Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Pembelajaran Kutub Turots dan Pengijazahannya

Pembelajaran Kutub Turots dan Pengijazahannya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU –  Pendidikan kepesantrenan identik dengan kitab kuning atau lazim juga disebut sebagai “kitab gundul”. Disebut kitab kuning karena warna kertasnya adalah kuning atau kekuningan, sedang disebut kitab gundul karena ditulis dalam Bahasa Arab tanpa baris/harakat.

Kitab kuning banyak sekali jumlah dan macamnya di Pesantren. Kesemuanya menjadi bahan pembelajaran bagi santri/santriwati dalam memahami khazanah keilmuan islam, dari Ilmu Tauhid, Pelajaran Bahasa Arab, Nahwu Shorof, Ilmu Fikih, ‘Ulumul Qur’an, Ilmu Hadits, Aqidah-Akhlak, Ilmu Tafsir, dan lain-lain.

Di Pondok Pesantren, khususnya Pesantren Salaf, maka keberadaan kitab kuning sangat penting dan menjadi rujukan utama. Menariknya karena kitab kuning yang diajarkan tersebut telah berumur ratusan tahun dan tetap terjaga keasliannya.

Santriwati Mengikuti Pengajian Kitab di Mesjid

Santriwati Mengikuti Pengajian Kitab di Mesjid

Beberapa Kitab Kuning yang wajib dipelajari tersebut ialah:

  • Kitab Al-Ajurumiyah, salah satu kitab dasar yang mempelajari ilmu nahwu. Tidak mungkin bisa membaca kitab kuning tanpa belajar Kitab Jurumiyah. Tingkatan berikutnya setelah menguasai Kitab Jurumiyah ialah Imrithi, Mutamimah, dan yang paling tinggi adalah Alfiyah.
  • Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah, salah satu kitab dasar dalam belajar Ilmu Shorof. Jika ilmu nahwa adalah bapaknya, maka shorof adalah ibunya. Nahwu-Shorof adalah dua ilmu yang saling melengkapi, sebagai satu kesatuan yang harus dijaga penguasaannya dan tak terpisahkan.
  • Kitab Mushtholah Al-hadits, kitab yang mempelajari ilmu seluk beluk Ilmu Hadits. Mulai dari macam-macam hadits, kriteria hadits, syarat orang yang berhak meriwayatkan hadits dan lain-lain yang dapat dijadikan bukti kevalidan suatu matan hadits.
  • Kitab Arba’in Nawawi, salah satu kitab dasar dalam menspesifikasikan kedudukan hadits.  Kitab Arba’in Nawawi yang ditulis Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murri Al Nizami An-Nawawi ini berisi 42 matan hadits. Kitab karya An-Nawawi lainnya antara lain Riyadhus Sholihin, Al-Adzkar, Minhajut Tholibin, Syarh Muslim, dan lain-lain.
  • Kitab At-Taqrib Fiqh,  merupakan referensi dasar dalam belajar Ilmu Fikih.  Kitab Taqrib yang ditulis Al-Qodhi Abu Syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Ashfahaniy adalah kitab dasar, rujukan diatasnya adalah Kitab Fathul Qorib, Tausyaikh, Fathul Mu’in, dan semuanya itu syarah atau penjelasan dari At-Taqrib.
  • Kitab Aqidatul Awam, adalah kitab dasar Aqidah karya Syaikh Ahmad Marzuqi Al-Maliki ini berisi 57 bait nadzom.
  • Kitab Ta’limul Muta’alim, kitab dasar tentang akhlak dan adab para penuntut ilmu ini ditulis oleh Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji. Setiap awal proses belajar di pesantren sesuai adatnya pasti mempelajari kitab ini ataupun kitab lain yang sejenis, seperti kitab Adabul ‘alim wal Muta’alim karya Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari.

Apa dan Bagaimana Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren, silakan simak ulasan di link berikut:

Apa itu Kitab Syarh, Matan, dan Hasyiah?

Kitab Kuning yang Wajib Dipelajari Santri dan Ustadz

Mengenal Kitab Alfiah Ibnu Malik 

Wallahu ‘alam bish-shawab.

 

Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M., Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Obat Hati
Oleh : Immim pangkep

Obat Hati

0 Komentar

KELUAR