Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Nuun (25)

Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Nuun (25)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid Ahmad al-Hasyimi. Kitab ini tergolong unik. Sebab dalam menyusun kitab ini, pengarang kitab membuat berurutan sesuai dengan huruf hijaiyah. Total ada 1580 hadits yang telah dirangkum oleh penyusun kitab ini.

Berikut ini terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Bagian keduapuluh lima, Huruf  Nuun

 

  1. Semoga Allah membaguskan wajah orang yang mendengar sesuatu dari kami, lalu menyampaikannya sebagaimana didengarnya. Boleh jadi orang yang menyampaikan lebih paham daripada pendengar. (Hadits riwayat Ahmad dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Pandangan orang lelaki kepada saudaranya karena rindu lebih baik daripada i’tikafnya setahun di masjidku ini. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari ibnu Amru).

 

  1. Sebaik-baik pemberian adalah perkataan yang benar dan engkau dengar, kemudian engkau membawanya kepada saudaramu yang muslim, lalu engkau ajarkan perkataan itu kepadanya. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).

 

  1. Sebaik-baik senjata orang mukmin adalah kesabaran dan doa. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari ibnu Abbas).

 

  1. Dua nikmat banyak orang tertipu mengenai keduanya (yakni tidak memanfaatkannya sebagaimana mestinya), yaitu kesehatan dan masa senggang. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Aku dulu melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah ke kuburan, karena kalian akan mendapat pelajaran di situ. (Hadits riwayat Thabarani dari Ummi Salamah).

 

  1. Terangilah rumah-rumahmu dengan shalat dan pembacaan Al-Qur’an. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).

 

  1. Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya diberi pahala berlipat ganda, doanya mustajab dan dosanya diampuni. (Hadits riwayat Thabarani dari Abdullah).

 

  1. Tidur dalam keadaan berilmu lebih baik daripada shalat dalam kebodohan. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Salman).

 

  1. Wanita tukang ratap apabila tidak bertaubat sebelum mati, ia pun dibangkitkan pada hari kiamat dengan mengenakan pakaian dari ter dan baju dari kudis. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Umat manusia adalah anak-anak Adam dan Adam diciptakan dari tanah. (Hadits riwayat ibnu Sa’ad dari Abi Hurairah). ..

 

  1. Manusia ada dua macam orang: yaitu orang alim dan pelajar, dan tidak ada kebaikan bagi selain keduanya. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Para nabi dan para rasul adalah pemimpin penghuni surga, sedangkan para syuhada adalah penuntun penghuni surga dan para penghafal Al-Qur’an adalah pemimpin penghuni surga (selain para nabi dan rasul). (Hadits riwayat Abu Nu’aim).

 

  1. Pohon kurma dan pohon-pohon lainnya membawa keberkahan bagi para pemiliknya dan keturunan mereka sesudah mereka apabila mereka bersyukur kepada Allah. (Hadits riwayat Thabarani dari Al-Hasan bin All).

 

  1. Pertolongan menyertai kesabaran dan kebebasan menyertai kesusahan dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (Hadits riwayat Al-Khathib dari Anas).

 

  1. Semua nafkah di jalan Allah, kecuali bangunan, maka tidak ada kebaikan padanya. (Hadits riwayat Tirmidzi).

 

  1. Niat yang benar bergantung pada Arsy. Maka apabila hamba berniat yang benar, Arsy bergerak dan ia pun diampuni. (Hadits riwayat Al-Khathib dari ibnu Umar).

 

PERBUATAN-PERBUATAN YANG DILARANG .

 

  1. Rasulullah SAW melarang memakai cincin emas. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Imran bin Hushain).

 

1304 Nabi SAW melarang memaksa diri untuk menjamu tamu. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Salman).

 

  1. Nabi SAW melarang minum dalam gelas emas dan perak dan melarang makan dalam piring emas dan perak, melarang duduk di atas tempat duduk dari emas dan perak dan melarang memakai pakaian diibaj dan sutera. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Nabi SAW melarang menjual buah-buahan hingga nampak kematangannya (melarang penjual dan pembelinya). (Hadits riwayat jama’ah).

 

  1. Dalam suatu riwayat: Apabila ditanya tentang kematangannya, beliau menjawab: “hingga lenyap hamanya”. Nabi SAW melarang puasa dua hari, yaitu hari raya Fitbri dan hari raya Adha. (Muttafaq alaihi).

 

  1. Nabi SAW melarang dua kemasyhuran, baju yang sangat tipis dan sangat tebal, yang sangat halus dan sangat kasar, yang sangat panjang dan sangat pendek, tetapi pertengahan antara sifat-sifat itu dan kewajaran. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).

 

  1. Nabi SAW melarang menegak minuman dengan satu nafas dan beliau berkata: Itu adalah cara minum syaitan. (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Syihab secara mursal).

 

  1. Nabi SAW melarang berhubungan badan sebelum bercanda. (Hadits riwayat Al-Khathib dari Jabir).

 

  1. Nabi SAW melarang merajah muka dan melarang memukul muka. (Hadits riwayat Ahmad).

 

  1. Nabi SAW melarang memakan makanan panas hingga memungkinkan (untuk dimakan). (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Nabi SAW melarang meniup dalam makanan dan minuman. (Hadits riwayat ibnu Abbas).

 

  1. Nabi SAW melarang memaki Orang yang sudah mati, (Hadits riwayat Al-Hakim dari Zaid bin Argam).

 

  1. Nabi SAW melarang orang minum sambil berdiri. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Anas).

 

  1. Nabi SAW melarang menyuruh seseorang berdiri dari tempat duduknya dan orang lain duduk di situ. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Nabi SAW melarang orang mengusapkan tangannya pada baju orang yang tidak diberinya pakaian. (Hadits riwayat Abu Dawud).

 

  1. Nabi SAW melarang berbicara kepada orang perempuan, kecuali dengan izin suaminya. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Nabi SAW melarang orang lelaki menggeliat dalam shalat atau di dekat orang perempuan, kecuali di dekat istrinya budak-budak perempuannya. (Hadits riwayat Daraguthni dari Abi Hurairah). ..

 

  1. Nabi SAW melarang orang lelaki duduk di antara dua orang, kecuali dengan izin keduanya. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Nabi SAW melarang menjual anggur hingga menjadi hitam dan melarang menjual biji-bijian hingga menjadi keras. (Hadits riwayat jama’ah).

 

 

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR