IMMIMPANGKEP – Salah satu puncak kebahagiaan orangtua yang menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren adalah ketika melihat ada perubahan perilaku dari sang anak. Anaknya dapat diandalkan sebagai anak yang shaleh dan shalehah, dapat berbakti kepada sesama dan membanggakan kedua orangtuanya. Maka berbahagialah orangtua dari pasangan Hazman bin Zarifuddin dan Rasyidah yang meyakini anaknya, Nursyidah, memiliki impian untuk meng-hajikan orangtua.
Maka demikianlah santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang bernama Nursyidah, yang akrab dipanggil Syidah atau Cida ini. Penerima beasiswa afirmasi Adem Kemdikbud-Ristek RI Tahun 2023 ini dilahirkan di Kalabakang, 28 Desember 2007. Syidah memiliki hobi membaca dan olahraga sejak masih berada di bangku SMP di tanah rantau orangtuanya di Negeri Malaysia, yang sekolahnya disebut Community Learning Center (CLC) Sungai Balung.
Beberapa kegiatan yang sudah diikuti dan prestasi yang diraihnya selama tiga tahun terakhir mondok di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep adalah: Anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pangkep dan mewakili siswa Adem sebagai Pasukan pengibar bendera di Kantor Pusat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI di Jakarta. Tak hanya dalam bidang Paskibraka, Nur Syidah juga dikenal sebagai santriwati yang pendiam, tak banyak bicara, namun sangat memperhatikan ibadah dan belajarnya. (Lihat sertifikatnya disini: Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka_Nursyidah)

Nursyidah diantara Pasukan Paskibraka Kabupaten Pangkep. (foto: ist/*)
“Manfaatkan waktu sebaik mungkin dan harus tetap semangat belajar. Di Pondok telah mengajarkan banyak hal dalam memaklumi keadaan, Ya, kadang capek, kadang senang, tapi semua nya bikin kuat dan dewasa,” ujar Syidah, santriwati yang memiliki cita-cita mau jadi pengusaha dan berkeinginan wujudkan impian orangtua berhaji ke tanah suci Mekkah.
Selamat ya Syidah, semoga apa yang dicita-citakan dan yang diimpikan disegerakan dijawab Allah SWT. (*)

Nursyidah (foto: ist/*)
Komentar Terbaru