
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Salah satu kunci sukses untuk meraih keberkahan Bulan Ramadhan adalah menjaga Shalat Fardhu dan Shalat-shalat sunnah. Ibadah Shalat Fardhu’ merupakan tiang agama, salah satu pilar penting dalam ajaran Agama Islam yang terdiri dari 5 perkara. Salah satunya adalah sholat, hukum melaksanakannya Wajib. Tidak ada tawar menawar soal Ibadah Shalat ini. Perintah untuk melakukan sholat 5 waktu telah disampaikan dalam Al Quran bahwa Shalat Fardhu’ telah ditentukan waktunya untuk Oang-orang yang beriman (Qs. An Nisa: 103).
Ibadah Shalat yang paling utama dari Shalat Fardhu adalah shalat di awal waktu, demikianlah seharusnya kita bermohon kekuatan dan kesehatan agar senantiasa dimudahkan dalam melaksanakan shalat fardhu lima waktu di awal waktu, sedangkan untuk shalat-shalat sunnah yang patut dijaga juga, apalagi di Bulan Ramadhan, segala ibadah, kebaikan, dan amaliah Ramadhan dilipatgandakan pahalanya, antara lain:
Shalat sunnah ini memang hanya ditujukan bagi yang rajin mengunjungi masjid. Pahala dari salat sunnah ini bisa dijadikan penyemangat, agar saat bulan Ramadan bisa lebih rajin datang ke masjid untuk beribadah. Boleh juga dilaksanakan sebelum melaksanakan salat Tarawih di masjid. Salat ini dilaksanakan dengan 2 rakaat sebelum duduk di masjid tersebut.
Shalat sunnah ini bisa dilaksanakan sebelum dan sesudah salat wajib. Salat Qabliyah dilakukan sebelum sholat wajib sedangkan salat Ba’diyah dilaksanakan setelah shalat fardhu’. Pada setiap waktu salat memiliki rakaat dan aturan salat Qabliyah dan salat Ba’diyahnya masing-masing. Manfaat salat ini juga mampu digunakan untuk membangun rumah atau istana di Surga. Untuk pelaksanaan shalat qabliyah dan ba’diyah, dilakukan sendiri-sendiri dan tidak boleh berjemaah. Shalat sunnah Qabliyah dzuhur 4 rakaat dilakukan sebelum salat zuhur dengan cara dua kali salam, yaitu sekali salat dua rakaat. Hal ini berdasar pada tindakan Rasulullah SAW yang selalu melaksanakan dan jarang sekali meninggalkannya. Hal ini dijadikan sebagai petunjuk bagi umatnya bahwa empat rakaat sebelum dan sesudah zuhur hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang dianjurkan sekali.
Shalat duha ini memang dianjurkan sekali saat bulan Ramadan. Hal ini disebabkan karena berkah yang luar biasa akan didapatkan melalui salat Duha. Salat ini bisa dilaksanakan setelah matahari terbit menjelang salat Zuhur. Salat ini bisa dilakukan di mana saja. Seperti di kantor, sekolah, rumah sakit, stasiun, terminal, dan masih banyak lagi. Rakaat minimalnya juga hanya 2 rakaat saja. Manfaat dari salat Duha ini bisa digunakan untuk membangun rumah di surga, dan bahkan pahalanya setara dengan pahala ibadah Umrah.
Shalat tarawih ini memang salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan karena hanya bisa dilakukan pada malam bulan Ramadan saja. Rakaat paling sedikit salat tarawih ini 2 rakaat dengan 1 rakaat salat witir. Pahala yang didapat juga akan semakin berlipat jika dilaksanakan dengan berjemaah. Walaupun salat tarawih juga boleh dilakukan di rumah. Bisa sendiri atau juga berjemaah. Manfaatnya pun ada banyak sekali, termasuk mengampuni dosa diri sendiri, mengampuni dosa orang tua, pahala yang sama dengan pahala ibadah Nabi Muhammad SAW dan masih banyak lagi.
Shalat sunnah ini biasa dilaksanakan di tengah malam setelah bangun tidur dan sebelum subuh. Tidak hanya saat bulan Ramadan, tetapi salat ini juga sangat dianjurkan dilaksanakan setiap malam. Namun saat bulan Ramadan salat sunnah ini sangat efektif dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena bertepatan dengan waktu sebelum menyantap makan sahur, dengan minimal 2 rakaat saja, dan tidak dilakukan dengan berjemaah. Namun tetap pastikan sebelum melaksanakan salat, harus sudah tidur terlebih dahulu walaupun hanya sebentar.
Shalat Tahajud ini sangat bermanfaat untuk menghindarkan dari berbagai bencana, keringanan hisab, jaminan masuk surga, menenangkan pikiran, menjaga kesehatan, mengangkat derajat, menyinari wajah, serta bisa mengabulkan doa dan permintaan.
Salah satu salat sunnah yang sangat baik dilakukan saat bulan Ramadan. Salat ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan setelah salat Tarawih tanpa berjemaah. Namun sebenarnya boleh dilaksanakan pada siang hari atau malam hari. Jika dilakukan pada siang hari, salat Tasbih ini dilakukan 4 rakaat dengan sekali salam. Sedangkan jika dilaksanakan saat malam hari, dengan dua kali salam.
Shalat Tasbih ini dilakukan dengan membaca kalimat “Subhanallahu wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar” sebanyak 300 kali dalam 4 rakaat, yaitu dilakukan 75 kali tasbih setiap rakaatnya. Tata caranya sama dengan shalat sunnah lainnya. Namun yang membedakan adalah bacaan Tasbih yang dilantunkan setiap melakukan gerakan sholat. Shalat sunnah tasbih dimaksudkan sebagai penambah timbangan amal saat perhitungan di hari akhir, menjadi penghapus dosa, penghindar kesedihan dan penyakit berat.
Sesuai dengan namanya, salat Taubat ini memang ditujukan untuk memohon sebenar-benarnya ampunan kepada Allah SWT. Dianjurkan untuk dilaksanakan saat bulan Ramadan karena bulan ini tepat dibuka selebar-lebarnya ampunan. Salat Taubat ini disarankan untuk dilaksanakan pada malam hari setelah salat Tarawih. Hal ini ditujukan agar bisa mendapatkan waktu yang lebih khusyuk dan tenang. Bahkan, salat sunnah ini akan membuat seseorang seolah lahir kembali layaknya seorang bayi tanpa dosa.
Salat sunnah ini memang ditujukan untuk sebuah permintaan. Dianjurkan untuk dilaksanakan saat bulan Ramadan karena bagi Orang-orang yang berpuasa, segala macam doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sehingga dengan dilaksanakannya salat sunnah hajat ini, kita berharap Allah SWT mengabulkan segala doa dan permohonan hambanya. Shalat sunnah Hajat ini boleh dilaksanakan pada siang atau malam hari dengan tujuan untuk mengambulkan permintaan dan juga mengusir kesulitan dalam mencapai tujuan atau permintaan tertentu.
Demikianlah pentingnyanya menjaga shalat fardhu dan shalat-shalat sunnah di Bulan Ramadhan. mari menjaga dan merawat ibadah shalat tersebut dan selalu bermohon kesehatan dan kekuatan kepada Allah SWT akan dimudahkan dalam melaksanakannya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.