
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Rekomendasi Field Trip Untuk Pembelajaran Sejarah Sulawesi Selatan
BLOGGURU – Berikut ini rancangan Rute dan Tujuan Pelaksanaan Study Comparative (Stukom) Keliling Sulawesi Selatan selama sepekan (7 hari) bagi Pelajar/Santri ataupun bagi komunitas remaja/organisasi kepemudaan. Destinasi dipilih berdasarkan aspek kebermanfaatan kunjungan untuk menambah wawasan dan pengalaman pendidikan, kepesantrenan, sejarah budaya serta wisata alam.
Pemilihan destinasti tersebut sekaitan dengan materi-materi pelajaran IPA, Geografi, Sejarah, Seni Budaya dan Kepesantrenan dan Tema Besar yang Bisa Diangkat: (1) Menelusuri Jejak Peradaban Sulawesi Selatan. (2) Belajar dari Alam, Budaya, dan Pesantren. (3) “Siri’, Pacce, dan Peradaban Bugis-Makassar”. (4) Study Comparative Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel.
Hari 1: Pangkep → Maros → Makassar
Fokus: Geopark, arkeologi, sejarah prasejarah, pendidikan kota
Pilihan Destinasi:
1. Museum Daerah Maros. Lihat disini:
2. Taman Arkeologi Leang-Leang, Tujuan: Melihat lukisan telapak tangan manusia prasejarah, Belajar arkeologi dan peradaban awal Sulawesi, serta Diskusi sejarah budaya Austronesia. Lihat disini: Mengenal Taman Arkeologi Leang-Leang Maros
3. Rammang-Rammang, Tujuan: Melihat Kawasan karst terbesar ketiga di dunia dan Edukasi ekowisata dan konservasi. Lihat disini: Pesona Karst dan Wisata Sungai di Rammang-rammang
Destinasi Tambahan di Maros (Jika Waktu Memungkinkan): Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung
4. Benteng Rotterdam, Tujuan: Mempelajari Sejarah Kerajaan Gowa dan kolonialisme Belanda dan Mempelajari Sejarah Budaya Sulsel di Museum Museum La Galigo
5. Pondok Pesantren IMMIM Putra
6. Kampus Universitas Hasanuddin
Malam: Diskusi refleksi sejarah dan budaya Bugis-Makassar dan Menginap di Salah satu Hotel di Makassar.
Lihat pula: Santri Putri IMMIM Studi Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa
Hari 2: Makassar → Gowa → Takalar
Fokus: Islamisasi Sulawesi Selatan dan kerajaan-kerajaan lokal
Pilihan Destinasi:
1. Museum Kota Makassar. Lihat disini: Menengok Koleksi Museum Kota Makassar
2. Museum AL (Naval Museum)
3. Vihara Ibu Agung Bahari. Lihat disini: Ada Apa di Vihara Ibu Agung Bahari?
4. Museum Balla Lompoa, Pusat sejarah Kesultanan Gowa
5. Masjid Katangka, Salah satu masjid tertua Sulawesi Selatan
6. Benteng Somba Opu, Melihat Miniatur rumah adat Sulawesi Selatan dan Edukasi budaya daerah.
7. Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin
Destinasi Tambahan (Jika Waktu Memungkinkan): Malino, Air terjun dan dataran tinggi Malino.
Malam: Menginap di Gowa/Takalar
Hari 3: Takalar → Jeneponto → Bantaeng → Bulukumba
Fokus: Budaya pesisir dan maritim Bugis-Makassar
Pilihan Destinasi:
1. Pantai Marina
2. Pantai Bira, Wisata bahari Sulawesi Selatan
3. Tana Beru, Melihat Pembuatan kapal Pinisi dan Memahami Filosofi pelaut Bugis serta Teknologi maritim tradisional Nusantara
4. Pondok Pesantren DDI Mangkoso Cabang Bulukumba
Malam: Menginap di Bulukumba
Hari 4: Bulukumba → Sinjai → Bone
Fokus: Kerajaan Bone dan intelektual Bugis
Pilihan Destinasi:
1. Museum Lapawawoi, Mempelajari Sejarah Kerajaan Bone
2. Kompleks Makam Raja Bone
3. Masjid Tua Al-Mujahidin
4. Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Seminar Mini: “Nilai Siri’, Pacce, dan Pendidikan Karakter Bugis”
Malam: Menginap di Watampone, Bone.
Hari 5: Bone → Soppeng → Wajo
Fokus: Tradisi Bugis dan pendidikan masyarakat
Pilihan Destinasi:
1. Permandian Air Panas Lejja
2. Rumah Adat Sao Mario
3. Danau Tempe, Melihat Budaya nelayan dan rumah terapung
4. Pondok Pesantren As’adiyah, salah satu pesantren tertua dan berpengaruh di Sulsel
Malam: Menginap di Sengkang/Wajo
Hari 6: Wajo → Sidrap → Enrekang → Tana Toraja
Fokus: Pegunungan, pertanian, dan budaya Toraja
Pilihan Destinasi:
1. Monumen Ganggawa
2. Gunung Nona
3. Kete Kesu, Melihat Rumah tongkonan dan situs budaya dunia, Mempelajari Filosofi Tongkonan dan Sistem sosial masyarakat Toraja.
Malam: Menginap di salah satu Hotel di Rantepao.
Hari 7: Tana Toraja → Parepare → Barru → Pangkep
Fokus: Tokoh nasional, kepemimpinan, dan refleksi perjalanan
Pilihan Destinasi:
1. Museum BJ Habibie, Melihat Inspirasi pendidikan dan teknologi Indonesia
2. Pantai Lumpue
3. Pantai Ujung Batu
Penutupan: Refleksi perjalanan, Presentasi kelompok peserta, dan Dokumentasi dan penyerahan sertifikat
Kembali ke Kabupaten Pangkep.
Rekomendasi Konsep Kegiatan: Selama perjalanan, kegiatan bisa dipadukan dengan: Comparative study pendidikan pesantren, Bedah budaya lokal Sulawesi Selatan, Pelatihan kepemimpinan, Penelitian mini sejarah lokal, Dokumentasi video budaya, Pentas seni dan sastra daerah, dan Bimbingan Penulisan jurnal perjalanan
Estimasi Teknis:
Kendaraan: Bus pariwisata 30–40 seat, Durasi Perjalanan Total ± 1.400–1.700 km, Waktu Ideal: Libur semester atau setelah ujian sekolah.
Barang Penting: Jaket, Obat pribadi, Buku catatan observasi, Kamera/dokumentasi, Alas kaki (Sendal dan Sepatu) yang nyaman.
Demikian catatan singkat mengenai rute dan destinasi Stukom Keliling Sulsel selama sepekan ini, serta hal-hal yang teknis yang perlu dipersiapkan. Sebagai sebuah rancangan kegiatan, penetapan rute dan destinasi yang telah dituliskan ini bersifat pleksibel, menyesuaikan kondisi perjalanan, tempat tujuan serta kesiapan rombongan Stukom diterima. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 7 Mei 2026
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.