Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Syarah Al-Kafrawi ‘ala Al-Muqaddimah al-Ajurumiyah

Meraih Ijazah Sanad Syarah Al-Kafrawi 'ala Al-Muqaddimah al-Ajurumiyah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Meraih Ijazah Sanad Kitab Al-Ajurumiyah

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menerima ijazah sanad khusus dengan syarat yang mu’tabar untuk Kitab “Syarah Al-Kafrawi ‘ala Al-Muqaddimah al-Ajurumiyah” pada Tanggal 24 Januari 2025 /24 Rajab 1446 H dari ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI). Beliau berkata, “Kami ijazahkan (Kitab Syarah Al-Kafrawi ‘ala Al-Muqaddimah al-Ajurumiyah) bagi yang menginginkannya dengan syarat mendo’akan kesembuhan dan kesehatan untuk keluarga kami serta umumnya kaum muslimin.”

Kitab Syarh al-Kafrawi merupakan salah satu dari beberapa kitab yang mensyarahi kitab Matan al-Ajurumiyyah. Kitab ini dikarang oleh seorang ulama yang faqih dan ahli nahwu bernama Syaikh Hasan bin Ali al-Kafrawi asy-Syafi’i al-Azhari (wafat 1202 H). Beliau dilahirkan di sebuah kota di Mesir yang bernama Kafr El-Syaikh dan memulai pengembaraan keilmuannya di Kota al-Mahallah al-Kubro (dekat Kafr El-Syaikh), di sanalah ia mempelajari Al-Qur’an sekaligus menghafal banyak kitab matan. Kemudian pindah menuju Kairo, mendatangi beberapa ulama untuk ngalap ilmu dan barokah.

Diantara Para Guru Syaikh Hasan bin Ali al-Kafrawi adalah Syaikh Ahmad as-Suja’i (dinamakan as-Suja’i karena kalam-kalamnya yang bersajak) pengarang kitab Hasyiyah as-Suja’i ‘ala Syarh Qathr an-Nada li Ibn Hisyam, Syaikh Umar ath-Thohlawi pengarang kitab al-Mathla’ al-Qorib Syarh al-Thohlawi ‘ala Mandzumah al-Syabrowi fi an-Nahwi, Syaikh Muhammad bin Salim al-Hifni (syaikh al-Azhar kedelepan) pengarang kitab ats-Tsamroh al-Bahiyyah ‘ala Asma’ ash-Shohabah al-Badariyyah, dan Syaikh Ali ash-Sho’idi pengarang kitab Hasyiyah ‘ala Syarh az-Zarqoni ‘ala Mukhtashor Kholil. Atas pengembaraan keilmuannya itu, Syaikh al-Kafrawi memiliki banyak karya. Meliputi, Syarh al-Kafrawi ‘ala Matni al-Ajurumiyyah, I’rob al-Ajurumiyyah, Ad-Durru al-Mandzum bi Halli al-Muhimmat fi al-Khutum, dan Risalah fi Ahkam al-Mutahayyiroh.

Syaikh Hasan bin Ali al-Kafrawi menulis Kitab Syarh al-Kafrawi atas dasar permohonan dari para muhibbinnya, sebagaimana disampaikan di dalam Muqaddimah kitab di halaman 4 sebagai berikut:

“Sungguh para muhibbin (pecinta) ku telah memohon berkali-kali kepadaku untuk mensyarahi matan al-Ajurumiyyah karya Imam ash-Shanhaji dengan syarah yang ringkas tapi sudah meliputi terhadap kejelasan ma’na dan i’rob kalimat. Selain itu, mereka juga memintaku untuk memperbanyak contoh. Permintaan mereka ini atas dasar bahwa mereka belum menjumpai syarah kitab matan al-Ajurumiyyah seperti yang mereka sifati.

Aku terdiam sejenak, karena aku tahu bahwasanya pensyarah Kitab Matn al-Ajurumiyyah sudah banyak, hingga ada seseorang memohon kembali padaku yang aku sama sekali tak bisa menolak permintaannya dan aku juga mendapati banyak pelajar pemula memintaku untuk melakukan hal itu. Sehingga jelas padaku bahwa aku harus mensyarahinya dengan metode dan sifat yang telah disebutkan seraya berharap syarah tersebut bisa menjadi sebab kelak bisa memandang dzat Allah Yang Maha Mulia serta menjadi perantara untuk memperoleh surga-Nya.”

Bagi seorang santri dan pembelajar Ilmu Nahwu, setidaknya ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Ilmu Nahwu. Pertama, ia bisa menentukan harakat akhir sebuah kata. Kedua, bisa menentukan kedudukan (mauqi’) sebuah kata. Ketiga, ia bisa meng-i’rob setiap kata yang terdapat dalam kalimat.  Mungkin ada yang bertanya, apakah sama antara meng-i’rob dan menentukan i’rob? Menentukan i’rob berarti hanya sebatas menentukan i’rob (perubahan akhir) suatu kata baik isim atau fi’il, apakah rofa’, nashob, jar, atau jazm, sedangkan meng-i’rob berarti menjelaskan kedudukan dan perubahan harakat akhir kata dalam sebuah kalimat disertai alasan-alasannya. Diksi meng-i’rob ini sangat lumrah di kalangan para santri utamanya santri yang pernah atau sedang mempelajari ilmu nahwu.

Kitab Syarh al-Kafrawi menjadi salah satu kitab yang ikut andil dalam menjaga eksistensi dan penyebarluasan khazanah ilmu nahwu. Untuk Kitab Syarah al-Kafrawi ini, diantara sanadnya dari Ustadzuna, Dhani al-Farisi, Abu Abdillah al-Batawy adalah sebagai berikut:

ضـاني الفارسي عن الشيخ أحمد بن أبي بكر الحبشي عن الشيخ عبدالحي بن عبد الكبير الكتاني

عن أبي الحسن علي بن ظاهر الوتري عن أبي العباس أحمد بن الطاهر المراكشي عن القاضي أبي حامد العربي بن الهاشمي الزرهوني

عن العربي بن وليد الله المعطي الشرقاوي المالكي عن المصنف العلامة الفاضل الفقيه النحوي الشيخ حسن بن علي الكفراوي الشافعي رحمه الله

 

***

 

Download Kitab Syarh al-Kafrawi ‘ala Al-Ajurmiyah: شرح_الكفراوي_على_المقدمة_الآجرومية

Teruntuk Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy yang telah mengijazahkan Kitab “Syarah Al-Kafrawi ‘ala Al-Muqaddimah al-Ajurumiyah” karya Syaikh Hasan bin Ali al-Kafrawi asy-Syafi’i al-Azhari. Semoga senantiasa Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy diberikan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala, dilimpahkan nikmat kesehatan (Dan jika sakit, diberikan kesembuhan) kepada beliau, keluarga dan para gurunya, serta terkhusus waktu luang dan kesempatan kepada beliau untuk selalu mendakwahkan agamaNYA dalam mewariskan sanad keilmuannya.

Semoga catatan singkat ini dapat menjadi pengingat ijazah dalam mempelajari dan mengkaji secara khusus Kitab “Syarah Al-Kafrawi ‘ala Al-Muqaddimah al-Ajurumiyah” karya Syaikh Hasan bin Ali al-Kafrawi asy-Syafi’i al-Azhari  ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, Tanggal 24 Januari 2025 /24 Rajab 1446 H

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR