Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Dauroh dan Gelar Non Akademik dari Asas Institute Qur’an

Catatan Dauroh dan Gelar Non Akademik dari Asas Institute Qur'an

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis masih diberikan kesehatan dan semangat dalam mempelajari beragam khazanah keilmuan Islam. Pada beberapa kegiatan dauroh/majelis ilmu yang penulis ikuti, diantaranya adalah yang diselenggarakan oleh Asas Institute Qur’an.

Berikut ini empat (4) catatan dauroh dan gelar non akademik yang pernah penulis raih dari Asas Institute Qur’anul Karim:

1. Certified in Essential Qur’anic Leadership (C.EQL). Lihat Sertifikatnya disini: Sertifikat C.EQL a.n. Muhammad Farid Wajdi 

Certified in Essential Qur’anic Leadership (C.EQL) adalah salah satu gelar sertifikasi non-akademik yang diterbitkan oleh ASAS Institute Qur’an sebagai pengakuan atas partisipasi dan kompetensi peserta dalam program pelatihan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Apa yang Dimaksud dengan Qur’anic Leadership? Secara konseptual, Qur’anic Leadership (kepemimpinan Qur’ani) adalah model kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, seperti: Amanah (dapat dipercaya), Shiddiq (jujur), Tabligh (komunikatif dan transparan), Fathanah (cerdas dan bijaksana), Adil dalam mengambil keputusan, Mengutamakan kemaslahatan umat, Kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat, serta Keteladanan akhlak dalam kehidupan pribadi dan publik. Nilai-nilai tersebut diambil dari prinsip-prinsip kepemimpinan para nabi, khususnya Nabi Muhammad ﷺ.

Walaupun kurikulum rinci C.EQL tidak dipublikasikan secara lengkap di situs resmi, materi yang disebutkan dalam berbagai program ASAS menunjukkan fokus pada: Kepemimpinan berbasis Al-Qur’an, Komunikasi efektif dan dakwah, Pendidikan karakter Qur’ani, Pengembangan guru dan pemimpin pendidikan, Pembentukan akhlak kepemimpinan, serta Manajemen halaqah dan pembinaan masyarakat.

Bagi Pegiat Pendidikan seperti kepala sekolah, pengawas pendidikan, manajer sekolah atau humas sekolah, dosen, pimpinan pesantren, birokrat, maupun aktivis sosial, konsep C.EQL menarik karena menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan manajerial, melainkan juga: Integritas moral, Akuntabilitas, Keberpihakan kepada masyarakat, Kemampuan membangun peradaban melalui pendidikan, serta Pengambilan keputusan yang berlandaskan nilai etika dan spiritual. Dengan demikian, Certified in Essential Qur’anic Leadership (C.EQL) dapat dipahami sebagai program sertifikasi yang bertujuan membentuk pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan visi kepemimpinan yang berakar pada Nilai-nilai Al-Qur’an.

2. Certified Professional Qur’anic Instructor (C.PQI). Lihat Sertifikatnya disini: 24_Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., C.PQI.

Certified Professional Qur’anic Instructor (C.PQI) adalah gelar sertifikasi non-akademik yang diterbitkan oleh ASAS Institute Qur’an sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi profesional seseorang dalam bidang pengajaran Al-Qur’an. Gelar ini ditujukan terutama bagi guru Al-Qur’an, pengajar tahsin, pembina tahfiz, ustaz/ustazah, dan praktisi pendidikan Islam yang ingin meningkatkan standar profesionalitas mengajar Al-Qur’an.  C.PQI adalah bukti telah menyelesaikan program Sertifikasi Guru Qur’an Profesional, sekaligus sebagai bukti kompetensi profesional dalam bidang pengajaran Al-Qur’an. 

Program C.PQI dirancang untuk membentuk guru Al-Qur’an yang Memiliki kompetensi mengajar yang lebih profesional, Memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam, Mampu mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dalam pendidikan, Memiliki kemampuan tadabbur Al-Qur’an yang aplikatif, serta Menjadi bagian dari jejaring guru Qur’an yang berkualitas. 

