Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
2 Januari 2024

Hukum Bacaan Mad Silah

Sel, 2 Januari 2024 Dibaca 8786x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

IMMIMPANGKEP – Secara bahasa, mad silah berasal dari dua kata, yaitu mad yang artinya panjang, dan silah yang artinya hubungan. Sementara secara istilah, yang dimaksud mad silah adalah mad yang terjadi karena adanya ha dhamir, baik yang berharakat dhammah maupun yang berharakat kasroh, yang terletak di akhir kata.

Secara umum, Mad Silah dibagi menjadi dua macam, yaitu Mad Silah Qosiroh dan Mad Silah Tawilah, yaitu sebagai berikut:

Mad Silah Qosirah| مد الصلة القصيرة

Mad Silah qosirah bermaksud mad yang berlaku pada huruf Ha’ dhomir atau Ha’ Kinayah tatkala terletak di antara dua huruf yang berbaris dan tiada huruf hamzah selepasnya. Kadar harakat untuk Mad Silah Qasirah adalah 2 harakat.

Tanda Mad Silah Qasirah adalah bagi huruf Ha’ simpul yang dibaca dua harakat itu, pasti terdapat padanya tanda wau kecil selepas ha’ yang berbaris dhommah, atau ya’ kecil selepas ha’ yang berbaris kasrah.

Cara Bacaan yaitu dipanjangkan, maksudnya dipanjangkan sebutan huruf Mad dengan kadar 2 harakat (secara simbolik)

Contoh:

  • وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ [Al A’la 15]
  • فَجَعَلَهُۥ غُثَاۤءً [ Al A’la 5]
  • إِنَّهُۥ یَعۡلَمُ [ Al A’la 7]
  • إِنَّهُۥ عَلَىٰ رَجۡعِهِۦ لَقَادِرࣱ [ At Tariq 8]
  • عَنۡهُ مَالُهُۥ [ Al Masad 2]

Nama lain bagi Mad Silah Qosirah adalah Mad Silah Sughra. Ia dinamakan Mad Silah Sughra kerana  perkataan Silah bermaksud sambung kerana perkataan itu dipanjangkan bacaannya dengan wau dan ya pada ketika wasal, tetapi dibaca sukun ketika waqaf. Dinamakan Sughra kerana tidak terdapat huruf hamzah selepas Ha’ simpul itu.

Mad Silah Tawilah | 

Mad Silah Tawilah menurut bahasa, Mad artinya adalah Panjang dan shilah artinya adalah hubungan. Sedangkan secara istilah pengertian Mad Silah Tawilah adalah “Mad Tambahan (dari Mad Ashli) yang disebabkan oleh Ha’ Dhomir (Kata ganti bena atau orang ketiga tunggal). Ha’ Dlomir disebut juga Ha’ Kinayah, yaitu Ha’ Tambahan yang menunjukan mufrod mudhzakar ghoib atau orang ketiga tunggal.

Penamaan dalam Mad Silah Tawilah ini para ulama banyak memberikan alasan tentang penamaan ini, yaitu sebagai penghormatan terhadap Al-Qur’an yang agung, yang tidak bisa ditambahkan ataupun dikurangi.

 

 

Mad Silah Tawilah Tawilah, menurut Bahasa Towilah artinya adalah Panjang. Sedangkan menurut istilah adalah Apabila setelah Ha’ Dhomir terdapat hamzah qothi. Jadi syarat terjadinya Mad Silah Tawilah adalah adanya huruf hamzah (أ)  setelah ha’ dhomir (ه) atau dengan kata lain, ketika huruf ha dhamir (ه) bertemu dengan huruf hamzah (أ) dalam dua kata berbeda atau berlainan maka itulah Mad Silah Tawilah
Cara Membaca Mad Silah Tawilah
Cara membaca Mad Silah Tawilah adalah dipanjangkan 4 atau 5 harokat atau dua setengah alif, baik ha’ dhomir (ه) tersebut berharokat dhommah ataupun berkharokat kasroh. Hal ini sebagimana keterangan menurut Imam Hafsh yaitu setiap mad  yang disebabkan hamzah panjangnya 4-5 harakat. Menurut Imam Warosy panjang maddnya adalah emapat harokat, sedangkankan menurut Imam Qolun, ukuran panjangnya adalah 4 harakat, dan jaiz menufasil 2 harokat.

Kita membaca mad shilah thawilah dengan panjang 4-5 harakat. Oleh karena itu, mad shilah thawilah termasuk dalam golongan mad far’i (hukum tambahan dari mad asli).

Contoh dalam Al-Qur’an: (1) Q.s Yaasin: 23

 

ءَاَ تَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَا عَتُهُمْ شَيْــئًا وَّلَا يُنْقِذُوْنِ

 

a attakhizu ming duunihiii aalihatan iy yuridnir-rohmaanu bidhurril laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-aw wa laa yungqizuun

Artinya:

“Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.” (QS. Ya-Sin 36: Ayat 23)

Contoh dalam Al-Qur’an: (2) Q.s. Al-Balad: 7

 

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗۤ اَحَدٌ

 

a yahsabu al lam yarohuuu ahad

Artinya:

“Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?” (Qs. Al-Balad 90: Ayat 7)

Contoh dalam Al-Qur’an: (2) Q.s. Al-Humazah ayat 3

 

يَحْسَبُ اَنَّ مَا لَهٗۤ اَخْلَدَهٗ

 

yahsabu anna maalahuuu akhladah

Artinya:

”dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.”(QS. Al-Humazah 104: Ayat 3)

 

Demikianlah sedikit catatan tentang Mad Silah, Macam dan Contohnya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077