
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Nadhom apa itu Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi? Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi disebut juga dengan nama “Nashihatul Ikhwan wa Mursyidatul Khullan”, yang artinya Nasehat bagi saudara-saudara, dan Petunjuk bagi para sahabat.
Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi adalah sebuah nadhom tentang hukum dan adab, berisi pesan dan nasehat yang bijak, petunjuk kepada manusia tentang apa-apa yang bermanfaat dan baik sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akherat. Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi dapat juga dimaknai sebagai Qosidah yang luas maknanya, sempurna bentuknya, dan dalam bahasa yang bagus, dan indah. Sehingga sebagian bait dari qosidah atau nadhom tersebut menjadi mutiara hikmah yang seringkali dibawakan dalam majelis ilmu, ceramah dan dauroh ilmiyah.
Siapa sebenarnya Ibnul Wardi? Beliau bernama lengkap Umar bin Mudzoffar bin Umar bin Muhammad bin Abil Fawaris Abu Hafs Zainuddin ibnul Wardi. Beliau lahir Tahun 691 H (1292 M) dan wafat dalam Tahun 749 H (1349 M).
Karya tulis Ibnul Wardi selain Nadhom Laamiyah Ibnul Warni, diantaranya adalah:
1. Kharīdat al-ʿAjā’ib wa farīdat al-gha’rāib (Mutiara Keajaiban dan Keunikan hal-hal aneh), sebuah risalah geografis dengan bagian-bagian tentang sejarah alam.
2. Nadzmul Bahjah al Wardiyah, nadhom fiqih sebanyak 5063 bait.
3. Al Lubab fil I’rob
4. Syarah Alfiyah ibnu Malik
5. Syarah alfiyah ibnu Mu’ti.
Diantara ulama yang mensyarah karyanya adalah Syaikh Mas’ud Bin Hasan Al-Qinawi, yang mensyarah Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi, dengan judul karya “Fathur Rohimir Rohman”.
Demikian sekilas tentang Ibnul Wardi dan berikut ini, Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi:
– Laamiyah Ibnul Wardi –
Dimana kaum Ad, Firaun dan bala tentaranya yang membangun piramida. Barang siapa mendengar hal ini maka akan takut.
Dimana orang yang menjadi pemimpin yang mampu membangun bangunan bangunan pencakar langit? Semuanya musnah! Bentengpun tak mampu menyelamatkan mereka.
Dimana para cendikiwan dan juga orang orang jenius, mana pemilik ilmu dan juga orang orang terdahulu ?
Allah akan membangkitkan semuanya , dan akan memberikan balasan pada apa yang pernah dilakukan oleh mereka.
Wahai putraku dengarkanlah nasehat nasehat yang ada didalam agama ini.
Carilah ilmu dan jangan malas, karena kebaikan jauh dari para pemalas.
Dan tekunilah ilmu fikih jangan sampai engkau melupakannya sebab terlalu sibuk dengan dunia.
Jangan banyak tidur dan pelajarilah fikih. Karena orang yang mengetahui berharganya apa yang ia cari maka akan merasakan ringan apa yang ia lakukan.
Jangan pesimis dengan mengatakan ahli ilmu sudah meninggal, karena siapapun yang berusaha ia akan sampai pada kesuksesan.
(Bersambung)