
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)
Fi’il itu ada tiga macam, yaitu:
1. Fiil Madhi
2. Fiil Mudhari’
3. Fiil Amr
Contohnya: ضَرَبَ(madhi), (mudhari’) , يَضْرِبُ (‘amr) اِضْرِبْ
Fiil Madhi itu selalu di-fathah-kan
Fiil amar selalu di-jazm-kan
Fiil mudhari’ itu fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan أَنَيْتُ(hamzah, nun, ya, dan ta). Fiil mudhari’ itu selalu di-rafa’-kan kecuali ada amil (huruf) nashab atau jazm yang masuk padanya.
Amil nashab (hal yang me-nashab-kan) itu ada sepuluh,
Yaitu:
أَنْ (bahwa), لَنْ (tak akan), إِذَنْ (jadi, kalau begitu), كَيْ (supaya), لَامُ كَيْ (lam dengan makna supaya), لَامُ اَلْجُحُودِ (lam pengingkaran), حَتَّى (sehingga), الْجَوَابُ بِالْفَاءِ, الْوَاوِ, أَوْ(kalimat jawab dengan fa, wa, dan aw).
Amil jazm (hal yang me-jazam-kan) itu ada delapan belas,
Yaitu:
لَمْ (tidak), لَمَّا(belum), أَلَمْ(tidakkah?), أَلَمَّا(belumkah?), لَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ(Lam untuk perintah dan permohonan), ”لَا” فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ(la untuk larangan dan permohonan), إِنْ (jika)،مَا (apa)، مَنْ (siapa)،مَهْمَا(apapun), إِذْمَا (kalau)، أَيٌّ (mana, sesuatu apa)، مَتَى(kapan), أَيْنَ (dimana) أَيَّانَ (kapan), أَنَّى(bagaimana), حَيْثُمَا(dimanapun), كَيْفَمَا(bagaimanapun), إِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة. (dan “Jika demikian” pada syair tertentu)

Kitab Matan Ajurumiyah
Bab Isim-isim yang Dirafa’kan
Isim-isim yang di-rafa’-kan itu ada tujuh, yaitu:
1. Isim Faa’il
2. Isim Maf’ul yang tidak disebut failnya (naaibul fa’il)
3. Mubtada
4. khabar mubtada
5. Isim Kaana dan saudara-saudaranya
6. khabar inna dan saudara-saudaranya
7. pengikut dari yang di-rafa’-kan, yaitu ada empat : Na’at, ‘athaf, taukid, dan badal.
Bab Faa’il (Pelaku)
Faa’il (pelaku) termasuk isim yang di-rafa’-kan yang disebut setelah fi’il (perbuatan) nya.
Dan faa’il itu ada dua jenis, yaitu:
1. Faa’il isim dzhahir
2. Faa’il isim dhamir
Faa’il isim dzhahir itu contohnya seperti:
Artinya:
(Zaid telah berdiri, Zaid sedang berdiri, Dua orang (bernama) Zaid telah berdiri, Dua orang (bernama) Zaid sedang berdiri, Orang-orang (bernama) Zaid telah berdiri, Orang-orang (bernama) Zaid sedang berdiri, Para laki-laki telah berdiri, Para laki-laki sedang berdiri, Hindun telah berdiri, Hindun sedang berdiri, Dua orang (bernama) Hindun telah berdiri, Dua orang (bernama) Hindun sedang berdiri, Orang-orang bernama hindun telah berdiri, Orang-orang bernama hindun sedang berdiri, Hindun-hindun telah berdiri, Hindun-Hindun Sedang berdiri, Saudara laki-laki mu telah berdiri, Saudara laki-laki mu sedang berdiri, Budak ku telah berdiri, Budak ku sedang berdiri )
Faa’il isim dhamir itu ada 12,
yaitu:
(Aku telah memukul, kami telah memukul, kamu (lk) telah memukul, kamu (lk) telah memukul, kalian berdua telah memukul, kalian (lk) telah memukul, kalian (pr) telah memukul, dia (lk) telah memukul, dia (pr) telah memukul, mereka berdua telah memukul, mereka (lk) telah memukul, mereka (pr) telah memukul)
Bersambung ……
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh/Guru Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Kab. Pangkep, Sulsel.