
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Mau belajar dan mendalami Ilmu Tajwid dan Ilmu Qiraat? Sebaiknya belajar dari sumber aslinya, yaitu para ulama yang Ahli Ilmu Tajwid dan Ahli Ilmu Qiraat. Saat ini sudah banyak diselenggarakan Majelis Ilmu yang bersanad terkait Kutub Matan Tajwid dan Qiraat tersebut. Kutub matan tajwid dan qira’at merupakan salah satu fondasi penting dalam ilmu al-Qur’an yang sering menjadi kajian di pesantren, majelis tahfizh, maupun studi Islam tingkat lanjut.
Kitab Matan tajwid adalah naskah ringkas (biasanya dalam bentuk nazham/syair berbahasa Arab) yang memuat kaidah-kaidah cara membaca al-Qur’an dengan benar, sesuai dengan aturan makhraj huruf, sifat huruf, hukum nun sukun, mim sukun, mad, waqaf, dan lain sebagainya. Secara bahasa, “Matan” berarti teks ringkas padat berisi inti ajaran ilmu, ringkasan kaidah ilmu, sedang “Tajwid” berarti memperindah bacaan, yaitu iṣlāḥ al-lafẓ ‘an al-laḥn — memperbaiki lafaz dari kesalahan.
Contoh kitab matan tajwid yang populer adalah Kitab Matan al-Jazariyyah – karya Imam Ibn al-Jazari (751–833 H), yang dikenal disebut sebagai “Imam Qira’at”. Pembukaannya sangat terkenal:
والْأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لَازِمُ
مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرْآنَ آثِمُ
Artinya: “Membaca dengan tajwid adalah kewajiban; siapa yang tidak membaca dengan tajwid, maka ia berdosa.”
Kitab Matan Tajwid terkenal lainnya adalah Tuhfah al-Aṭfāl – karya Syaikh Sulaiman al-Jamzuri, khusus membahas hukum nun sukun, tanwin, dan mim sukun secara nazham pendek dan mudah dihafal. Sementara untuk kitab matan qira’at adalah kitab nazham yang menjelaskan berbagai macam cara bacaan al-Qur’an (qira’at) yang diriwayatkan dari para imam qira’at. “Qira’at” adalah perbedaan cara membaca al-Qur’an yang dinukil secara sahih dari Rasulullah ﷺ melalui sanad yang mutawatir, baik dalam hal harakat, huruf, imalah, tashil, maupun bentuk bacaan lainnya.
Contoh kitab matan qira’at yang terkenal adalah Kitab Matan al-Syāṭibiyyah (Ḥirz al-Amānī wa Wajh al-Tahānī) – karya Imam al-Syāṭibī (538–590 H), memuat qira’at sab‘ah (tujuh qira’at), Kitab Matan al-Durrah al-Maḍiyyah – karya Ibn al-Jazari, sebagai pelengkap tiga qira’at sehingga mencakup sepuluh qira’at (qira’āt ‘ashr), dan Kitab Matan Ṭayyibah al-Nasyr – juga karya Ibn al-Jazari, menjelaskan secara lengkap qira’at sepuluh besar dengan perinciannya.
Berikut ini Tabel sederhana yang menjelaskan perbedaan Kitab Matan Tajwid dan Qiraat dari berbagai aspek:
| Aspek | Matan Tajwid | Matan Qira’at |
|---|---|---|
| Fokus Kajian | Kaidah bacaan, makhraj, hukum huruf | Ragam bacaan dari imam qira’at |
| Sumber utama | Kaidah dari guru qira’at dan ulama tajwid | Riwayat bacaan dari para imam (Nafi‘, Ibn Katsir, Asim, dll.) |
| Bentuk penyajian | Nazham pendek (50–100 bait) | Nazham panjang (lebih dari 1000 bait) |
| Tujuan utama | Membentuk bacaan Qur’an yang fasih | Mengetahui perbedaan bacaan sahih |
| Contoh kitab | Tuhfah al-Aṭfāl, Jazariyyah | Syathibiyyah, Durrah, Tayyibah |
Fadhilah Mempelajari Kitab Matan Tajwid dan Qiraat
Diantara Fadhilah mempelajari Kitab Matan Tajwid dan Qiraat adalah mendapat keberkahan dan pahala besar. Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang membaca al-Qur’an dengan tartil dan mahir, akan bersama para malaikat yang mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Belajar tajwid dan qira’at adalah bagian dari tartil yang disebut dalam QS. al-Muzzammil [73]: 4
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya: “Bacalah al-Qur’an dengan tartil (perlahan dan benar).”
