Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Kuliah S2 Non Reguler: Kuliah Umum Pascasarjana (S2/S3) Semester Gasal UINAM 2025

Catatan Kuliah S2 Non Reguler: Kuliah Umum Pascasarjana (S2/S3) Semester Gasal UINAM 2025

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengapa Memilih Magister Sejarah Peradaban Islam di UIN Alauddin Makassar?

IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri sudah mendaftar dan menyelesaikan pembayaran semester awal sebagai mahasiswa baru (Maba) Program Pascasarjana (S2) Dirasah Islamiyah dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan kini, hari ini, Kamis (4/9/2025) telah dimulai Kuliah Umum bagi semua maba Pascasarjana, baik yang menempuh Program Magister maupun yang mengambil Program Doktor.

Kuliah Perdana Semester Gasal 2025-2026 untuk Maba Program Magister dan Doktor Pascasarjana UIN Alauddin Makassar ini berlangsung secara hybrid dari ruang rapat gedung Pascasarjana dan melalui Zoom Meeting, diikuti oleh seluruh mahasiswa baru program Magister (S2) dan Doktor (S3).  Kuliah Perdana bertema, “Membangun Generasi Penerus Melalui Kurikulum Berbasis Cinta di PTKI” dibuka langsung oleh Rektor UIN Alauddin, Prof Dr Hamdan Juhannis, Ph.D.  dilanjutkan dengan Materi Kuliah Umum yang dibawakan oleh dua narasumber, yaitu Prof Dr. Phil Sahiron, MA., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI dan Prof Dr H. Abustani Ilyas, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Dalam paparannya, Prof. Sahiron menekankan pentingnya mengembangkan kurikulum berbasis cinta sebagai pondasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. “Bahwa dalam diri manusia terdapat tiga kekuatan utama. Pertama, Al-Quwah Al-Ruhaniyah Al-‘Aqlaniyah, yaitu kekuatan spiritual dan akal yang didampingi malaikat serta wahyu. Apabila diperkuat dengan belajar, mengaji, membaca kitab, dan menuntut ilmu, manusia dapat menjadi insan kamil yang dicintai Allah SWT sehingga hidup bahagia di dunia dan akhirat. Kedua, Al-Quwah Al-Syahwaniyah, yakni kekuatan syahwat atau keinginan yang bersifat netral, seperti kebutuhan makan, minum, harta, dan jabatan.  Quwwah syahwaniyah itu netral, bisa baik bila dikendalikan ruhaniyah-akliyah, dan bisa buruk bila menyatu dengan qutbiyyah. Ketiga, Al-Quwah Al-Qutbiyyah, yaitu kekuatan emosional negatif berupa amarah, permusuhan, kebencian, hingga kekerasan. Kekuatan ini senantiasa didampingi oleh setan dan tidak dapat dihapus sepenuhnya, namun bisa diperkecil melalui penguatan ruhaniyah-akliyah. Kalau ruhaniyah-akliyah kuat, insya Allah manusia bisa menjadi insan kamil dan dicintai Allah SWT, sehingga hidupnya bahagia di dunia dan akhirat,” jelasnya.

Menurut Prof. Sahiron, manusia dituntut untuk senantiasa melakukan muhasabah diri, agar setiap tindakan didasarkan pada ruhaniyah-akliyah, bukan pada qutbiyyah. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta bertujuan memperkuat kekuatan ruhaniyah-akliyah serta mengurangi dominasi qutbiyyah. Konsep cinta ini mencakup cinta kepada Allah SWT melalui tauhid, takwa, dzikir, husnuzan, dan ridha, sekaligus mencintai seluruh ciptaan-Nya.

Prof. Sahiron juga menekankan pentingnya cinta dalam relasi sosial dan ekologi, yaitu menghormati martabat kemanusiaan, menjaga hak asasi manusia, tidak menyakiti orang lain bahkan secara psikologis, serta melestarikan lingkungan, tumbuhan, dan hewan, karena semuanya juga bertasbih kepada Allah SWT. “Dengan kurikulum berbasis cinta, kita berharap dapat melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan,” ujarnya.

Satu informasi penting yang penulis dapatkan dan sempat pertanyakan pada sesi kedua,  saat Zoom Meeting Maba sesuai Program Studinya adalah bahwa untuk mendapatkan prestasi “Cumlaude”, seorang Mahasiswa S2 harus menyelesaikan 13 Mata Kuliah (6 MK Wajib Paket Semester 1 + 5 MK Wajib dan Pilihan Paket Semester 2 + 2 MK Pilihan Paket Semester 3) ditambah Tesis (6 SKS), yang keseluruhannya mencapai 54 SKS. Kesemuanya harus diselesaikan tanpa cuti semester dan harus aktif aktif menulis di Jurnal Scopus.

Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan ilmiah yang telah diikuti, sekaligus sebagai ‘catatan bersejarah’ dalam hidup penulis, mengawali langkah sebagai Mahasiswa S2 Program Dirasah Islamiyah di Kampus UIN Alauddin Makassar (UINAM). Semoga menjadi jalan kemajuan, kesejahteraan, dan pengabdian, baik bagi diri penulis, keluarga, bangsa dan agama. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 4 September 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Maba Program S2 Pascasarjana Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam/Guru SKI Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR