
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Tsabat dan Fihrist: Kitab Dokumentasi Tradisi Sanad Keilmuan Islam
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menerima ijazah sanad khusus dengan syarat yang mu’tabar untuk Kitab Al-Asanid Makkiyah Syekh Muhammad Yassin bin Issa Al-Fadaani rahimahullah. (Nomor Sertifikat: No. 50/IJAZAH/MTI/I/25, Tanggal 04 Januari 2025 /4 Rajab 1446 H dari ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI).
Syekh Muhammad Yassin bin Isa Al-Fadaani? Beliau seorang ulama pakar ilmu hadits, pendidik, dan ahli ilmu falaq keturunan Minangkabau, Padang. Nama lengkapnya Abu Faydl ‘Alam Al-Din Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa bin Ja’far Ash-Shadiq Al-Fadani Al-Hasani Al-Makki Asy-Syafi’i, dilahirkan pada 27 Sya’ban 1337 H/1917 M di Mekkah al-Mukarramah, tepatnya di kawasan Misfalah. Beliau dilahirkan dari orangtuanya yang bernama Syaikh Muhammad ‘Isa Al-Fadani Al-Hasani dan Nyai Maimunah binti Abdullah Al-Fadani, keduanya keturunan Padang, Sumatera Barat saat ini.
Awal pendidikan Syaikh Muhammad Yassin bin Isa al-Fadani langsung dari ayahnya, mulai dari ilmu membaca Al-Qur’an, tauhid, fiqh, gramatika Arab, dan lain-lain. Berkat ibunya yang juga seorang penghafal Al-Qur’an (Haafizhah), beliau mampu menghafal Al-Qur’an pada usia 8 tahun. Diantara gurunya adalah Sayyid Muhsin al-Musawa, Syaikh Mukhtar Utsman Makhdum, Syaikh Abdullah Muhammad Niar, dan Syaikh Muhammad Hasan Al-Masysyath selama 6 tahun di Madrasah Shaulathiyyah, sedangkan di Madrasah Dar Al-‘Ulum, Syaikh Muhammad Yasin belajar kepada Sayyid Muhsin Al-Musawwa, Syaikh Ibrahim Dawud Al-Fathani, Syaikh Muhammad Ali Al-Makki, Syaikh Zubair bin Ahmad Al-Filfulani, Syaikh Abdul Muhaimin Al-Lasemi, Syaikh Husein Ibnul Abdul Ghani Al-Falimbani, Syaikh Ahmad Al-Qishthi, dan yang lainnya. ‘
Syaikh Muhammad Yasin diminta oleh masyayikh madrasah untuk mengajar dan menjadi mudir di Madrasah Dar al-Ulum, selain juga aktif mengajar di Masjidil Haram. Majelis taklim beliau cukup dikenal dan diminati oleh penduduk Mekkah sehingga beliau harus membuka pelajaran tambahan di rumahnya. Di samping majelis taklim yang rutin dilakukan setiap hari, setiap bulan Ramadan beliau mengkhatamkan Kutub al-Sittah. Kajian ini senantiasa beliau tekuni hingga berjalan sampai 15 tahun lamanya.
As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Ahdal, menggugah Syair berisi pujian terhadap Syaikh Yasin Al-Fadani Al-Hasani.
Artinya:
“Engkau tak ada taranya dalam ilmu dan hakekat, Dibangun orang kejayaan kaulah Satu-satunya yang jaya.”
Dalam disiplin ilmu hadits, sanad beliau berguru kepada Syaikh Umar Hamdan Al-Mahrusi, Syaikh Muhammad Ali Husein Al-Maliki, Sysikh ‘Umar Bajunaid (Mufti Syafi’iyyah Makkah), Syaikh Sa’id bin Muhammad Al-Yamani, dan Syaikh Hasan Al-Yamani. Dalam disiplin ilmu Usul al-Fiqih, gramatika Arab, Qawaid Al-Fiqhiyyah, Syaikh Yasin belajar kepada Syaikh Muhsin Ibnul ‘Ali Al-Falimbani Al-Maliki dan Sayyid ‘Alwi bin ‘Abbas Al-Maliki Al-Makki Al-Idrisi Al-Hasani. Dalam disiplin Ilmu Falak dan Miqat kepada Syaikh khalifah An-Nabhani.
Guru-guru Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani mencapai lebih dari 700 orang jumlahnya dengan kurang lebih 500 sanad keilmuan yang terkemuka. Sebegitu pentingnya sanad di mata beliau sehingga beliau melakukan pengembaraan mencari guru sebuah ilmu yang lengkap beserta sanadnya di Thaif, makkah, Madinah, Riyadh, maupun kota lainnya. Bahkan beliau sempat keluar Arab Saudi seperti Yaman, Mesir, Kuait dan negeri-negeri lainnya.
Berbicara mengenai sanad keilmuan khususnya di Indonesia, tak bisa dilepaskan dari Syaikh Yasin Al-Fadani Al-Hasani. Beliau mempunyai kontribusi besar terhadap ulama nusantara meskipun beliau tidak menetap di Nusantara. Sebelum wafat pada tahun 1990, beliau mengijazahkan kitabnya, Al-‘Iqd Al-Farid Min Jawahir Al-Asanid yang berisi kumpulan sanad kepada para kiai pengasuh pondok pesantren di Indonesia seperti K.H. Said Agil Husin Al Munawar (Jakarta, Palembang), K.H. Mahrus Ali (Lirboyo, Kediri), K.H. Abdul Basyir Hamzah (Meranggen, Demak), K.H. Maimun Zubair (Sarang, Rembang), K.H. Syafiq Nabhan (Kudus), K.H. M. Cholil Bisri (Raudhatu al-Thalibin, Rembang), K.H. Abdullah Faqih (Langitan, Tuban), K.H. Syafi’i Hadzami (Jakarta), Abah Guru Sekumpul Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari alaydrus (Darussalam, Martapura), dan yang lainnya.
Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadani Al-Hasani telah mengarang kurang lebih 102 kitab. Dimana 9 kitab tentang ilmu hadits, 25 kitab tentang ilmu dan ushul fikih, 36 buku tentang ilmu falak, dan sisanya tentang Ilmu-ilmu yang lain. Kitab-kitab karangan beliau itu telah banyak dijadikan rujukan oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam baik di Mekkah maupun Asia Tenggara.
Karya-karya Syaikh Yasin Al-Fadani Al-Hasani dalam bidang Ilmu Hadits antara lain: Ad-Dur Al-Mandhud Fi Syarh Sunan Abi Dawud, Al-‘Iqd Al-Farid min Jawahir Al-Asanid, Fathu Al-‘Alam Syarah Buluugh Al-Maram, Arba’un Hadithan Min Arba’ina Kitaban ‘An Arba’ina Syaikhan, Arba’un Al-Buldaniyyah Arba’un Haditsan ‘An Arba’in Syaikhan Min Arba’ina Baladan, Arba’un Hadithan Min Riyadh Al-Jannah Min Atsari Ahli Al-Sunnah, dan lain-lain. Kitab-kitabnya banyak dibaca para ulama dan menjadi rujukan lembaga-lembaga Islam, pondok pesantren, baik itu di Arab Saudi maupun di Asia Tenggara. Kitabnya yang paling terkenal: Al-Fawaid Al-Janiyyah, menjadi materi Silabus dalam mata kuliah Ushul Fiqh di Fakultas Syariah Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Syaikh Yasin Al-Fadani wafat pada malam Jumat di Kota Mekkah pada 20 Juli 1990 atau 28 Dzulhijjah 1410 H. Riwayat lain menyebut 21 Juli 1990 pada usia 75 tahun. Kepulangan beliau disaksikan oleh murid beliau bernama Syaikh Mukhtaruddin al-Falimbani.
* * *
Teruntuk Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy yang telah mengijazahkan Kitab Al-Asanid Makkiyah Syekh Muhammad Yassin bin Issa Al-Fadaani rahimahullah (Silahkan download kitabnya disini: الأسانيد المكية لكتب الحديث والسير والشمائل المحمدية للشيخ ياسين الفاداني (free download), Semoga senantiasa diberikan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala, dilimpahkan nikmat kesehatan kepada beliau, keluarga dan para gurunya, serta terkhusus waktu luang dan kesempatan kepada beliau untuk selalu mendakwahkan agamaNYA dalam mewariskan sanad keilmuannya.
Untuk Kitab Al-Asanid Makkiyah Syekh Muhammad Yassin bin Issa Al-Fadaani rahimahullah, Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, meriwayatkannya dari banyak masyaikh, salah satunya adalah dari:
Semoga catatan singkat ini dapat menjadi pengingat ijazah dalam mempelajari dan mengkaji secara khusus Al-Asanid Makkiyah Kutub Hadits, Biografi dan Riwayat Muhammadiyah Syekh Muhammad Yassin bin Issa Al-Fadaani rahimahullah. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene, Tanggal 04 Januari 2025 /4 Rajab 1446 H
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.