
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri bahwa perkuliahan S2 Non Reguler UIN Alauddin Makassar untuk program Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) berlangsung dengan lancar dan sukses. Setelah Mata Kuliah pertama dan kedua, di pagi dan siang hari, kali ini, Ahad (21/12/2025) perkuliahan sore hari, Studi Qur’an mulai pukul 16.00 WITA s.d. selesai dan pada malam hari, Dinamika Peradaban Islam, Pukul 20.00 WITA s.d. selesai juga berlangsung dengan lancar.
Pada perkuliahan Studi Qur’an, yang mendapatkan giliran presentasi adalah:
(1) Sdr. Syahdino Sahdana dengan Makalah, “Resepsi Al-Qur’an di Nusantara: Sejarah Manuskrip dan Tradisi Penyalinan Abad ke-17 hingga 19”. Fokus Bahasan: Mengintegrasikan filologi dan sejarah lokal. Membahas bagaimana Al-Qur’an disalin, dihias (iluminasi), dan disebarkan di kerajaan-kerajaan Islam Nusantara (seperti Aceh, Banten, atau Demak). Makalah ini bisa menyoroti ragam hias mushaf kuno sebagai bukti akulturasi budaya lokal dengan Islam dalam sejarah peradaban Melayu-Indonesia. Lihat makalahnya disini: RESEPSI AL-QUR’AN DI NUSANTARA SEJARAH MANUSKRIP DAN TRADISI PENYALINAN ABAD KE-17 HINGGA 19
(2) Sdri Tuti Wahyuni dengan Makalah, “Reinterpretasi Ayat-Ayat Jihad dan Futuhat (Penaklukan) pada Masa Khulafaur Rasyidin”. Fokus Bahasan: Studi historis-kontekstual tentang bagaimana ayat-ayat perang ( ayatus saif ) dipahami dan diterapkan oleh para sahabat selama masa ekspansi wilayah (Futuhat Islamiyah). Apakah motivasi ekspansi murni karena dorongan teks suci, atau ada faktor geopolitik (Persia/Romawi)? Bagaimana etika perang dalam Al-Qur’an membentuk perilaku militer tentara Muslim dalam sejarah. Lihat makalahnya disini: Reinterpretasi Ayat-ayat Jihad dan Futuhat_Tuti Wahyuni
(3) Sdri Indah Sari Dewi dengan Makalah, “Potret Masyarakat Arab Pra-Islam dalam Al-Qur’an: Studi Historis Sosiologis Ayat Makkiyah”. Fokus Bahasan: Menggunakan Al-Qur’an (khususnya surah-surah Makkiyah) sebagai sumber data primer untuk merekonstruksi kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Arab Jahiliyah. Misalnya, meneliti ayat-ayat tentang wa’dul banat (penguburan bayi perempuan) atau praktik riba untuk memahami struktur sosial Mekkah sebelum hijrah.
Selengkapnya rekaman perkuliahan dapat dilihat pada video berikut ini:
Sementara itu, pada perkuliahan Dinamika Peradaban Islam, yang mendapatkan giliran presentasi adalah Sdri Tuti Wahyuni dengan makalah, “Perkembangan Islam di China”. Makalahnya bisa dilihat disini: Makalah-Dinamika Peradaban Islam_Tuti Wahyuni
Selengkapnya rekaman perkuliahan dapat dilihat pada video berikut ini:
Demikianlah catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan akademik yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 21 Desember 2025
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.