Jadi memahami Tajwid dengan baik dan benar, berarti menjaga keaslian bacaan wahyu (kalam ilahi). Dengan tajwid dan qira’at, seorang pembaca menjaga keutuhan lafaz sebagaimana diturunkan dari Rasulullah ﷺ tanpa perubahan sedikitpun, sekaligus menjadi bagian dari sanad ilmu al-Qur’an. Orang yang belajar matan qira’at termasuk dalam mata rantai periwayatan Qur’an yang bersambung sampai Nabi ﷺ — suatu kemuliaan besar di sisi Allah.
Secara Akademik dan Keilmuan, Kitab Matan Tajwid dan Qiraat membantu pembelajar memahami variasi bacaan yang shahih. Dengan sendirinya menjadi dasar kritik teks (tahqīq al-nuṣūṣ). Dalam studi manuskrip atau kodikologi Qur’an klasik, ilmu qira’at membantu mengidentifikasi perbedaan naskah dan varian bacaan, juga mendukung kajian tafsir dan balaghah. Perbedaan qira’at sering membuka makna yang beragam dan memperkaya tafsir. Contoh: QS. al-Fātiḥah: Mālik vs Malik → “Pemilik” vs “Raja” Hari Pembalasan. Ilmu Tajwid dan Ilmu Qiraat merupakan disiplin khas Ahlul Qur’an. Menguasai ilmu ini menjadi syarat bagi pengajar tahsin, muhaqqiq kitab Qur’an, dan pengkaji sanad bacaan.
Bagaimana Cara dan Etika Mempelajari Kitab Matan Tajwid dan Qiraat
Pertama, dengan talaqqī dan musyāfahah. Artinya, belajar langsung dari guru yang memiliki sanad bacaan. Ini sesuai dengan metode para ulama qira’at klasik.
Kedua, Menghafal nazham (matan). Biasanya pelajar menghafal syair matan tajwid atau qira’at, kemudian guru menjelaskan maknanya bait per bait.
Ketiga, Membaca kitab syarh (penjelasan). Misalnya: Syarh Tuhfah al-Aṭfāl karya Syaikh al-Mulla ‘Ali Qari, Syarh al-Jazariyyah karya Imam al-Suyuthi, dan Syarh al-Syathibiyyah karya Imam Ibn al-Qayyim dan al-Dimyati.
Keempat, Menerapkan dalam tilawah. Ilmu ini bukan sekadar teoritis — ia harus diamalkan dalam bacaan sehari-hari.
Berikut ini beberapa Kitab Matan Tajwid dan Kitab Matan Qiraat yang banyak dipelajari, dikaji dan dihafalkan isinya, khususnya bagi calon hafidz/hafidzah atau pembelajar Ulumul Qur’an, yaitu:
1. Kitab Matan Hidayatus Sibyan. Lihat: Ujian Akhir Daurah Matan Hidayatus Sibyan
2. Kitab Kitab Hilyatus Sibyan
3. Kitab Matan Tuhfatul Athfal. Lihat: Ujian Akhir Daurah Kitab Matan Tuhfatul Athfal
4. Kitab Matan Tuhfah Samanudiyyah
5. Kitab Qosidah Roiyyah Al-Khoqoniy
6. Kitab Matan Al-Jazariyyah
7. Kitab Mandzumah Nuniyyah Sakhowiyah
8. Kitab Matan Ighosatul Malhuf
9. Kitab Mandzumah Al-Mufid Littibbiy
10. Kitab Matan As-Salsabil Asy-Syafi’iy
11. Kitab Matan Al-Wadihah Fi Tajwid Surah Al-Fatihah. Lihat: Hukum Tajwid dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah
12. Kitab Matan Arjuzah Fi Kayyifiyati Surah Al-Fatihah
13. Kitab Matan Syatibiy (Qoidah Qira’at Sab’ah)
14. Kitab Matan Ad-Durroh (Qoidah Qiraat Tsalasah)
15. Kitab Matan Thoyyibah Nasyr (Qoidah Qiraat Asyroh Kubro)
Demikian sedikit catatan tentang Kitab Matan Tajwid dan Qiraat serta Fadhilah Mempelajarinya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 20 Oktober 2025
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.