
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Berikut ini terjemah Nadzom Alfiah Ibnu Malik tentang Isim Alam, bait ke-106-
الْمُعَرَّفُ بِأَدَاةِ الْتَّعْرِيْفِ
Isim yang di ma’rifah-kan (yang ditentukan) oleh perangkat ma’rifat
AL MA’RIFAT
أل (AL atau Alif dan Lam) adalah Huruf pe-ma’rifat, atau cukup katakan Lam-nya saja. Maka lafazh نمط yang kamu ma’rifatkan, ucapkanlah! dalam lafazh tersebut menjadi النمط.
PENGGUNAAN AL ZAIDAH LAZIM
Terkadang أل (AL) ditambahi sebagai AL Zaidah yang Lazim (AL tambahan yang pasti/pembawaan, dinamakan AL zaidah karena tidak berfungsi mema’rifatkan) seperti lafazh الَّلاتِ (Isim Alam/nama berhala di Makkah), الآنَ (Zharaf Zaman/masa waktu), الَّذِيْنَ dan الَّلاتِ (semua Isim Maushul yang berawalan أل/AL).
PENGGUNAAN AL ZAIDAH GHAIR LAZIM DARURAH
Dan terkadang أل (AL) ditambahi karena Darurat Syi’ir (termasuk AL Zaidah bukan Lazim) seperti lafazh بَنَاتِ الأوْبَرِ dan lafazh طِبْتَ الْنَّفْسَ يَا قَيْسُ الْسَّرِي
PENGGUNAAN AL ZAIDAH GHAIR LAZIM MELIRIK MA’NA ASAL
Sebagian isim-isim Alam juga dimasuki oleh أل (termasuk AL Zaidah bukan Lazim) untuk melirik pada makna asal, yang mana Isim Alam tsb sungguh telah dinukil darinya (yakni: makna lafazh asal sebelum dijadikan isim Alam/Alami Manqul).
Seperti contoh الفَضْلُ (Alami Manqul dari Isim Masdar), الحَارِثَ (Alami Manqul dari Isim Sifat) dan النُعْمَانُ (Alami Manqul dari Isim Jenis). Maka penyebutan AL ini, atau membuangnya sama saja (tidak mempengaruhi kema’rifatan Isim Alam)
PENGGUNAAN AL LIL GHALABAH DAN MUDHAF LIL GHALABAH
Dan terkadang menjadi Alami bil Ghalabah (khusus nama tertentu karena mengalahkan nama-nama lain yg serupa) yaitu Isim Mudhaf (Mudhaf lil Ghalabah, contoh Ibnu Abbas tertentu kepada Abdullah bin Abbas paman Rosulullah) dan Isim yang diberi AL (AL lil Ghalabah) seperti contoh Al-‘Aqabah (menjadi khusus nama jalan digunung Mina)
Dan wajiblah bagimu membuang Al Ghalabah ini, apabila kamu menjadikan ia (Alami bil Ghalabah) munada atau mudhaf. Terkadang juga Al Ghalabah ini dibuang pada selain keduanya (munada atau mudhaf).
Demikian, semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-showab. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.