Materi dan Kompetensi yang Dikembangkan adalah: Metodologi pengajaran Al-Qur’an,  Tadabbur dan pemahaman Al-Qur’an, Pengintegrasian nilai-nilai Qur’ani dalam pendidikan, Profesionalisme guru Qur’an, Penguatan kompetensi dakwah dan pembinaan peserta didik, serta Peningkatan kualitas pembelajaran berbasis sanad dan talaqqi.

3. Certified Fahmu Ahkamu Tajwid (C.FAT) dan Certified Master Tajwid (C.MT). Lihat Sertifikatnya disini: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., C.FAT., C.MT. dan Ijazah Sanad Kitabnya disini: محمد فريد وجدي بن بندؤ بن مكلاؤ

Certified Fahmu Ahkamu Tajwid (C.FAT) dan Certified Master of Tajwid (C.MT) merupakan dua sertifikasi non-akademik yang dikembangkan oleh ASAS Institute Qur’an untuk meningkatkan kompetensi guru, pengajar, dan pemerhati ilmu Al-Qur’an, khususnya dalam bidang tajwid. Keduanya memiliki fokus yang berbeda meskipun sama-sama berada dalam rumpun studi tajwid.

Program C.FAT dirancang untuk memberikan pemahaman akademik yang mendalam terhadap kaidah-kaidah tajwid, bukan sekadar kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga memahami alasan, teori, istilah, dan dasar ilmiah di balik setiap hukum tajwid. Materi-materi yang Dipelajari adalah: Kaidah-kaidah tajwid secara sistematis, Analisis qira’at dan aplikasinya, Ilmu rasm al-mushaf, Ilmu dabth (tanda baca mushaf), Ilmu waqf dan ibtida’, Istilah-istilah mushafiyyah, serta Pendekatan turats (literatur klasik) dan kajian akademik modern.

Untuk Program C.MT ebih menekankan penguasaan spesialis pada cabang tertentu dalam ilmu tajwid, khususnya yang berkaitan dengan praktik bacaan Al-Qur’an dan disiplin pendukungnya. Materi-materi yang Dipelajari adalah Teori waqf dan ibtida’, Hubungan waqf-ibtida’ dengan tafsir, Hubungan waqf-ibtida’ dengan qira’at, Standar ilmiah bacaan Al-Qur’an, serta Praktik penerapan dalam pembelajaran dan pengajaran Al-Qur’an.

Bagi guru Al-Qur’an, kepala sekolah Islam, dosen, maupun pengelola pesantren, kedua sertifikasi ini saling melengkapi, yaitu C.FAT memperkuat fondasi keilmuan dan pemahaman akademik tajwid, sedang C.MT memperkuat kompetensi profesional dalam penerapan dan pengajaran tajwid tingkat lanjut. Dengan demikian, seseorang dapat memulai dari penguasaan konsep melalui C.FAT, kemudian memperdalam spesialisasi tertentu melalui C.MT sesuai bidang yang diminati. Kedua sertifikasi tersebut merupakan sertifikasi non-akademik yang diterbitkan ASAS Institute Qur’an sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi Qur’ani berbasis sanad, talaqqi, dan kajian ilmiah.

4. Certified Sanad of Qiraat International (C.SQI) dan Certified Master of Qiraat (C.MQ). Lihat Sertifikatnya disini: 9_Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., S.QI., C.MQ.

Certified Sanad of Qiraat International (C.SQI/S.QI) dan Certified Master of Qiraat (C.MQ) merupakan dua gelar sertifikasi non-akademik unggulan yang diterbitkan oleh ASAS Institute Qur’an dalam bidang qirā’āt, sanad Al-Qur’an, dan pengembangan kompetensi pengajar Al-Qur’an. Kedua sertifikasi ini dirancang untuk mengakui capaian keilmuan seseorang dalam pembelajaran Al-Qur’an bersanad, namun memiliki tingkat dan cakupan yang berbeda.

Demikian catatan ini sebagai pengingat kegiatan dauroh/majelis ilmu yang pernah penulis ikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 6 Juni 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR