Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Obat Hati

Obat Hati

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Berhati-hatilah terhadap Hati

BLOGGURU – Dalam perspektif Islam, penyakit hati sering diidentikkan dengan beberapa sifat buruk, tingkah laku atau perilaku tercela (al-akhlaq al-mazmumah), seperti dengki, iri hati, arogan, emosional dan seterusnya.

Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi, membagi penyakit hati dalam sembilan bagian, yaitu: pamer (riya’), marah (al-ghadhab), lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah), was-was (al-was-wasah), frustrasi (al-ya’s), rakus (tama’), terperdaya (al-ghurur), sombong (al-ujub), dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd).

Umumnya yang kita kenal sebagai penyakit hati diantaranya yang menonjol adalah: riya’, marah, membanggakan diri, iri hati dan dengki. Beberapa sifat tercela di atas ada relevansinya jika dianggap sebagai penyakit jiwa, sebab dalam kesehatan mental (mental hygiene) sifat-sifat tersebut merupakan indikasi dari penyakit kejiwaan manusia (psychoses). Jadi pada penderitanya sakit jiwa salah satunya ditandai oleh sifat-sifat buruk tersebut.

Menurut Ibrahim bin Ahmad al-Khawwash rahimahullah, Lima Obat Hati menurutnya adalah:

 

دواء القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبّر، و خلاء البطن، و قيام الليل، و التضرّع عند السحر، و مجالسة الصالحين

 

Artinya:

“Obat untuk hati ada lima: 1) Membaca al-Quran dengan menadaburinya; 2) Mengosongkan perut; 3) Shalat malam; 4) Berdoa pada waktu sahur; 5) Bermajelis dengan orang-orang saleh.” [Sumber: Shifatush Shafwah, hlm. 636].

Demikianlah obat hati menurut ulama Ibrahim bin Ahmad al-Khawwash, semoga bermanfaat dan mendapatkan perhatian kita semua. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

KELUAR