Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Thiyarah itu Syirik

Thiyarah itu Syirik

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Menjaga Aqidah Akhlak

BLOGGURU – Berhati-hatilah terhadap Thiyarah? Apa itu Thiyarah? Thiyarah adalah salah satu bentuk prasangka buruk terhadap Allah, karena menganggap diri sial. Akibatnya ia mengurungkan atau menghentikan hajat dan keperluannya karena menganggap diri sial, maka secara tidak langsung telah melakukan kesyirikan.

Berhati-hatilah dari menganggap sial sesuatu karena bisa menjerumuskan diri dalam kesyirikan.  Dari sahabat Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

 

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، ثَلَاثًا

 

Artinya:

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik…, (diulang tiga kali).” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Hidayatur Ruwaah : 4508)

Dan diriwayatkan dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

 

من ردته الطيرة عن حاجته فقد أشرك

 

Artinya:

“Barang siapa yang mengurungkan/menghentikan hajatnya/keperluannya karena thiyaroh (menganggap sial) maka dia telah melakukan kesyirikan.”

Sahabat bertannya, ”Ya Rasulullah apa kafaratnya?”

Beliau menjawab, “(Dan kafarat/penebusnya) adalah mengucapkan :

 

اللهم لا خير إلا خيرك ولا طير إلا طيرك ولا إله غيرك

 

Artinya:

“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan Engkau dan tidak ada kesialan kecuali dari Engkau (yang telah engkau tetapkan) dan tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Engaku.” (HR. Ahmad, dalam musnadnya dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ :  6264)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

 

التطـيُّر: هو التشاؤم من الشيء المرئي أو المسموع

 

Artinya:

“At-Tathayyur artinya merasa sial karena suatu pertanda yang dilihat atau didengar” (Sumber: Miftah Daris Sa’adah, 3/311).

Kasus thiyarah atau anggapan sial ini yang terjadi pada sebagian masyarakat seperti meyakini hari atau bulan tertentu tidak boleh melakukan hajatan, tidak boleh melakukan safar tidak boleh melakukan ini dan itu, karena dianggap pada hari atau bulan itu akan memberi ancaman bencana.

Sejatinya keyakinan seperti ini sama dengan keyakinan masyarakat Jahiliyah pada masa silam. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari amalan-amalan kesyirikan. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Nadhom Imrithi dan Terjemahnya (9)
Oleh : Immim pangkep

Nadhom Imrithi dan Terjemahnya (9)

1 Komentar

alyamin, Rabu, 22 Mei 2024

Alhamdulillah dapat ilmu dan pencerahan mengenai Aqidah atau Tauhid mengenai Thiyaroh.

Reply

KELUAR