Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Kitab Akhlaq lil Banat – Djuz 3 (9): Adab pada Waktu Tidur dan Adab pada Waktu Bangun Tidur

Kitab Akhlaq lil Banat – Djuz 3 (9): Adab pada Waktu Tidur dan Adab pada Waktu Bangun Tidur

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 3, yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

Adab pada Waktu Tidur

1. Tidur adalah kebutuhan bagi manusia, karena ia berfungsi mengembalikan kekuatan yang hilang pada saat dipakai bekerja. Waktu terbaik untuk tidur adalah malam hari, karena waktu itu penuh ketenangan. Semalam saja tidak tidur dapat membahayakan kesehatan, karena bisa mencegah seseorang dari tidur yang cukup bagi istirahatnya dan menyebabkan sulitnya pencernaan, akibatnya: kelemahan tubuh, sakit kepala dan terserang penyakit-penyakit otak.

Tidur disiang hari tidaklah bisa menggantikan pentingnya tidur malam. Maka tidurlah di awal malam supaya engkau bisa bangun pagi-pagi benar. Janganlah engkau tidur terlalu lama, karena hal itu menyebabkan kelemahan dan kemalasan, serta mencegah gairah kerja dan menghilangkan waktu sia-sia.

Bagi anak muda cukup baik tidur delapan jam sehari semalam, dan jangan langsung tidur setelah selesai makan malam, karena hal itu bisa menimbulkan mimpi-mimpi yang mengejutkan. Bahkan la bisa menjadikan orang sukar tidur, disamping bisa menyebabkan kerasnya hati. Dalam hadits disebutkan: “Cairkanlah makananmu dengan menyebut nama Allah dan melekukan shalat. Jangan tidur dalam keadaan kenyang sehingga. menjadikan kerasnya hatimu.”

Seusai makan, paling sedikit tiduriah dua jam dan janganlah tidur, kecuali engkau telah menjalankan kewajiban-kewajiban yang berupa shalat dan membaca wirid. Apabila ada tertinggal sebagian darinya, maka kerjakanlah pada waktu engkau ingat. Dalam hadits dikatakan: “Barangsiapa tidur dengan meninggalkan shalat witir karena lupa, maka hendaklah ia kerjakan shalat itu waktu ia teringat.”

2. Pakailah baju yang khusus untuk tidur, dan sebaiknya ia baju yang tidak sempit supaya bisa beristirahat dengan baik. Lepaskanlah baju sehari-harimu dan letakkan pada tempatnya, agar mudah bagimu untuk mengambilnya waktu pagi.

Kemudian kibaslah/kebutlah tempat tidurmu. Dalam hadits: “Apabila seseorang dari kamu pergi ke tempat tidurnya, maka hendaklah ia mengibaskan/membersihkan kain penutup kasurnya (sprei atau selimut), karena ia tidak tahu apa-apa yang ada di dalamnya.” Yakni mungkin saja ada serangga yang mengganggu dan merayap di tempat itu.

Berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan sambil menghadap kiblat dan bersyukurlah kepada Tuhanmu yang telah menyelamatkanmu sepanjang hari dan memberimu taufik dalam menjalankan kewajibanmu. Mintalah kepada Allah Ta’ala agar melindungi tidurmu dan menyelamatkan dirimu dari segala bentuk gangguan.

Hendaklah engkau berhati tenang, kosong dari bayangan pikiran yang macam-macam supaya tidurmu nyaman. Bersihkan hatimu dari dendam dan dengki terhadap sesama muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Berniatlah untuk melakukan kebaikan bila engkau bangun nanti dan mohonlah ampun atas dosa-dosamu seraya mengucapkan: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan selain Dia, yang Hidup kekal dan berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya (tiga kali).

Dalam hadits disebutkan: “Barangsiapa mengucapkannya ketika hendak tidur, maka Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan.”

Kemudian bacalah: “Dengan nama-Mu ya Tuhanku, kuletakkan tubuhku dan dengan nama-Mu jua aku mengangkatnya. Jika Engkau ambil nyawaku, maka rahmatilah dia. Dan jika Engkau melepaskannya, maka lindungilah dia, sebagaimana Engkau melindungi hamba-hambamu yang shalih.

“Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari di mana Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu (tiga kali).” Kemudian tiuplah kedua telapak tanganmu (hembusan lembut tanpa mengeluarkan ludah) dan bacalah: “Qul huwallahu Ahad, Qul A’udzu birobbil falaq dan Qul A’udzu birobbin Naas. Kemudian usapkanlah kedua telapak tanganmu itu pada bagian tubuhmu yang dapat kamu capai, dimulai dengan kepala dan wajah serta bagian depan dari tubuh. Demikianlah yang disebutkan dalam hadits.

Kemudian ucapkanlah: Subhanallah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali), Allahu Akbar (33 kali). Lalu ayat Kursi dan “Aamanar Rasuulu” sampai akhir surat Al-Baqarah. Telah disebutkan dalam hadits akan besarnya pahala bagi siapa yang mau membaca itu.

4. Hendaklah engkau tidur dengan terus berdzikir dan dalam keadaan berwudhu supaya ruhmu naik ke “Arsy dan ditulis dalam keadaan shalat, sampai engkau bangun.

Hendaklah juga engkau akhiri saat jagamu dengan kebaikan. Dalam hadits disebutkan: “Apabila manusia hendak tidur, malaikat dan syaitan memperebutkannya. Malaikat berkata: Ya Allah akhirilah dia dengan kebaikan. Syaitan berkata: Akhirilah dia dengan keburukan. Maka Jika ia menyebut nama Allah Ta’ala, kemudian ia tidur, malaikatlah yang menjaganya sepanjang malam.”

Akhirilah do’a-do’amu dengan do’a ini: “Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku mohon perlindungan punggungku kepada-Mu, dengan harap dan rasa takutku kepada-Mu.

Tiada tempat berlindung dan tiada tempat menyelamatkan diri dari-Mu, kecuali kembali kepada-Mu. Aku beriman dengan Kitab-Mu yang sudah Engkau turunkan dan Nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

Jika engkau baca do’a itu dan kebetulan engkau mati di malam itu, maka engkau telah mati dalam keadaan fitrah (suci dan bersih dari dosa-dosa kecil). Jika engkau hidup sampai pagi, maka engkau berada dalam kebaikan. Demikianlah yang tersebut dalam hadits. Setelah itu bacalah surat Al-Kaafiruun, lalu tidurlah seusai membacanya, karena ia membebaskan dari syirik sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.

5. Janganlah tidur di atas perutmu, karena itu tidak sesuai dengan adab dan bisa menyesakkan pernafasan serta menyebabkan mimpi-mimpi yang mengejutkan. Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah.”

Janganlah pula engkau tidur di atas punggungmu, supaya engkau tidak hanyut dalam tidurmu atau mengkhayalkan kejadian-kejadian yang menakutkanmu atau nanti akan terasa olehmu seakan-akan ada sesuatu yang berat menindih dadamu. Janganlah menutupi wajahmu pada waktu tidur, hal itu bisa menyebabkan sakit paru-paru, karena hanya menghirup udara yang pengap lagi buruk.

Hindarilah hawa dingin dengan menutup jendela jendela dan mengenakan selimut yang sanggup menghangatkan badan, supaya selamat dari pilek, gangguan perut dan penyakit influenza yang menular serta sakit pada persendian. Hal itu disebabkan panas badan berkurang selama dalam tidur karena kurangnya gerak, sedangkan kedinginan dapat mempengaruhi dan mengganggu kesehatan.

6. Janganlah membiarkan api dalam keadaan menyala waktu engkau hendak tidur. Dalam hadits disebutkan: “Jangan kamu biarkan ada api di rumah-rumah kamu ketika kamu tidur.”

Pada suatu malam sebuah rumah di Madinah terbakar dan reruntuhannya menimpa penghuninya. Ketika Rasulullah SAW. diberitahu tentang keadaan mereka, beliau yersabda: “Sesungguhnya api ini adalah musuh bagi kalian. Apabila kalian tidur, maka padamkanlah api.” Janganlah engkau tidur pada waktu-waktu yang terlarang bagi kita untuk tidur.

Disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa tidur sebelum waktu akhir shalat Isya’, maka semoga Allah tidak menidurkan kedua matanya. Barangsiapa tidur selesai shalat Ashar, lalu hilang akalnya, maka janganlah ia menyalahkan siapa-siapa selain dirinya sendiri. Tidur pada waktu pagi sesudah shalat shubuh dapat menjauhkan rezeki, sedangkan tidur pada waktu Dhuha bisa menyebabkan kebodohan, kebebalan/kedunguan.”

Adab pada Waktu Bangun Tidur

1. Apabila engkau bangun dari tidur, hendaklah yang pertama kali terlintas di hati dan lisanmu adalah dzikir/ingat kepada Allah Ta’ala, supaya masa jagamu engkau mulai dengan kebaikan, sebagaimana engkau mengakhirinya.

