
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Dalam penelitian “Sumbangsih Orang Melayu dalam Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang di Kabupaten Pangkep”, banyak sekali istilah dan kata serapan yang lebih spesifik dan membutuhkan identifikasi dan pengelompokan, membandingkan kata dalam naskah Lontaraq Pangkep dengan padanannya dalam bahasa Melayu kuno untuk langsung dilampirkan dalam Tesis.
Berikut ini adalah daftar istilah serapan (Glossary)–bagian pertama—yang disusun secara sistematis untuk mendukung analisis tesis penulis. Tabel ini membandingkan istilah yang ditemukan dalam naskah Lontaraq (khususnya konteks Pangkep/Siang) dengan padanannya dalam Bahasa Melayu serta akar katanya (biasanya dari Sanskerta atau Arab).
Daftar ini difokuskan pada istilah yang menjadi penanda transisi budaya dan agama, yang membuktikan kuatnya pengaruh intelektual orang Melayu di wilayah pesisir Siang (Wilayah Pangkep saat ini).
Tabel Daftar Kata Serapan (Glossary) dalam Naskah Lontara Pangkep
Catatan Analitis untuk Tesis:
1. Dominasi Sanskerta melalui Melayu. Banyak istilah Islam awal yang justru berakar dari Sanskerta (seperti Sembahyang, Puasa, Surga). Ini membuktikan bahwa Islam yang masuk ke Pangkep melalui orang Melayu telah mengalami “penyaringan budaya” di wilayah Sumatera atau Malaka sebelum tiba di Sulawesi Selatan.
2. Pergeseran Leksikal. Penyerapan kata-kata ini dalam naskah Lontaraq menunjukkan bahwa orang Melayu berhasil melakukan “Islamisasi Bahasa”. Hal ini mempermudah konversi agama secara massa karena istilah yang digunakan sudah memiliki resonansi dengan budaya maritim yang dipahami secara luas.
3. Bukti Arkeologi Bahasa: Penggunaan istilah Sarak atau Syara’ (Syariat) yang bersanding dengan Ade’ (Adat) dalam naskah Lontaraq Pangkep adalah bukti paling konkret dari kontribusi Melayu dalam menyusun fondasi hukum sosial di Kerajaan Siang. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Referensi:
Jones, Russell. (2007). Loan-words in Indonesian and Malay. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Hadjrawi, Muhlis. (2015). Lontara’ Pangkep: Edisi Teks dan Kajian Filologis. Makassar: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Gonda, Jan. (1973). Sanskrit in Indonesia. New Delhi: International Academy of Indian Culture.
Matthes, B.F. (1859). Makassaarsch-Hollandsch Woordenboek. Amsterdam: Muller.