Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengenal Kitab Fikih “Safinatun Naja”

Mengenal Kitab Fikih "Safinatun Naja"

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Syekh Zarnuji dan Kitab Ta’lim al-Muta’allim

BLOGGURU – Kitab Safinatun Najah atau lengkapnya Safinatun Najah Fiima Yajibu ‘ala Abdi li Maulah adalah sebuah kitab yang membahas mengenai Dasar-dasar ilmu fiqih menurut mazhab Syafi’i.  Arti dari nama kitab ini  adalah Perahu Keselamatan dalam Mempelajari Kewajiban Seorang Hamba kepada Tuhannya’.

Kitab karya Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al Hadhrami ini meringkas hukum-hukum fiqih dalam Islam secara padat dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Itulah sebabnya Kitab Syafinatun Najah ini diperuntukkan bagi pemula yang ingin belajar tentang ilmu fiqih, termasuk para santri di tingkatan Ula’ (Ibtidaiyah) Pondok Pesantren.

Meskipun terbilang ringkas, namun Kitab Safinatun Najah ini telah mencakup berbagai macam Dasar-dasar ilmu fiqih atau bagi yang menguasainya dapat dikatakan telah memahami konsepsi dasar tentang Syariat Islam (Dasar-dasar Hukum Islam).

Kitab Matan Syafinatun Najah. (foto: ist/*)

Kitab Matan Syafinatun Najah. (foto: ist/*)

Pada bagian pertama kitab Safinatun Najah, dijelaskan mengenai dasar Aqidah Islam yang meliputi rukun iman, rukun Islam, dan syahadat. Juga diuraikan mengenai Ciri-ciri orang yang telah dewasa dan Perkara Bersuci (Thaharah). Juga dijelaskan tentang Wudhu dan mengenai air yang terbebas dari najis yang dapat digunakan untuk bersuci.

Pembahasan selanjutnya perihal mandi wajib, fardhu mandi, syarat sah wudhu, dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Lalu, dijelaskan juga soal apa yang diharamkan bagi orang yang tengah berhadas, soal tayamum terkait sebab-sebab dan syarat-syaratnya, pembahasan shalat, pengurusan jenazah serta zakat.

Pada bagian akhir, Syekh Salim bin Abdullah menerangkan perihal puasa dan hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti syarat puasa, rukun puasa, dan lain-lain. Sebenarnya Syekh Salim bin Abdullah hanya menulis sampai pembahasan zakat, sedangkan yang menambah pembahasan puasa adalah Nawawi Al-Jawi, penulis “Kasyifah al-Saja”, syarah dari Safinatun Najah. Selain Kasyifah al-Saja, kitab Ghayah al-Muna juga merupakan syarah Safinatun Najah dan menambahkan pembahasan tentang Haji.

Lihat pula: Mukaddimah Ta’lim Muta’allim

Beberapa syarah kitab Safinah yang dibuat oleh para ulama antara lain sebagai berikut:

  • Kitab Kasyifun Saja ala Safinatin Naja karya Syeikh Nawawi Banten
  • Kitab Durrotu Tsaminah Hasyiyah ala Safinah karya Syikeh Ahmad bin Muhammadal-Hadrawi
  • Kitab Naikur Raja Syarah Safinah Naja karya Sayyid al-Habib Ahmad bin Umar Asy-Syatiri.
  • Kitab Nasiimul Hayah Syarah Safinall Najah karya Syekh Al-Faqih Al-Qodhi Abdullah bin Awad bin Mubarok Bukair.
  • Kitab Innarotut Duja Bitanwiril Hija Syarah Safinah Naja karya Syekh Muhammad bin Ali bin Husein Al-Maliki.

Demikian yang dapat sedikit penulis uraikan. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR