Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Tijan Darori (8): Bab 7 – Sifat Wahdaniyyah

Terjemah Tijan Darori (8): Bab 7 – Sifat Wahdaniyyah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Kitab Tijan Darori merupakan salah satu kitab masyhur dalam bidang Ilmu Tauhid Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan berkiblat pada madzhab Al Asy’ariyah. Kitab ini sering digunakan di pondok-pondok pesantren, bahkan menjadi buku pegangan wajib pada mata pelajaran Ilmu Tauhid di Madrasah Diniyah dan Tsanawiyah.

Penulis Kitab Tijan Darori bernama lengkap Al ‘Alim Al ‘Alamah Syaikh Ibrahim Muhammad bin Ahmad Al Bajuri Asy Syafi’i. Beliau seorang ulama besar pada masanya yang akrab disapa Imam Al-Bajuri, lahir pada tahun 1198 Hijriah di Bajur, salah satu desa di bagian utara Mesir.

Pada tahun 1213 Hijriyah, Imam al-Bajuri terpaksa harus mengurangi aktivitas belajar mengajarnya karena pada saat itu Perancis menduduki Mesir dan memberhentikan mobilitas pengajian di Al-Azhar.  Akhirnya, beliau pindah dan menetap di Giza selama 3 tahun.

Berikut ini terjemah Kitab Tijan Darori (6): Bab 7 – Sifat Wahdaniyyah

Bab 7 – Sifat Wahdaniyyah

Dan wajib dalam hag Allah Ta’ala, sifat Al-Wahdaniat/ tunggal (.   ) dalam dzat-Nya, dan dalam sifat-sifatNya, dan dalam perbuatan-perbuatanNya.

Dan arti tunggal dalam dzat-Nya yaitu, sesungguhnya dzatnya Allah tidaklah tersusun dari bagian-bagian yang berbilang.

Dan arti tunggal dalam sifat-sifatNya yaitu, sesungguhnya tiada dua sifat atau lebih pada Allah dari satu jenis sifat seperi adanya dua kekuasaan.

Begitupun pada yang lain tiada satu sifat pun yang menyerupai terhadap sifat Allah Ta’ala.

Dan arti tunggal dalam perbuatanperbuatan-Nya, yaitu tiada bagi yang lain suatu perbuatan dari seba-gian perbuatan-perbuatan Allah.

Lawannya yaitu sifat AtTa’addud/berbilang (.  ).

Dan dalil atas tunggalnya Allah Ta’ala yaitu: sesungguhnya jikalau adanya Allah merupakan sesuatu yang banyak/ berbilang, maka tidak akan dijumpai sesuatu pun dari ciptaan-ciptaan-Nya.

(**)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Mengenal Khulafaur Rasyidin
Oleh : Immim pangkep

Mengenal Khulafaur Rasyidin

0 Komentar

KELUAR