
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Membangun Aplikasi Gen AI dengan Microsoft Azure
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menuntaskan Kursus SOLID Programming di Dicoding Academy, sekaligus konsep SOLID itu sendiri. Kursus ini tersedia di platform Dicoding Indonesia (Dicoding Academy) yang intinya mengajarkan cara menulis kode program yang rapi, mudah dipahami, dan mudah dikembangkan menggunakan prinsip SOLID.
Kursus Belajar Prinsip Pemrograman SOLID ini sebenarnya merupakan Kursus Level Menengah dengan Durasi: ±15 jam belajar. Sistem Belajarnya online (belajar mandiri / self-paced) dimana dalam website pembelajaran (dicoding.com) telah disediakan: materi bacaan, kuis & ujian, forum diskusi, dan sertifikat. Tujuannya dimaksudkan untuk membantu kamu jadi programmer yang tidak hanya bisa coding, tapi bisa membuat kode yang “bersih” (clean code) serta mempersiapkan skill standar industri (yang sering diminta perusahaan).
Apa itu pemrograman SOLID? SOLID adalah 5 prinsip dasar dalam desain software (OOP) yang bertujuan membuat program lebih rapi, lebih mudah diperbaiki, dan lebih mudah dikembangkan. Prinsip ini dikenalkan oleh Robert C. Martin.
5 Prinsip SOLID tersebut adalah:
1. S — Single Responsibility Principle (SRP)
Satu class = satu tugas. Contoh:
2. O — Open/Closed Principle (OCP)
Kode boleh dikembangkan tanpa mengubah kode lama
Contoh: Tambah fitur baru tanpa merusak fitur lama.
3. L — Liskov Substitution Principle (LSP)
Subclass harus bisa menggantikan parent class tanpa error
Contoh: Jika ada class “Burung”, subclass “Ayam” jangan dipaksa bisa terbang.
4. I — Interface Segregation Principle (ISP)
Jangan paksa class menggunakan interface yang tidak dibutuhkan
Contoh: Pisahkan interface besar jadi kecil-kecil.
5. D — Dependency Inversion Principle (DIP)
Gunakan abstraksi (interface), bukan langsung ke objek konkret
Contoh: Program tidak bergantung langsung ke database tertentu.
Bagaimana pengaplikasian SOLID? Dalam praktik coding, SOLID digunakan saat: (1) Mendesain struktur program, pada proses Membagi class dengan jelas, dan Menghindari “God Class” (class terlalu besar), (2) Membuat aplikasi (web/mobile): Backend (API, database), Android / iOS app, dan Sistem besar perusahaan. (3) Refactoring (memperbaiki kode lama): Kode jadi lebih bersih dan modular.
Contoh sederhana (tanpa SOLID vs dengan SOLID)
❌ Tanpa SOLID
def print_invoice(self):
pass
Satu class mengerjakan banyak hal → sulit dirawat
✅ Dengan SOLID
class OrderRepository:
def save(self):
pass
class InvoicePrinter:
def print(self):
pass
Tugas dipisah → lebih rapi & fleksibel
***
Apa Manfaat belajar SOLID? Menurut materi Dicoding: Dengan SOLID, Kode lebih mudah dipahami, Mudah diperbaiki jika ada bug, Mudah dikembangkan (scalable), Digunakan di banyak bahasa pemrograman, dan tentu saja sangat dibutuhkan di dunia kerja. Bahkan dalam komunitas developer: SOLID sangat membantu untuk proyek besar agar tetap terstruktur dan mudah dirawat.
Tujuan utama SOLID bukan sekadar teori, tapi: Membuat software yang tahan lama, fleksibel, dan mudah dikembangkan. Karena dalam dunia nyata: Software jarang sekali “sekali jadi” serta Biasanya selalu diperbaiki, ditambah fitur, dan di-update. Hal penting yang sering disalahpahami adalah bahwa SOLID itu: ❌ bukan aturan kaku dan juga ❌ tidak harus dipakai di semua proyek kecil
Dari diskusi developer: SOLID lebih cocok untuk proyek besar dan jangka panjang. Jadi, sebagai Kesimpulan sederhana, bahwa Kursus Dicoding SOLID adalah kursus online untuk belajar cara menulis kode yang profesional dan standar industri. SOLID itu sendiri adalah 5 prinsip desain coding agar program rapi, fleksibel, serta mudah dikembangkan. Lihat Sertifikatnya disini: Sertifikat_course_SOLID_DICODING_Muhammad Farid Wajdi
Demikian catatan singkat ini mengenai “Belajar Prinsip Pemrograman SOLID” yang diselenggarakan oleh Dicoding.com (Dicoding Academy). Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 30 Januari 2026
(* Muhammad Farid Wajdi, Penanggung Jawab TIK Pesantren.