Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Teks dan Terjemah Maulid Barzanji (2)

Teks dan Terjemah Maulid Barzanji (2)

BLOGGURU – Berikut ini teks dan terjemahan Kitab Barzanji:

 

وبَعْدُ؛ فَأَقُوْلُ هُوَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَاسْمُهُ شَيْبَةُ الْحَمْدِ حُمِدَتْ خِصَالُهُ السَّنِيَّةْ

 

Setelah itu aku berkata: Dia adalah junjungan kita, Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdil Mutholib. Dan Namanya adalah Syaibatul Hamdi. Perilaku-perilakunya yang luhur itu terpuji

 

إِبْنِ هَاشِمٍ وَاسْمُهُ عَمْرٌو بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ وَاسْمُهُ الْمُغِيْرَةُ الَّذِيْ يَنْتَمِي اْلإِرْتِقَاءُ لِعُلْيَاهْ

 

Ia putra Hasyim, dan namanya adalah ‘Amr putra Abdi Manaf dan namanya adalah Mughirah, yang keluhuran itu dicitrakan kepadanya karena kemuliaan nasabnya

 

` إِبْنِ قُصَيٍّ وَاسْمُهُ مُجَمِّعٌ سُمِّيَ بِقُصَيٍّ لِتَقَاصِيْهِ فِيْ بِلاَدِ قُضَاعَةَ الْقَصِيَّةْ

 

putra Qushay, dan namaya adalah Mujammi’. Disebut Qushaiy karena menjauhnya ke negeri Qudha‘ah yang jauh.

 

إِلَى أَنْ أَعَادَهُ اللهُ تَعَالَى إِلَى الْحَرَمِ الْمُحْتَرَمِ فَحَمَى حِمَاهْ

 

Sampai Allah Ta‘ala mengembalikannya ke tanah haram yang terhormat, lalu Dia memelihara batasnaya

 

` إبْنِ كِلاَبٍ وَاسْمُهُ حَكِيْمُ ابْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرٍ وَاسْمُهُ قُرَيْشٌ وَإِلَيْهِ تُنْسَبُ الْبُطُوْنُ الْقُرَشِيَّةْ

 

Ia putra Kilab, dan namanya adalah hakim putra Murrah putra Ka‘ab putra Luayy putra gholib purta Fihr dan namanya adalah Quraisy. Dan kepadanya dinasabkan semua suku Quraisy

 

وَمَا فَوْقَهُ كِنَانِيٌّ كَمَا جَنَحَ إِلَيْهِ الْكَثِيْرُ وَارْتَضَاهْ

 

Orang yang di atasnya adalah dari Kabilah Kinanah, sebagaimana pendapat banyak orang

 

` إِبْنِ مَالِكِ ابْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ إِلْيَاسَ وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ إِلَى الرِّحَابِ الْحَرَمِيَّةْ

 

Putra Malik putra Nadhr putra Kinanah putra Khuzaimah putra Mudrikah, putra Ilyas. Dan Ilyas ini adalah orang pertama yang mengorbankan unta ke tanah haram

 

وَسُمِعَ فِيْ صُلْبِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ اللهَ تَعَالَى وَلَبَّاهْ

 

Dan di tulang punggungnya, terdengar Nabi SAW menyebut dan memenuhi panggilan Allah Ta‘ala

 

` إِبْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ وَهٰذَا سِلْكٌ نَظَّمَتْ فَرَائِدَهُ بَنَانُ السُّنَّةِ السَّنِيَّةْ

 

Putra Mudhar bin Nizar bin Ma‘ad bin Adnan. Inilah kalung yang butiran-butiran mutiaranya terangkai oleh sunnah yang tinggi.

 

وَرَفْعُهُ إِلَى الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ أَمْسَكَ عَنْهُ الشَّارِعُ وَأَبَاهْ

 

dan menaikkan adnan sampai kepada Al-Khalil Ibrahim, Syari menahan dan enggan

 

وَعَدْنَانُ بِلاَ رَيْبٍ عِنْدَ ذَوِي الْعُلُوْمِ النَّسَبِيَّةْ

 

Dan tidak diragukan lagi, menurut orang-orang yang memiliki ilmu nasab, nasab Adnan

 

إِلَى الذَّبِيْحِ إِسْمَاعِيْلَ نِسْبَتُهُ وَمُنْتَمَاهْ

 

sampai kepada orang yang akan disembelih, yakni Ismail.

 

` فَأَعْظِمْ بِهِ مِنْ عِقْدٍ تَأَلَّقَتْ كَوَاكِبُهُ الدُّرِّيَّةْ

 

Alangkah agungnya nasab itu dari untaian per- mata yang bintangnya gemerlap

 

وَكَيْفَ لاَ وَالسَّيِّدُ اْلأَكْرَمُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسِطَتُهُ الْمُنْتَقَاهْ

 

Bagaimana tidak, sedangkan tuan yang paling mulia (Nabi Muhammad SAW) adalah pusatnya yang terpilih

 

نَسَبٌ تَحْسَبُ الْعُلاَ بِحَلاَهْ ۞ قَلَّدَتْهَا نُجُوْمَهَا الْجَوْزَاءُ

 

Itulah nasab yang diyakini ketinggiannya karena kebersihannya. Bintang Jauza telah merangkai bintang-bintangnya.

 

حَـبَّذَا عِقْدُ سُؤْدَدٍ وَفَخَارٍ ۞ أَنْتَ فِيْهِ الْيَتِيْمَةُ الْعَصْمَاءُ

 

Alangkah indahnya untaian kesempurnaan dan ke-megahan, sedangkan engkau padanya merupakan permata tunggal yang terpelihara.

 

وَأَكْرِمْ بِهِ مِنْ نَسَبٍ طَهَّرَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ سِفَاحِ الْجَاهِلِيَّةْ

 

sungguh mulia nasab yang Allah sucikan dari zina orang jahiyah

 

أَوْرَدَ الزَّيْنُ الْعِرَاقِيُّ وَارِدَهُ فِيْ مَوْرِدِهِ الْهَنِيِّ وَرَوَاهْ

 

Imam Zain Al Iraqi meriwayatka di kitab mauridul hani

 

حَفِظَ اْلإِلـٰهُ كَرَامَةً لِمُحَـمَّدِ ۞ آبَاءَهُ اْلأَمْجَادَ صَوْنًا ِلاسْمِهِ

 

Tuhan menjaga untuk memuliakan Muhammad ayah-ayahnya, karena menjaga namanya

 

تَرَكُوا السِّفَاحَ فَلَمْ يُصِبْهُمْ عَارُهُ ۞ مِنْ آدَمٍ وَإِلَى أَبِيْهِ وَأُمِّــهِ

 

mereka meninggalkan zina, maka mereka tidak melakukan kejelekan zina, dari Adam sampai ayahnya dan ibunya

 

سَرَاةٌ سَرَى نُوْرُ النُّبُوَّةِ فِيْ أَسَارِيْرِ غُرَرِهِمُ الْبَهِيَّةْ

 

sebuah kebahagiaan, cahaya kenabian melewati cahaya kasur mereka yang cantik

 

وَبَدَرَ بَدْرُهُ فِيْ جَبِيْنِ جَدِّهِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَابْنِهِ عَبْدِ اللهْ

 

dan purnama beliau tergesa-gesa di kening kekek beliau yaitu Abdul Mutholib dan anaknya yaitu Abdullah. (*)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Jenis-jenis Sanad
Oleh : Immim pangkep

Jenis-jenis Sanad

0 Komentar

KELUAR