Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Perihal Ijazah Riwayat Hafsh Syekh Utsman Sulaiman Murod

Oleh: Imam Safi’i, S.S, M.Pd dan Adi Ahmad Warsyawijaya, Lc, M.A 

Related Post: Menyoal Generasi ke-24 dalam Silsilah Sanad dan Periwayatan Al-Qur’an

BLOGGURU – Para peneliti sanad berbeda pendapat perihal ijazah riwayat Hafsh Syekh Utsman Sulaiman Murod dari Syekh Hasan Juraisy Kabir. Berikut ini penjelasannya :

– Sebagian mereka mengatakan “Bahwa Syekh Sulaiman Murod tidak bertemu dengan Syekh Juraisy Kabir.” Alasannya : Saat Syekh Sulaiman Murod lahir, di tahun yang sama 4 bulan berikutnya Syekh Juraisy Kabir wafat. Maka tidak mungkin bayi yang berusia 4 bulan bisa talaqqi.

– Pendapat kedua mengatakan : “Bahwa Syekh Sulaiman Murod bertemu dengan Syekh Juraisy Kabir dan talaqqi riwayat Hafsh saja.” Alasannya : Tahun kewafatan Syekh Juraisy Kabir masih diperdebatkan, ada yang mengatakan tahun 1309 H, sebagian lagi mengatakan tahun 1310 H dan ada bukti mahthutat yang menyatakan tahun 1317 H.

Kesimpulannya:

Setelah kami meneliti beberapa kitab sanad dan ijazah Al-Quran, maka kami menyimpulkan sebagai berikut:

1. Syekh Utsman Sulaimàn Murod lahir tahun 1309 H. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian ahli sanad dan informasi dari keturunan beliau.

2. Syekh Hasan Juraisy Kabir wafat tahun 1317 H. Hal ini dibuktikan dengan makthuthat dari Hindia. Walaupun beberapa ahli sanad masih berbeda pendapat perihal ini, namun kami memilih pendapat di atas.

3. Kemungkin Syekh Utsman Sulaimàn Murod bisa bertemu dengan Syekh Hasan Juraisy Kabir dan membaca riwayat Hafsh pada beliau.

4. Walaupun tahun wafat Syeikh Juraisy Kabir masih diperdebatkan, maka bacaan Syeikh Utsman Sulaiman Murod pada Syekh Juraisy Kabir tidak bisa ditolak atau diingkari, karena apa yang disebutkan di ijazah lebih kuat dan diterima sebagai persaksian. Sedangkan tahun wafat seseorang terkadang bersifat perkiraan dan tidak selalu tepat dengan fakta.

5. Prediksi orang yang mengatakan bahwa Syeikh Utsman Sulaimàn Murod bukan belajar pada Syekh Juraisy Kabir tapi pada Syekh Juraisy Shogir juga diragukan, karena ijazah Utsman Sulaimàn Murod yang beredar, terutama dari 3 orang masyaikh murid beliau yaitu  Syeikh Abdul Aziz Abdul Hafidz, Syeikh Abdul Fattah Madkur dan Syeikh Ali Al ‘Iryani, semuanya menyatakan bahwa guru mereka, yaitu Syeikh Utsman Murod membaca riwayat Hafs kepada Syekh Juraisy Kabir, dan tidak ada satupun yang menyebutkan dalam ijazah mereka bahwa Syekh Utsman Sulaiman Murod membaca pada Juraisy Shoghir.

Andaikan ada satu yang menyebutkan nama Juraisy Shoghir, maka bisa kita prediksikan adanya sabqul qolam, yaitu kekeliruan dalam penulisan ayah dan anak dalam ijazah yang kebetulan memang mirip namanya.

Beberapa ijazah ditemukan bahwa Syekh Sulaiman Murod belajar pada Syekh Ibrahim Sa’ad Al-Mishri dari Syekh Hasan Juraisy Kabir.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Sumber: WA Group Markaz Qiraat Ibnu Abbas al-Islamy

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR