
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Kitab Taisirul Kholaq
BLOGGURU – Apa itu Kitab “Taisirul Kholaq”? Kitab Taisirul Khalaq yaitu kitab yang berisi tentang Akhlaq-akhlaq agama yang baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pembelajaran bagi orang yang pemula dalam mempelajari tentang Akhlaq. Objek pembahasan ilmu akhlaq ialah tingkah laku baik atau jeleknya. Adapun buah ilmu akhlaq ialah kebaikan hati dan semua anggota badan ketika di dunia dan keberhasilan mencapai derajat yang mulia di akhirat nanti.
Berikut ini terjemah (7-8-9) Kitab Taisirul Kholaq: Adab dalam Pergaulan, Kerukunan dan Persaudaraan
Adab Dalam Pergaulan
Etika pergaulan itu banyak, antara lain : Bermuka menyenangkan, ramah, mendengar ucapan orang lain, tidak angkuh, diam tatkala teman sedang bergurau, memaafkan teman yang khilaf, santun dan tidak membanggakan (menyombongkan) diri dengan pangkat atau kekayaan. Sebab, menyombongkan diri dengan cara ini dapat menjatuhkan harga diri.
Di antara adab pergaulan yang lain, ialah menyimpan rahasia, karena tidak ada nilai bagi orang yang tidak dapat menyimpan rahasia.
Kata penyair :
“Jika seseorang tidak bisa memelihara tiga perkara, maka juallah dia, meskipun hanya dengan harga segenggam abu. (Tiga perkara) itu, ialah, setia kawan, mengorbankan harta kekayaan dan menyimpan rahasia di dalam hati.”
Kerukunan
Kerukunan adalah perasaan tenteram ketika hidup bersama orang banyak dan senang ketika bertemu mereka. Adapun sebab-sebab tercipta kerukunan itu ada lima, yaitu :
Pertama: Ada kepercayan agama; Sebab iman yang sempurna itu akan melahirkan rasa kasih sayang terhadap sesamanya.
Kedua: Ada hubungan nasab: Karena manusia itu – pada dasarnya – cenderung pada familinya, cinta kepada mereka dan selalu berusaha menyelamatkan mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
Ketiga: Ada ikatan perkawinan; Sebab, seseorang apabila mencintai istri atau suaminya, tentu menyukai pula kepada setiap orang yang mempunyai hubungan dengannya. Khalid bin Yazid bin Mu’awwiyah pernah berkata :
“Orang yang paling saya benci adalah kluarga Zubair bin Al-Awwwam tetapi saya kemudian kawin dengan salah seorang putri mereka, akhirnya mereka menjadi orang-orang yang paling saya cintai.”
Keempat: Sikap baik, yaitu tindakan atau ucapan baik kepada sesama manusia. Ada penyair berkata :
“Bersikaplah baik kepada sesama manusia, engkau pasti dapat menundukkan hati mereka. Karena sejak dahulu sikap baik itu dapat menarik simpati dari orang banyak.”
Kelima: Ada pertalian persaudaraan, sebagaimana sikap Rasulullah saw. mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dengan orang-orang Anshar, agar kuat hubungan mereka dan bertambah rukun.
Adapun manfaat kerukunan itu, adalah dapat saling memberikan kebaikan di antara sesama manusia dan tolong menolong dalam usaha baik dan taat kepada Allah. Dengan kerukunan inilah keadaan menjadi seimbang, stabil dan tidak ada gejolak. Allah swt. berfirman :
“Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
Persaudaraan
Persaudaraan adalah pertalian hubungan cinta kasih antara dua orang. Masing-masing mereka berusaha berbuat baik kepada lainnya, dengan cara memberi bantuan kepada lainnya. Baik berupa harta, tenaga, sikap memaafkan, ketulusan, kesetiaan, usaha meringankan bebannya, tidak saling membebani, selalu berkata baik sesuai ajaran agama, menganjurkan berbuat baik dan menghindarkannya dari kemungkaran serta saling memohon kebaikan kepada Allah.
Adapun manfaat persaudaraan itu sangat besar. Sebab, ia dapat mendorong seseorang berbudi mulia, menciptakan kerukunan dan perdamaian yang diharapkan oleh Allah dari hasil takwa.
“Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan-hubungan di antara sesamamu.” (Q.S. Al-Anfal, 8: 1).
(***)