Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Matn al-Waraqat (Ushul Fiqh): 14 – Akhbar (الأخبار)

Terjemah Matn al-Waraqat (Ushul Fiqh): 14 – Akhbar (الأخبار)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Berikut ini Hal-hal terkait Akhbar (الأخبار) sebagaimana termaktub dalam Kitab Ushul Fiqh Matn al-Waraqat.

 

وَأما الْأَخْبَار فَالْخَبَر مَا يدْخلهُ الصدْق وَالْكذب

 

Artinya:

Dan adapun khabar maka khabar adalah perkara yang mungkin benar dan salah

 

وَالْخَبَر يَنْقَسِم إِلَى قسمَيْنِ آحَاد ومتواتر

 

Artinya:

Dan khabar terbagi menjadi dua bagian: ahad dan mutawatir

 

فالمتواتر مَا يُوجب الْعلم وَهُوَ أَن يرْوى جمَاعَة لَا يَقع التواطؤ على الْكَذِب من مثلهم إِلَى أَن يَنْتَهِي إِلَى الْمخبر عَنهُ وَيكون فِي الأَصْل عَن مُشَاهدَة أَو سَماع لَا عَن اجْتِهَاد

 

Artinya:

Mutawatir adalah khabar yang menetapkan ilmu, mutawtir harus diriwayatkan oleh kelompok yang kesepakatan berdusta tidak mungkin terjadi dari mereka, sampai pada orang yang di khabari, dan mutawatir pada asalnya dari pengelihatan atau pendengaran, tidak dari ijtihad

 

والآحاد هُوَ الَّذِي يُوجب الْعَمَل وَلَا يُوجب الْعلم

 

Artinya:

Dan ahad adalah khabar yang menetapkan perbuatan dan tidak menetapkan pengetahuan

 

وينقسم إِلَى مُرْسل ومسند

 

Artinya:

Dan terbagi menjadi mursal dan musnad

فَالْمُسْنَدُ مَا اتَّصل إِسْنَاده والمرسل مَا لم يتَّصل إِسْنَاده

Artinya:

Musnad adalah khabar yang sambung sanadnya, mursal adalah yang tidak sambung sanadnya

 

فَإِن كَانَ من مَرَاسِيل غير الصَّحَابَة فَلَيْسَ ذَلِك حجَّة إِلَّا مَرَاسِيل سعيد بن الْمسيب فَإِنَّهَا فتشت فَوجدت مسانيد عَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم

 

Artinya:

Jika mursal itu termasuk mursal selain shahabat maka hal tersebut bukan hujjah, kecuali mursal said bin musaayyab , maka sesungguhnya musnadnya itu diteliti dan ditemukan  sambung dari nabi SAW

 

والعنعنة تدخل على الْأَسَانِيد

 

Artinya:

Dan khabar an’anah masuk dalam musnad

 

وَإِذا قَرَأَ الشَّيْخ يجوز للراوي أَن يَقُول حَدثنِي أَو أَخْبرنِي

 

Artinya:

Dan jika guru membaca maka boleh bagi rowi mengatakan haddasani atau akhbaroni

 

وَإِذا قَرَأَ هُوَ على الشَّيْخ فَيَقُول أَخْبرنِي وَلَا يَقُول حَدثنِي

 

Artinya:

Dan jika ia membaca terhadap guru maka ia mengucapkan akhbaroni, dan tidak haddasani

 

وَإِن أجَازه الشَّيْخ من غير قِرَاءَة فَيَقُول أجازني أَو أَخْبرنِي إجَازَة

 

Artinya:

Dan jika seorang guru memberinya ijazah tanpa membaca maka ia mengucapkan ajazani atau akhbaroni ijazatan. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Fikih/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Menjadi Ahlul Qur'an
Oleh : Immim pangkep

Menjadi Ahlul Qur’an

Hukum Bacaan Mim Mati
Oleh : Immim pangkep

Hukum Bacaan Mim Mati

0 Komentar

KELUAR