
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Apa itu Qasidah Banat Su’ad? Qasidah Banat Su’ad merupakan lantunan syair-syair Ka’ab bin Zuhair kepada Rasulullah Saw ketika ia masuk Islam. Ka’ab bin Zuhair salah seorang tokoh Makkah yang dahulunya suka menghina Nabi Muhammad SAW dan ia semakin membenci Rasulullah SAW ketika mengetahui kakaknya, Bujair bin Zuhair Ra masuk Islam.
Lalu Bujair bin Zuhair Ra meminta kepada adiknya Ka’ab bin Zuhair untuk bertaubat dan minta maaf kepada Rasulullah SAW, tapi justru Ka’ab bin Zuhair menolaknya dan meminta perlindungan kepada kabilah-kabilah Arab untuk melindunginya. Namun kabilah arab tersebut tidak mau menolong Ka’ab bin Zuhair, lalu ia mendatang Abu Bakar Ra untuk menjadi penengah dirinya dengan Rasulullah SAW.
Di hadapan Nabi Muhammad Saw akhirnya Ka’ab bin Zuhair menyatakan dirinya masuk Islam. Kemudian di hadapan Rasulullah Saw ia melantunkan syair pertamanya:
Artinya:
“Su’ad berpisah jauh sekali, maka hatiku hari ini sedih, sakit karena cinta. Lemah lunglai tak mampu lepas dari ketertawanan dan belenggu.”
Menyaksikan pertaubahan Ka’ab bin Zuhair dan selesainya pembacaan syairnya, lalu Rasulullah Saw membuka burdah atau jubahnya, lalu memberikannya kepada Ka’ab bin Zuhair. Itulah sebabnya syair Ka’ab bin Zuhair selain dikenal dengan nama Qasidah Banat Su’ad, juga dikenal dengan nama Qasidah al-burdah Ka’ab bin Zuhair
Syair Ka’ab bin Zuhair yang dibacakan di hadapan Rasulullah SAW dikategorikan sebagai puisi pra Islam yang masih dipengaruhi masa jahiliyah dan juga termasuk puisi klasik arab. Struktur bahasa puisi arab klasik yang paling menonjol yakni tidak adanya judul sebagai pengikat makna, ada beberapa tema mayor atau isi puisi yang terangkai secara spontan. Begitu pula Qasidah Banat Su’ad dengan gaya bahasanya yang bersajak akhir (qafiyah) terdiri dari satu baris dibagi dua persajakan.
* * *
Berikut ini teks lengkap Qasidah Banat Su’ad – 6 berikut terjemahnya:
Artinya:
51) Di lembahnya masih ada saudara yang bisa dipercaya senjata berlumur darah dan pakaian yang dikenakan
52) Sesungguhnya Rasul itu adalah cahaya menunjuki ke cahaya yang haqq bagai pedang India dari pedang Allah yang terhunus
53) Pada jamaah Quraisy yang di antara mereka berkata di Makkah ketika mereka masuk Islam, mereka beralih dan berpindah
54) Mereka yang dilemahkan, tapi tidak bisa diserang ketika bertemu mereka tidak pandai naik kendaraan dan tidak bersenjata
55) Ada tanda-tanda keagungan, pakaian-pakaian mereka adalah pakaian dari baju perang Daud dalam peperangan sebagai baju perang.
56) Tampak panjang saling masuk bertumpuk dia memiliki perkebunan seakan-akan dia itu perkebunan qof’a yang di tata rapi
57) Mereka tidaklah gembira jika panah mereka mengenai sasaran suatu kaum dan mereka tidaklah terkejut jika mereka dikenai
58) Mereka berjalan seperti unta putih yang melindungi mereka jika Sudah melancarkan serangan sekilas
59) Tikaman hanya mengenai leher mereka dan mereka tidaklah menangguhkan dari medan perang
Demikianlah teks arab dan terjemah Qasidah Banat Su’ad. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.