Ajar Al-Qur’an-Hadits Semester 3 Kelas VIII: Hukum Bacaan Mad (1)

Materi Ajar Al-Qur'an-Hadits Semester 3 Kelas VIII: Hukum Bacaan Mad (1)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Memahami Mad Lazim, Macam dan Contohnya

BLOGGURU – Menurut bahasa, mad berarti panjang, sementara dalam menurut istilah Ilmu Tajwid, Mad berarti memanjangkan bacaan suatu huruf menurut aturan-aturan tertentu di dalam membaca Al-Qur’an.

Artinya hukum bacaan Mad adalah memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf-huruf mad atau lainnya (layyin) ketika bertemu dengan hamzah (ء) atau sukun (ه) karena adanya sebab. Huruf-huruf mad itu sendiri terdiri dari tiga huruf hijaiyah di antaranya adalah, alif (أ), wawu (و), dan ya’ (ي).

Untuk Materi pertama (Bab I) dari Mata Pelajaran Al-Qur’an-Hadits Kelas VIII (Kelas 2 SMP/MTs), diperkenalkan tiga macam Mad, yaitu Mad Iwad, Mad Layyin, dan Mad Arid Lisukun, pengertian dari ketiga Mad tersebut beserta Contoh-contohnya

a. Mad Iwad

Hukum bacaan disebut mad iwad apabila ada fathah tanwin pada huruf akhir kata yang diwaqafkan (dihentikan). Cara membaca mad iwad, yaitu dua harakat atau dua ketukan karena dihentikan maka tanwin tidak dibaca lagi.

Berikut ini beberapa contoh Mad Iwad dalam Al-Qur’an yang perlu dipahami

1. Qs. Al-Adiyat Ayat 1

وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ

wal-‘ādiyaati ḍab-ḥaa

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan ضَبْحًاۙ.

2. Qs. Al-Adiyat Ayat 2

فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ

fal-mụriyaati qad-ḥaa

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan قَدْحًاۙ.

3. Qs. Al-Adiyat ayat 3

فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ

fal-mugīrāti ṣub-ḥā

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan صُبْحًاۙ.

4. Qs. Al-Adiyat Ayat 4

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ

fa aṡarna bihī naq’ā

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan نَقْعًاۙ.

5. Qs. Al-Adiyat Ayat 5

فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ

fa wasaṭna bihī jam’aa

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan جَمْعًاۙ.

6. Qs. Al-Insyirah Ayat 5

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Fa inna ma’al usri yusraa

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan يُسْرًا.

7. Qs. An-Nasr Ayat 2

وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ في دِيْنِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

Wa ra’aitan-naasa yadkhulūna fī dīnillāhi afwaaja

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan أَفْوَاجًا.

8. Qs. An-Nasr Ayat 3

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا

Fasabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfirh, innahuu kāna tawwaabaa.

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan كَانَ تَوَّابًا.

9. Qs. Al-Balad Ayat 6

يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ

Yaqụlu ahlaktu mālal lubadaa

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan لُّبَدًا.

10. Qs. Al-Ahzab Ayat 3

وَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلً

Wa tawakkal ‘alallāh, wa kafā billaahi wakīlaa

Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan وَكِيْلًا.

b. Mad Layyin

Mad layyin adalah hukum bacaan tajwid yang terjadi ketika ada wau (ﻭ) sukun atau ya (ﻱ) sukun yang didahului dengan huruf berharakat fatah dan setelahnya terdapat huruf hidup yang dibaca wakaf (berhenti). Umumnya, mad layyin terletak di akhir kalimat, tetapi juga bisa di tengah kalimat ketika wakaf secara terpaksa.

Secara bahasa, mad artinya panjang dan layyin artinya lunak. Dengan demikian, cara membaca mad layyin adalah dengan dibaca lunak dan halus serta dipanjangkan 2, 4, atau 6 harakat.

Contoh-contoh Mad Layyin

1. Surah Al-Baqarah Ayat 3

 

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ

Allaziina yu’minuuna bilghaibi wa yuqiimuunas salaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun

Artinya:

“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”

2. Qs.  Al-Baqarah Ayat 6

اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ‏

 

Innal laziina kafaruu sawaaa’un ‘alaihim ‘a-anzar tahum am lam tunzirhum laa yu’minuun

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”

3. Qs. Ar-Rahman Ayat 17

رَبُّ الۡمَشۡرِقَيۡنِ وَ رَبُّ الۡمَغۡرِبَيۡنِ‌ۚ

Rabbul mashriqayni wa Rabbul maghribayni

Artinya:

“Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.”

4. Qs. Al-Jumuah Ayat 9

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نُوۡدِىَ لِلصَّلٰوةِ مِنۡ يَّوۡمِ الۡجُمُعَةِ فَاسۡعَوۡا اِلٰى ذِكۡرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الۡبَيۡعَ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

 

Yaaa ayyuhal laziina aamanuu izaa nuudiya lis-Salaati miny yawmil Jumu’ati fas’aw ilaa zikril laahi wa zarul bai’; zaalikum khayrul lakum in kuntum ta’lamuun

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada Hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

5. Qs. Al-Balad Ayat 8

اَلَمۡ نَجۡعَلۡ لَّهٗ عَيۡنَيۡنِۙ‏

Alam naj’al lahuu ‘aynayn

Artinya:

“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata.”