Dalam hadits disebutkan: “Saat tidur syaitan membuat tiga ikatan di belakang kepala seseorang darimu . la memukul di atas setiap ikatan seraya berkata, tetaplah di tempatmu, malam masih panjang, dan tidurlah lagi!

Jika ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala, terlepaslah satu ikatan itu. Apabila ia berwudhu, terlepaslah satu ikatan kedua dan ketika Ia melakukan shalat, terlepaslah seluruh ikatan itu. Maka ia pun berubah bergairah dan berjiwa baik. Kalau tidak, ia akan menjadi bernaluri jahat lagi malas.”

Berusahalah engkau untuk bangun sebelum terbitnya fajar, agar bisa shalat Shubuh di awal waktu. Dalam hadits disebutkan: Rasulullah SAW. ditanya: “Amal manakah paling utama?” Beliau menjawab: “Shalat pada awal waktunya.”

Waspadalah sedapat mungkin agar engkau jangan sampai bangun terlambat. Menunda shalat dari waktunya dengan tanpa alasan yang nyata termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat. Yaitu mereka yang lalai dari shalatnya” (AlMaa’uun: 4,5).

Nabi SAW. bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang menunda shalat dari waktunya.” Disebutkan pula hadits bahwa seorang laki-laki di kabarkan kepada Nabi SAW. dan dikatakan, “Ia tidur hingga pagi sampai tidak mengerjakan shalat.” Maka Nabi SAW. bersabda, “Syaitan telah mengencingi telinganya.” Barangsiapa yang demikian sifatnya, maka ia tidak akan bisa menerima kebaikan dan nasihat serta tidak akan terpengaruh olehnya.

2. Di sunnahkan bagimu ketika bangun dari tidur untuk bersiwak/memakai sikat gigi, kemudian membaca do’a-do’a ini: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikannya, kepada-Nya kami dibangkitkan. Segala puji bagi Allah yang mengembalikan rohku kepada jasadku dan memberikan kesehatan pada tubuhku serta mengizinkan aku menyebut nama-Nya. Segala puji bagi Allah yang menCiptakan tidur dan terjaga. Segala puji bagi Allah yang membangkitkan aku dalam keadaan selamat dan sempurna.

Aku bersaksi bahwa Allah menghidupkan orang mati dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji-pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.

Tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, ya Allah, segala puji bagi-Mu, aku mohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosaku dan aku mohon rahmat-Mu.

Ya Tuhanku, tambahlah ilmuku. Jangan sesatkan hatiku setelah Engkau memberiku petunjuk. Berilah rahmat kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” –Lalu engkau pandangi langit seraya membaca akhir surat Ali Imran: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal.” dibaca hingga akhir surat.

Apabila engkau tidak hafal do’a-do’a dan ayat-ayat tersebut, maka tidaklah mengapa engkau ucapkan sambil membaca, sampai engkau dapat menghafalnya karena seringnya membaca dan mengulanginya.

3. Kemudian pakailah bajumu dan bacalah do’a yang telah disebutkan pada bab adab berpakaian: “Bismillahir Rahmanir Rahiim. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tubuh yang memakainya. Dan aku berlindung dengan-Mu dari keburukannya dan keburukan tubuh yang memakainya.

Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan memberikannya sebagai rezeki untukku tanpa daya dan kekuatan dariku.” Kemudian pergilah ke kamar kecil dengan mengenakan sandal dan kepala tertutup. Dahulukan kaki sebelah kiri ketika masuk dan kaki yang kanan ketika keluar. Jangan lupakan do’a-do’a yang bersumber dari Nabi SAW. pada saat itu dan ketika selesai berwudhu.

Kemudian kerjakan shalat sunnah Qobliyah Shubuh dua rakaat dan sertakan pula niat shalat sunnah karena Wudhu. Setelah itu bacalah do’a Fajar sebagaimana yang tersebut dalam hadits, dan awalnya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu.”

Dan kerjakan shalat Shubuh secara berjama’ah lalu bacalah “Wirdul Lathif” yang tersohor, hasil susunan: Al-Imam Al-Habib Abdullah Al-Haddad r.a. Beliau telah berhasil mengumpulkannya dari hadits-hadits yang sahih (benar). Maka bacalah selalu wirid itu, karena besar manfaatnya di dunia dan akhirat.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Reminder Shalat Dhuha
Oleh : Immim pangkep

Reminder Shalat Dhuha

0 Komentar

KELUAR