Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1 (9): Sopan Santun terhadap Tetangga

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1 (9): Sopan Santun terhadap Tetangga

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 1 yang diperuntukkan bagi Anak Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

Ayah dan ibumu menyukai tetangga – tetangga mereka. Keduanya suka agar engkau menyukai mereka pula, karena mereka membantu kedua orang tuamu pada waktu ada keperluan. Ibumu kadang – kadang meminjam sebagian alat – alat dan barang pecah belah dari mereka, mereka pun meminjamkan barang – barang itu dengan senang hati.

Apabila seseorang di rumahmu sakit, maka tetanggamu datang untuk menjenguknya dan mendo’akan kesehatannya. Maka bersikaplah sopan santun terhadap tetangga – tetanggamu wahai anak, dan gembirakanlah hati mereka dengan menyukai anak – anak mereka, dan tersenyumlah dihadapan mereka, serta bermainlah dengan sopan bersama mereka.

Hati – hatilah, jangan engkau bertengkar dengan mereka atau mengambil mainan mereka tanpa seizin mereka atau membanggakan pakaian dan uangmu kepada mereka. Apabila ibumu memberimu makanan atau buah – buahan, maka janganlah memakannya sendiri sedangkan anak – anak tetanggamu melihat kepadamu.

Hati – hatilah pula agar jangan mengejek tetangga – tetanggamu atau mengeraskan suaramu pada waktu mereka sedang tidur atau melempar rumah – rumah mereka, ataupun mengotori dinding – dinding dan halaman – halaman mereka, atau melihat kepada mereka dari lubang – lubang dinding dan pintu.

Hamid adalah anak yang baik hati dan sopan santun. Ia dicintai oleh keluarga dan tetangga – tetangganya, karena ia tidak mengganggu anak – anak mereka dan tidak bertengkar atau saling memaki terhadap mereka dan tidak pula memutuskan hubungan dengan seorang pun dari mereka. Ia belajar bersama anak – anak tetangganya di satu sekolah. Setiap hari jika hendak pergi ke sekolah, ia berjalan bersama mereka. Begitu pula jika hendak pulang.

Pada waktu bermain ia bermain bersama mereka dan ia suka membantu orang – orang yang membutuhkannya dari mereka. Bila tidak melihat salah seorang dari mereka, ia menanyakannya. Apabila sakit, ia datang menjenguk ke rumahnya. Demikianlah Hamid hidup bersama anak – anak tetangganya dalam keadaan senang dan gembira, bersatu dan penuh persahabatan, dengan sopan santun dan kebaikan hatinya. (*)

(Bersambung ….. )

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Ilmu Balaghah dan Objek Kajiannya
Oleh : Immim pangkep

Ilmu Balaghah dan Objek Kajiannya

0 Komentar

KELUAR