
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Segala Sesuatu ada Hakikat dan Buktinya
BLOGGURU – Ibnu Rajab al-Hambali Rahimahullah berkata:
“Ketahuilah bahwa bulan kalian (Bulan Ramadhan) terus berkurang, maka tambahlah frekuensi amalan kalian.” (Lathoiful Ma’arif 262)
Dulu kita rindu dengan Ramadhan. Enam bulan kita berdoa, enam bulan kita meminta, enam bulan pula kita berharap. Agar Ramadhan segera datang. Kesempatan kita beramal, kesempatan kita meraup untung sebesar-besarnya
Saat Ramadhan datang. Kemalasan pun datang. Ramadhan dianggap biasa. Sama dengan bulan yang lainnya. Tilawah Al-Qur’an dibaca jika luang, sedekah ditunaikan jika hati masih lapang, dan beberapa kebaikan lainnya terlewat dengan sengaja
Dan kini, bulan yang barokah itu sisa beberapa hari lagi. Ia akan meninggalkan kita. Kita tak lagi bisa bersua dengannya. Jika Allah masih memberi kita usia panjang, masih sempat bertemu lagi di tahun mendatang—maka kita telah beruntung
Seperti biasa. Penyesalan pasti ada di akhir perjalanan. Namun sesal tak membuat semuanya akan baik-baik saja. Sesal hanya justru melalaikan kita dari kebaikan. Yang benar adalah, jauh sebelum Ramadhan datang, tancapkan dihati setiap target-target Ramadhan. Agar ketika berada di dalamnya kita bisa mengikhtiarkan segalanya.
Yuk rutinkan sedekah di 10 malam terakhir Ramadhan! Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar dengan bisa mengisi hari-hari terakhir kami di bulan Ramadhan dengan amalan sholih.
Berikut ini beberapa Link Tulisan di Palontaraq.id tentang Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan, semoga dapat diambil pelajaran dan hikmahnya:
Kurang dari 48 Jam Menuju Partai Final
Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan
Pesan Syeikh Maher jelang 10 Malam Terakhir Ramadhan
Hikmah Ramadan: Menyikapi Detik-detik Akhir Ramadan
Infak, Sedekah, dan Zakat di Bulan Ramadhan
Menjemput Berkah “Lailatul Qadr”
Menyingkap Rahasia Do’a Lailatul Qadar
Tadabbur Al-Qur’an sebelum Berpisah dengan Ramadan
Lima Ayat Al-Quran yang patut Direnungi sebelum Berpisah dengan Ramadan
Do’a Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan
Ramadan berlalu, Ketaatan menetap!
Siapa yang Merugi di Bulan Ramadan?
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)