Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1 (1): Akhlaq Anak

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1 (1): Akhlaq Anak

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 1 yang diperuntukkan bagi Anak Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

1. Bagaimana Akhlaq yang Harus Dimiliki Anak? 

Anak haruslah memiliki akhlak yang baik sejak usia kecilnya, agar ia hidup dicintai pada waktu besarnya, diridhai Tuhannya, dicintai keluarganya dan semua orang. Ia harus pula menjauhi akhlak yang buruk, agar tidak menjadi orang yang dibenci, tidak dimurkai Tuhannya, tidak dibenci keluarganya, dan tidak dibenci siapapun.

Anak yan sopan menghormati kedua orang tuanya dan para gurunya, saudara – saudaranya yang lebih besar dan setiap orang yang lebih tua darinya. Ia harus menyayangi saudara – saudaranya yang kecil dan setiap orang yang lebih muda darinya

Ia harus berkata benar, bersikap rendah hati terhadap semua orang, bersabar dalam menghadapi gangguan dan tidak memutuskan hubungan dengan anak – anak. Hendaklah ia tidak bertengkar dengan mereka dan tidak mengeraskan suaranya jika berbicara atau tertawa.

Anak yang tidak sopan ialah tidak bersikap sopan santun terhadap kedua orang tua dan guru – gurunya. Ia tidak menghormati orang yang lebih tua dan tidak menyayangi anak yang lebih muda darinya. Ia berdusta jika berbicara dan mengeraskan suaranya jika tertawa. Ia suka memaki dan berkata buruk serta bertengkar. Ia suka mengejek orang lain dan bersikap sombong terhadap mereka, tidak malu melakukan perbuatan yang buruk dan tidak mendengarkan nasihat.

Ahmad adalah seorang anak yang masih kecil, tetapi ia bersikap sopan santun. Karena itu ia dicintai ayahnya. Ia juga suka bertanya tentang segala sesuatu yang tidak dipahaminya.

Pada suatu hari ia bertamasya dengan ayahnya di sebua kebun. Maka ia melihat sebatang pohon mawar yang indah, tetapi bengkok. Ahmad berkata, “Alangkah indahnya pohon ini. Akan tetapi wahai ayahku, mengapa ia bengkok? Ayahnya menjawab, “karena tukang kebun tidak memperhatikan untuk meluruskannya sejak kecil, maka ia pun menjadi bengkok.” Ahmad berkata, “Lebih baik kita meluruskannya sekarang.” Ayahnya tertawa dan berkata kepadanya, “Hal itu tidak mungkin wahai anakku, karena ia telah besar dan tebal batangnya.”

Begitu pula anak yang tidak bersikap sopan sejak kecilnya, tidak mungkin ia dididik ketika sudah besar.

(Bersambung …. )

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR