
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Berbakti kepada Kedua Orangtua dalam Kitab Adabul Mufrad
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti Majelis Kitabul Adab (14 Mei 2023 M/23 Syawal 1444 H), dan oleh karenya menerima ijazah khusus dengan syarat yang mu’tabar untuk Matn Al-âdâb Al-‘Asyarah dari ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI).
Ya, Matn Al-âdâb Al-‘Asyarah, yang berarti sepuluh etiket (tata krama) atau sepuluh adab yang paling agung, ditulis oleh Asy-Syaikh Shâlih bin Abdullâh bin Hamad Al- Ushaimy sebagai suatu pesan agar setiap muslim dan muslimah memperhatikan adab-adab dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy senantiasa diberikan ampunan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, dilimpahkan nikmat kesehatan kepada beliau, keluarga dan para gurunya, serta terkhusus waktu luang dan kesempatan kepada beliau untuk selalu mendakwahkan agamaNYA dalam mewariskan sanad keilmuannya. Matn Al-âdâb Al-‘Asyarah diperoleh sanadnya dari Syekh Muhammad Arfa, atas wewenang sanad langsung dari penulisnya, Syekh Saleh bin Abdullah bin Hamad Al-Usaimi, rahimahullah, Semoga Tuhan melindunginya
Matn Al-âdâb Al-‘asyarah, yang ditulis oleh Ma’aly Asy-Syaikh Shâlih bin Abdullâh bin Hamad Al- Ushaimy, ‘Udhwu Haiah Kibaar al-‘Ulama Wal Mudarris Bil Haramain Asy-Syarifain memang penting untuk menjadi perhatian kita semua, ditengah tergerusnya perilaku tanpa adab berseliweran dalam pergaulan sehari-hari. Syaikh Shâlih bin Abdullâh bin Hamad Al- Ushaimy berpesan bahwa Matan Al-âdâb Al-asyarah ini adalah wasiat beliau. ” Matan Al-âdâb Al-asyarah adalah wasiatku kepada kalian, anak-anak, dan keluarga kalian, seseorang kepala keluarga mengajarkannya kepada istri dan anak-anaknya, imam masjid mengajarkan masyarakat dan hendaklah mereka bersemangat dalam perkara ini”, pesan beliau.

Ijazah Matn AL-adab al-Asyarah. (foto: ist/*)
Berikut ini Al-âdâb Al-‘asyarah, sebagaimana telah di-Alih Bahasa-kan oleh Ustadz Irham Abisono. Semoga Allah mengampuninya, orang tua, guru dan kaum muslimin.
Ketahuilah-semoga Allah menunjukkan kepadaku dan dirimu menuju akhlak yang baik- bahwa, terdapat sepuluh adab yang paling agung, yaitu:
1. Apabila engkau bertemu dengan seorang muslim, maka ucapkanlah salam kepadanya, seraya mengatakan;(assalâmu ‘alaikum warahmatullâh wabarakâtuh)
2. Apabila engkau hendak masuk rumah salah seorang diantara kalian, maka mintalah izin seraya berdiri di sebelah kanan atau kiri pintu rumahnya. Apabila engkau diizinkan, maka masuklah, namun apabila tidak, maka pulanglah.
3. Ucapkanlah tasmiyah, ya’ni ucapan “bismillah” tatkala engkau hendak makan atau minum, makanlah dengan tangan kananmu dan dahulukanlah makanan yang dekat denganmu. Apabila engkau selesai, maka jilatlah jari jemarimu, serta ucapkanlah “alhamdulillah”.
4. Berbicaralah dengan ucapan yang baik, rendahkanlah suaramu, pelanlah dalam berbicara, diamlah tatkala ada orang yang berbicara kepadamu seraya menghadapkan dirimu kepadanya, jangan sekali-kali engkau potong pembicaraannya, dan jangan sekali-kali engkau mendahului orang yang besar dalam berbicara.
5. Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah, berbaringlah diatas tulang rusukmu yang sebelah kanan, bacalah ayat kursi (satu kali), kumpulkanlah kedua telapak tanganmu dan bacalah padanya surat “al- Ikhlâs” dan “al-Mua’wwidzât” (al-falaq dan an-nâs), tiuplah kedua telapak tanganmu, kemudian usapkanlah kedua telapak tanganmu itu ke bagian tubuh yang dapat dijangkau, hal ini engkau lakukan tiga kali.
6. Apabila engkau hendak bersin, maka tutuplah wajahmu dengan tangan atau pakaianmu, ucapkanlah hamdalah (alhamdulillâh). Apabila seseorang mendo’akanmu dengan mengatakan, ”Yarhamukallâh”, maka katakanlah kepadanya, ”Yahdâkumullâh wa yushlih bâlakum”
7. Apabila engkau hendak menguap, maka tahanlah dirimu semampumu, dengan meletakkan tanganmu di mulutmu, serta jangan sekali-kali mengatakan,”aaah, aaah”.
8. Apabila engkau sampai di suatu majlis, maka ucapkanlah salam, duduklah di tempat terakhir orang duduk, jangan sekali-kali engkau duduk di antara matahari dan bayangan, jangan pula engkau memisahkan duduknya dua orang, kecuali dengan izin keduanya, jangan sekali-kali engkau membangunkan seseorang dari tempat duduknya, berikanlah kelapangan majlis bagi orang yang baru datang, berdzikirlah kepada Allah di dalamnya, minimal mengucapkan Kaffaratul Majelis, “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
9. Berikanlah hak-hak jalan, jagalah pandanganmu, singkirkanlah gangguan di jalan, jawablah salam, perintahkanlah kebaikan dan laranglah kemungkaran.
10. Pakailah pakaian yang bagus, pakaian yang paling baik adalah putih, jangan sekali-kali isbal (pakaian melebihi mata kaki), apabila engkau hendak mengenakan pakaian, maka mulailah kenakan pakaianmu dari sebelah kanan, namun apabila engkau hendak melepas, pakaianmu, maka lepaskanlah dari sebelah kiri.
Demikianlah 10 adab yang agung dan penting untuk menjadi perhatian/kepedulian setiap muslim dalam berinteraksi sosial. Semoga saja kita dapat memperhatikan adab-adab/tata krama sebagaimana telah disebutkan diatas, sebagai pesan/amanat atau wasiat dari Syaikhuna, Asy-Syaikh Shâlih bin Abdullâh bin Hamad Al- Ushaimy rahimahullah.
Semoga catatan singkat ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.