
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Apa itu Kitab Ad-Diba’i atau Kitab Maulid Diba’? Kitab Ad-Diba’i merupakan Kitab yang membahas Riwayat Kelahiran Nabi Muhammad SAW, disertai syair pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Umumnya kitab terjemahnya menambahkan isi kitab dengan Do’a Khitbah, Khutbah Nikah, Aqad Nikah dan Do’a Aqad, serta Nama-nama Anak.
Jadi, Maulid Diba’ adalah sebuah kitab atau shalawat yang dibaca saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Adapun Syair Pujian atau Shalawat yang ada dalam Kitab ad-Diba’i, diantaranya ialah Shalawat Nariyah, Shalawat Munjiyat, Shalawat Tausiul Arzaq wa Tahsinul Akhlaq, Shalawat an-Nuur, Shalawat Thibbil Qulub, Mahallul Qiyami, Shalawat Badriyah, dan lain-lainnya.
Berikut bacaan Maulid Ad Diba dan terjemahnya.
Bismillahirrahmanirrahim. Inna fatahna laka fathan mubina. Liyaghfiralakallahu ma taqaddama min dzanbika wama ta-akh-khara wa yutimma ni’matahu ‘alayka wa yahdiyaka shirathan mustaqima. Wayanshurukallaahu nashron ‘aziiza.
Laqad ja-akum rasulun min anfusikum ‘azizun ‘alayhi ma ‘anittum harishun ‘alaykum bil-mukminina raufun rahim. Fain tawallaw faqul hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘adhim. Fa in tawallau fa qul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arsyil-‘aẓīm.
Innallaha wa malaikatahu yushalluna ‘alann nabi, ya ayyuhalladzina amanu shallu ‘alayhi wa sallimu taslima.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami (Allah) telah bukakan (memberikan kemenangan) kepada kamu, pembukaan (kemenangan) yang nyata.
Karena Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya (Alloh) kepadamu, dan memberikan petunjuk padamu jalan yang lurus. Dan Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang nyata.
Telah datang kepada kamu seorang utusan Allah dari jenis kamu sendiri, ia merasakan apa penderitaanmu, lagi sangat mengharapkan akan keselamatanmu, kepada orang yang beriman senantiasa merasa kasih sayang.
Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman! Bershalawat dan salamlah untuknya (Nabi Muhammad SAW).”
Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa (di atas segala-galanya). Maha pelindung lagi Penuntut segala dosa. Maha membangkitkan di hari kiamat, Maha Kekal, Maha Penganugerah, lagi Maha pelenyap sengsara.
Maha Mengetahui segala keadaan: yang nyata, yang musnah, dan yang binasa. Bertasbih kepada-Nya (semua) yang tenggelam, yang condong. Yang terbit dan yang terbenam.
Semua makhluk yang berbicara dan yang diam, Mengesakan Allah, demikian juga yang padat dan yang cair. Dengan keadilan-Nya, yang diam bisa bergerak, dan dengan keutamaan-Nya, yang bergerak menjadi diam. Tiada Tuhan selain Allah.
Yang Maha Bijaksana, yang menciptakan keindahan hikmah-Nya dan berbagai keajaiban. Dalam pengaturan susunan perwujudan manusia ini.
Diciptakan oleh-Nya, otak, tulang, bahu, urat pembuluh darah, daging, kulit, dan rambut dengan susunan teratur rapi. Dari sperma yang terpancar dari tulang rusuk laki-laki dan tulang dada perempuan. Tuhan selain Allah.
Pemurah kepada makhluk-Nya dengan hamparan karunia dan anugerah-Nya. Setiap malam rahmat Allah turun ke langit dunia, dan memanggil: Adakah malam ini orang yang mohon ampun serta adakah orang yang bertaubat? Orang yang memohon akan hajatnya maka aku akan kabulkan hajatnya.
Seandainya telah engkau lihat hamba-hamba mengabdi kepada Allah, berdiri tegak di atas telapak-telapak kakinya dengan cucuran air mata, di antara segolongan kaum ada yang menyesali dosa-dosanya dan bertaubat.
Ada orang-orang yang khawatir berbuat dosa lagi dan mencerca kepada dirinya sendiri, ada orang yang lari menghindar dari perbuatan-perbuatan dosa menuju perlindungan Allah. Tidak ada henti-hentinya mereka mohon ampunan, Sehingga berhari-hari lamanya meratapi rentetan kealpaannya.
Kemudian mereka kembali menekuni ibadah, dan mereka benar-benar beruntung dengan apa yang dicari, dan menemui kerhidaan Allah yang dicintai dan tiada seorang pun dari suatu kaum yang kembali dengan tangan hampa. Tuhan selain Allah.
Maha suci Allah dan Maha luhur yang telah menciptakan nur Muhammad Shallallohul ‘alayhi wasallam, dari nur-Nya sebelum menciptakan Adam dari tanah liat.
Allah memperlihatkan keagungan nur Muhammad kepada penghuni surga seraya berfirman: “Inilah pemimpin para Nabi dan paling agung di antara orang-orang pilihan serta lebih mulia di antara para kekasih Allah.”
(Bersambung …. )