IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, hari ini, Ahad (14/9/2025), bertempat di Aula besar Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep digelar Pelantikan Anggota Baru PMR Madya dan Wira, sekaligus Perayaan HUT PMI ke-80 dan HUT PMR Putri IMMIM ke-10 Tahun. Menariknya, kegiatan ini disertai penyerahan penghargaan kepada PMR Putri IMMIM atas dedikasi, prestasi dan pengabdiannya selama 10 tahun mengabdi demi kemanusiaan.
Kegiatan digelar dalam bentuk upacara yang dipimpin langsung Ketua PMI Pangkep, Drs H. Rahman Assegaf, M.I.Kom. Turut hadir Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, Unsur Guru, pembina dan pengasuh kepesantrenan serta beberapa pengurus/relawan PMI Pangkep. Sebelumnya, 131 Anggota Pengurus Baru PMR Putri IMMIM yang dilantik menjalani Diklatsar selama 3 hari, 12-14 September 2025. Usai pelantikan PMR Putri IMMIM, juga digelar pemberian bantuan 10 paket sembako kepada warga sekitar pesantren.

Penyerahan Penghargaan dari Ketua PMI Pangkep, Drs H Rahman Assegaf, MIKom kepada Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam. (foto: ist/*)
Dalam arahannya, Ketua PMI Pangkep, Drs H Rahman Assegaf, M.I.Kom mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya PMR Putri IMMIM telah mencapai usia 10 tahun. “Selamat buat PMR Putri IMMIM yang telah berusia 10 Tahun dan diusia yang baru 10 tahun ini, telah banyak prestasi, karya dan pengabdian yang telah ditorehkan, di tingkat sekolah, kabupaten, provinsi dan nasional. Semoga prestasinya tetap dipertahankan dan tetap semangat berpalang-merah,” ujarnya.
***
Salah satu kegiatan ekstrakokurikuler yang banyak diminati santriwati dalam lingkungan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep adalah kegiatan Palang Merah Remaja (PMR). Organisasi yang menginduk ke Palang Merah Indonesia (PMI) Pangkep ini telah memasuki usia 10 tahun dari sejak dibentuknya Tahun 2015.
Apa itu PMR? Palang Merah Remaja (PMR) adalah organisasi remaja yang dibentuk di sekolah-sekolah, madrasah, atau komunitas remaja, dan beranggotakan siswa-siswi. Anggota PMR disebut PMR Mula (SD/MI), PMR Madya (SMP/MTs), dan PMR Wira (SMA/MA/SMK). PMR itu sendiri berfungsi sebagai wadah belajar, berlatih, dan mengamalkan prinsip-prinsip kemanusiaan ala Palang Merah di lingkungan sekolah.

Foto bersama Ketua PMI Pangkep, Drs H Rahman Assegaf, MIKom bersama Ratusan Santriwati Anggota PMR Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/*)
PMR menjadi wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda dalam hal keterampilan kepalangmerahan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana dan keadaan darurat. Dengan kehadiran PMR di sekolah, dengan sendirinya menjadi wadah Pembinaan karakter, Menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, solidaritas, dan gotong royong, serta Melatih disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
PMR Unit 017 Tingkat Madya dan Wira Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep dibentuk atas inisiatif Humas dan Penanggung Jawab TIK, Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M dimasa Kepsek SMP Drs H. Muhammad Nur, MM, dan Kepsek SMA Dra Hj Hasmah. Saat dibentuknya pertamakali, PMI Pangkep langsung merespon positif dan akhirnya bisa terlaksana Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) PMR Angkatan I pada tahun itu juga, Tahun 2025. Ketua PMI Pangkep saat pembentukan PMR Putri IMMIM dari Tahun pertama sampai sekarang, sudah 10 Tahun, masih Drs H. Rahman Assegaf, M.I.Kom.

Foto bersama Ketua PMI Pangkep, Drs H Rahman Assegaf, MIKom bersama Ratusan Santriwati Anggota PMR Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/*)
Beberapa nama pengurus/relawan PMI Pangkep yang mengawal Perjalanan PMR Putri IMMIM dari sejak awal terbentuknya sampai pada usianya yang ke-10 tahun adalah Syaiful Fathi Yakan, Sariani, dan Nurhidayah. “Ketiga pengurus/relawan PMI Pangkep ini tidak pernah alpa dalam setiap Pelaksanaan Diksar, momen lomba dan kegiatan kepalangmerahan, mengajari dan mendampingi Putri IMMIM dalam berpalang merah. Terima kasih dan ucapan apresiasi setinggi-tingginya kami ucapkan,” ujar Muhammad Farid Wajdi, yang sampai saat ini menjadi pembina PMR di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.
Bagaimana PMR di Sekolah Bekerja? Beberapa Kegiatan rutinnya selain Diklatsar PMR setiap tahun adalah adalah Pelatihan Pertolongan Pertama (PP), Simulasi penanggulangan bencana, Donor darah (untuk siswa yang sudah memenuhi syarat atau menggalang kegiatan donor di sekolah), dan Kegiatan kebersihan, kesehatan, dan lingkungan hidup. PMR di sekolah/pesantren juga aktif melakukan pelayanan sekolah, seperti: Menjadi tim kesehatan sekolah (UKS), Menangani siswa yang sakit ringan atau cedera di sekolah, dan Membantu kegiatan besar sekolah (upacara, lomba, olahraga) dengan pelayanan kesehatan.

Merayakan HUT PMI ke-80 dan PMR Putri IMMIM ke-10 Tahun. (foto: ist/*)
Untuk Kegiatan sosial, Anggota PMR di sekolah/pesantren aktif melakukan kegiatan berkala seperti Aksi peduli bencana (penggalangan dana, bantuan logistik), Bakti sosial di masyarakat sekitar, dan Penyuluhan kesehatan untuk siswa dan warga. Dengan kehadiran PMR, santriwati terbentuk pribadinya menjadi pribadi yang peduli, disiplin, dan terampil menolong, memberikan bekal keterampilan hidup (life skills), khususnya dalam kesehatan, keselamatan, dan kemanusiaan, serta memberi pengalaman berorganisasi dan melatih jiwa kepemimpinan sejak dini.
Beberapa prestasi PMR Putri IMMIM diantaranya adalah Pernah Juara 1 Lomba-lomba Jumbara Tingkat PMR se-Kabupaten Pangkep, Duta Vaksin, Duta PMR/Forfis, Juara Pertolongan Pertama, Juara 1 Literasi/Desain Mading, Juara Cerdas Cermat, dan masih banyak lagi yang lainnya. “Dedikasi, Kontribusi Positif, Prestasi, Karya dan Pengabdian PMR Putri IMMIM Pangkep ini akan terus kita jaga dan pertahankan, kita akan terus belajar menjadi relawan dan bekerja demi kemanusiaan,” ujar Muhammad Farid Wajdi. (*)
Komentar Terbaru