
Mushaf al-Qur’an. (foto: ist/*)
Oleh: Imam Safi’i, S.S, M.Pd *)
Related Post: Fenomena Belajar Qiraat
BLOGGURU – Apa yang dimaksud Idghom Naqish dan Idghom Kamil? Sebagaimana kita ketahui, bacaan Idghom Shoghir dilihat dari segi sempurna dan tidaknya saat diidghomkan maka terbagi menjadi dua, yakni : Idghom Naqish dan Idghom Kamil. Berikut ini penjelasannya:
Pertama, Idghom Naqish adalah memasukkan atau meleburkan huruf pertama pada huruf yang kedua secara tidak sempurna.
Hal ini dikarenakan kuatnya sifat huruf yang pertama sehingga tidak dapat diidghomkan secara penuh pada huruf yang kedua. Seperti terdapat pada pada lafadz :
Alasannya:
Huruf yang kuat tidak bisa diidghomkan secara sempurna pada huruf yang lemah, jadi walaupun diidhomkan sifat ithbaq pada ط tetap tampak.
Kedua, Idghom Kamil yaitu : memasukkan atau meleburkan huruf yang pertama pada huruf yang kedua secara sempurna. Contohnya:
Teori Idghom:
1. Secara teori, bila ada dua huruf yang sama atau berdekatan makhrojnya, dimana huruf yang pertama sukun yang kedua berharakat maka harus idghomkan.
2. Jika huruf pertama yang diidhomkan sifatnya lebih kuat, dari pada huruf yang kedua maka disebut Idghom Naqish (kurang sempurna). Adapun jika huruf kedua sifatnya lebih kuat dari pada yang pertama maka disebut idghom kamil (sempurna idghomnya).
3. Untuk mengetahui kuat dan lemahnya sifat suatu huruf bisa di lihat di buku² tajwid. Bab makroj dan sifat. ☺️
Tambahan Faidah:
Ada beberapa kasus dimana huruf pertama lebih kuat dari pada huruf yang kedua namun tetap dibaca Idghom Kamil. Seperti pada lafadz :
Walaupun secara teori huruf د lebih kuat sifatnya dari pada huruf ت، namun pada lafadz tersebut tetap dibaca Idghom Kamil
Begitu juga pada contoh lafadz :
Meskipun huruf ق sifatnya lebih kuat daripada ك، akan tetapi dibaca dengan Idghom Kamil, walaupun para ulama menetapkan boleh dengan 2 wajah, yakni Idghom Kamil dan Idghom Naqish.. Namun jika dikembalikan pada riwayatnya lebih utama dibaca Idghom Kamil.
(* Imam Safi’i, S.S, M.Pd, Peneliti Sanad Ilmu Qira’at