Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Berikut ini satu puisi karya penulis berjudul “Madrasah Cahaya: Ramah pada Semesta” yang diciptakan khusus dalam rangka perayaan Eco-Pesantren, Expo Santri bertemakan lingkungan sebagai upaya mendorong keberlanjutan pesantren hijau, ramah lingkungan dan ramah anak.
Madrasah Cahaya: Ramah pada Semesta
(Puisi Pesantren Ramah Lingkungan dan Ramah Anak)
Di balik tembok penjara suci, sebuah janji santri terukir, Bukan sekadar mengaji, namun hati yang diisii dengan iman, ilmu dan amal.
Pada setiap tetes air tak terbuang percuma, karena ada wudhu yang dijaga yang setiap tetesnya adalah berkah
Pada Ustadz tak hanya mengajari kami Kitab Ta’alim Muta’aalim, tapi juga Etika lingkungan sebagai adab berinteraksi dengan semesta
Pohon-pohon menjulang, menjadi atap kelas kami, Menghalau terik mentari, meneduhkan langkah santri. Kami tak merusak ranting, tak menyakiti akar tua, Sebab mereka guru, mengajarkan tentang cinta.
Suara santri seru belajar dan bermain, mengisi setiap ruang. Pesantren ramah anak, menciptakan ruang aman, jauh dari tekanan.
Kami punya kebun mini, tempat sayur tumbuh subur, Santri ikut bercocok tanam, belajar syukur dan jujur. Interaksi dengan alam adalah pelajaran terbaik memahami siklus hidup, dari benih hingga petik.
Kami diuji mentak berorganisasi membentuk karakter santri kuat, dengan kasih dan nurani. Tak ada diskriminasi, semua dihargai setara, Setiap bakat difasilitasi, mekar di udara terbuka.
Saat mengaji disimak, bukan dengan tatapan sangar, Namun dengan senyum tulus, hati penuh rasa sabar. Ilmu mudah meresap, mengalir tanpa hambatan.
Di Pondok tercinta, kami diajak berdiskusi tentang alam yang makin renta, Kreativitas diolah, mencari solusi yang nyata, Mencegah kerusakan, dengan aksi dan cita-cita.
Dalam Masjid dan Asrama, kami nyaman dengan sirkulasi udara yang baik, Menjaga kesehatan jiwa dan kebersihan raga, lahir dan juga batin, supaya bisa tampil jadi santri berbudi cantik.
Disinilah kami menetap, di Madrasah Cahaya, ramah terhadap semesta, Menghargai sesama dan menyayangi bumi yang dipijak.
Dari semangat Pesantren Hati, disini, kami turut menjaga bumi dengan amal, Ramah lingkungan dan anak adalah kunci masa depan yang aman dan damai. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Puisi dengan nama pena “Etta Adil”/Penulis Buku Antologi Puisi “Penjara Suci” (Pustaka Puitika, 2015) dan Antologi Puisi “Menjawab Waktu” (Guepedia, 2020).
Tinggalkan Komentar