6. Qs. Al Balad Ayat 9

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيۡنِۙ

Wa lisaananw wa shafatayn

Artinya:

“dan lidah dan sepasang bibir?”

7. Qs. Al-Quraisy Ayat 1

لِاِيۡلٰفِ قُرَيۡشٍۙ

Li-ilaafi quraish

Artinya: “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.”

8. Qs. Al-Quraisy Ayat 2

اٖلٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيۡفِ‌ۚ

Elaafihim rihlatash shitaa-i wass saif

Artinya:

“(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.”

9. Qs. Al-Quraisy Ayat 3

فَلۡيَـعۡبُدُوۡا رَبَّ هٰذَا الۡبَيۡتِۙ‏

Fal y’abudu rabba haazal-bait

Artinya:

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah).”

10. Qs. Al-Quraisy Ayat 4

 

الَّذِىۡۤ اَطۡعَمَهُمۡ مِّنۡ جُوۡعٍ ۙ وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ خَوۡفٍ

Allazi at’amahum min ju’inw-wa-aamana hum min khawf

Artinya:

“Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.”

c. Mad Arid Lisukun

Mad arid lissukun adalah hukum tajwid yang memanjangkan bacaan karena huruf mad bertemu dengan huruf berharakat dengan tanda wakaf (berhenti) di akhir ayat. Adapun huruf berharakat yang menjadi syarat mad arid lissukun di antaranya huruf dengan tanda baca (harakat) fathah, dammah, kasrah, fathah tanwin, kasrah tanwin, atau dammah tanwin. Namun jika tidak diwakaf, maka cara bacanya tetap mad asli atau mad thabi’i.

Dengan demikian, hukum bacaan mad arid lissukun membuat huruf hidup dalam satu kalimat dibaca mati karena terdapat tanda wakaf. Ada tiga cara membaca mad arid lissukun, yaitu: Tul (panjang), dibaca 3 alif atau 6 harakat, Tawassut (panjang), dibaca 2 alif atau harakat, dan Qasar (pendek), dibaca 1 alif atau 2 harakat

Kitab Hidayatus Shibyan menjelaskan hukum bacaan Mad Arid Lisukun:

 

وَاِنْ يَكُنُ قَدْ عَرَضَ السُّكُوْنُ *** وَقْفًا فَعَارِضٌ كَنَسْتَعِيْنُ

Artinya:

“Apabila terdapat huruf mad yang huruf setelahnya itu mati dan matinya bersifat baru karena wakaf, disebut mad aridh.”

Contoh Mad Arid Lissukun beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Qur’an

1. Qs. Al-Baqarah Ayat 2

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Dzālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn

Alasannya: Huruf mad (ي) bertemu dengan nun berharakat fatah.

2. Qs. Al-Baqarah Ayat 3

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

Allażīna yu`minụna bil-ghaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

Alasannya: Huruf mad (و) bertemu dengan nun berharakat fatah.

3. Qs. Al-Baqarah Ayat 196

شَدِيدُ الْعِقَابِ

syadiidul iqaab

Alasannya: Huruf mad (أ) bertemu dengan ba berharakat kasrah.

4.  Qs. Al-Baqarah Ayat 104

عَذَابٌ أَلِيمٌ

‘ażābun alīm

Alasannya: Huruf mad (ي) bertemu dengan mim berharakat damah tanwin.

5. Qs. Ali Imran Ayat 16

ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Allażīna yaqụlụna rabbanā innanā āmannā fagfir lanā żunụbanā wa qinā ‘ażāban-nār

Alasannya: Huruf mad (أ) bertemu dengan ra berharakat kasrah.

6. Qs. An-Naml Ayat 81

فَهُمْ مُسْلِمُونَ

fa hum muslimụn

Alasannya: Huruf mad (و) bertemu dengan nun berharakat fatah.

7. Qs. Al-Fatihah Ayat 2

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

Alasannya: Huruf mad (ي) bertemu dengan nun berharakat fatah.

8. Qs. Al-Fatihah Ayat 3

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

Ar-raḥmānir-raḥīm

Alasannya: Huruf mad (ي) bertemu dengan mim berharakat kasrah.

9. Qs. Al-Fiil Ayat 2

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ

A lam yaj’al kaidahum fī taḍhlīl

Alasannya: Huruf mad (ي) bertemu dengan lam berharakat kasrah tanwin.

10. Qs. Al-Fil Ayat 3

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ

Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl

Alasannya: Huruf mad (ي) bertemu dengan lam berharakat fatah.

11. Qs. Al-Qariah Ayat 4

يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ

Yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ

Alasannya: huruf mad (و) bertemu dengan sa berharakat kasrah.

12. Qs. Al-Qariah Ayat 5

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ

Wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy

Alasannya: huruf mad (و) bertemu dengan syin berharakat kasrah.

***

Demikianlah penjelasan singkat tentang Hukum Bacaan Mad (1), sebagai materi pertama (Bab I) dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an-Hadits Semester 3 Kelas VIII. Hukum Bacaan Mad (1) ini membahas tentang pengertian dan contoh-contoh dari Mad Iwad, Mad Layyin, dan Mad Arid Lisukun.

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Pengantar Mengakrabi Nahwu
Oleh : Immim pangkep

Pengantar Mengakrabi Nahwu

0 Komentar

KELUAR