
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Apa isi dari kitab Al-Hikam? Kitab Al-Hikam adalah sebuah kitab yang diperuntukkan bagi para pejalan (sâlik), buah karya Syekh Ibnu Atha’illah atau Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari, seorang tokoh Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia dan di Indonesia. Kitab Al-Hikam berisi panduan lanjut bagi setiap pejalan untuk menempuh perjalanan spiritual. AlHikam berisi berbagai terminologi suluk yang ketat, yang merujuk pada berbagai istilah dalam AlQur’an.
Bagaimana cara Syekh Ibnu Athaillah menguraikan panduan spriritual dalam Kitab al-Hikamnya, berikut ini penggalan terjemah dari Kitab al-Hikam.
di antara tanda percaya pada amal adalah kurangnya harapan ketika adanya kesalahan
harapanmu untuk tajrid (tanpa mencari sebab) saat menepatan Allah kepadamu pada sebab termasuk syahwat yang samar, dan harapanmu untuk sebab saat penempatan Allah padamu di tajrid adalah turun dari cita cita yang tinggi
harapan harapan yang cepat tidak akan melewati pagar qodar (kepastian allah)
istirahatkan dirimu dari mengurus, karena sesuatu yang sudah dilaksanakan oleh selainmu kamu tidak akan bisa melaksanakan untuk dirimu.
kesungguhan kamu terhadap sesuatu yang ditanggung untukmu, dan menyia nyiakanmu terhadap perkara yang dituntut darimu, adalah sebuah bukti atas padamnya mata hatimu.
janganlah keterlambatan buah pemberian saat rintihan dalam doa menyebabkan putusasamu, karena ia menjamin ijabah untukmu di perkara yang Ia pilih, tidak di yang kamu pilih, dan di waktu yang ia kehendaki tidak di waktu yang kamu kehendaki.
jangan meragukanmu tentang janji, tidak jadinya yang dijanjikan, walaupun sudah jelas waktunya, agar hal tersebut tidak menjadi perusak mata hatimu
jika Allah membuka suatu arah perkenalan, maka jangan memperdulikanya, jika amalmu sedikit, karean ia tidak membukakanmu kecuali ia menginginkan berkenalan denganmu, apakah kamu tidak mengetahui ialah yang mendatang kan kepadamu, dan amal adalah yang kamu hadiakan kepadanya, dan di mana yang kamu hadiakan kepadanya di banding yang ia dtangkan kepadamu.
jenis-jenis amal bermacam macam karena macam-macamnya keadaan-keadaan yang datang
amal amal adalah patung yang berdiri, dan ruhnya adalah adanya rahasia ikhlas di dalamnya
kuburlah dirimu di tanah kesepian, karena sesuatu yang tidak dipendam maka tidak akan sempurna hasilnya
tidak manfaat terhadap hati sesuatu yang seperti uzlah, dengan uzlah hati masuk di lapangan fikiran
bagaimana hati bisa bersinar sedangkan bentuk dunia tercetak di cermin nya
atau bagaimana ia bisa berangkat kepada Allah sedangkan ia terikat dengan syahwatnya
atau bagaimana ia berharap masuk ke hadirat Allah sedangkan ia belum bersuci dari jinabat lupanya
atau bagaimana ia berharap faham detailan rahasia-rahasia, sedangkan ia belum taubat dari kelupaan
Semua alam itu gelap, yang meneranginga adalah adanya al Haqq dalamnya, barang siapa melihat alam dan tidak melihat al Haqq dalamnya, atau sampingnya, atau sebelumnya, atau setelahnya, maka ia telah di lemahkan adanya cahaya, dan menghalanginya adanya cahaya pengetahuan dengan awan bekas.
Di antara yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah SWT adalah menghalangimu darinya dengan sesuatu yang tidak wajib bersamaNya
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal ia yang menjelaskan segala sesuatu
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal ia jelas dengan segala sesuatu
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal ia jelas dalam segala sesuatu
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal ia jelas terhadap segala sesuatu
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal ia jelas sebelum segala sesuatu
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal ia lebih jelas dari pada segala sesuatu
bagaimana sesuatu dapat menghalangi- Nya, padahal tanpaNya tidak akan ada segala sesuatu
Aduh heran, bagaimana bisa jelas wujud dalam kesirnaan, atau bagaimana tetap perkara yang baru bersama seorang yang ia memiliki sifat saat dahulu. (*)