
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis mendapatkan ijazah khusus Kitab Ushul Qiraat karya Syaikh Taufiq Dhamrah al-Urduni dari syaikhuna, ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisi al-Batawy (Founder Markaz Thalabul Ilmi, MTI) dalam suatu dauroh/majelis ilmu, Sabtu (13/12/2025) yang dilaksanakan secara online buat semua anggota Group MTI.
Siapa itu Syaikh Taufiq Damra al-Urduni? Syaikh Taufiq Ibrahim Dhamrah al-Urduni adalah seorang ulama ahli qiraat kontemporer terkemuka asal Yordania. Beliau dikenal karena kemampuannya menyederhanakan ilmu qiraat yang kompleks menjadi buku-buku panduan praktis yang sangat mudah dipelajari oleh penuntut ilmu zaman sekarang.
Mengenai Kitab Ushul Qiraat karya beliau, sebenarnya merujuk pada seri buku panduan qiraat yang beliau tulis untuk masing-masing Imam Qiraat. Beliau tidak menulis satu kitab besar berjudul “Ushul Qiraat”, melainkan menulis kitab-kitab terpisah untuk setiap riwayat.
Karya-karya Syaikh Taufiq Ibrahim Dhamrah al-Urduni dalam bidang qiraat (seperti Ushul Qiraat Imam Ashim, Ushul Qiraat Imam Nafi’, dan lain-lain) memiliki ciri khas tersendiri, yaitu (1) Penyederhanaan Materi. Beliau merangkum isi kitab-kitab induk seperti Asy-Syathibiyyah dan An-Nasyr ke dalam bahasa prosa yang simpel. (2) Sistematis. Bab-babnya disusun secara rapi mulai dari Istia’dzah, Basmalah, Mim Jamak, Idgham, hingga bab-bab Farsh al-Huruf (perbedaan kata per kata dalam ayat). (3) Visual dan Tabel. Beliau sering menggunakan tabel untuk membandingkan perbedaan antara satu perawi dengan perawi lainnya (misalnya perbedaan antara Qalun dan Warsh), dan (4) Fokus pada “Ushul”. Kitab-kitab beliau menekankan pada “Ushul” (kaidah umum) yang harus dikuasai sebelum masuk ke praktik membaca.
Beberapa judul kitab beliau yang sering menjadi rujukan di Indonesia dan dunia Arab antara lain: Ahsan al-Bayan fi Syarh Thariqah Hafsh bin Sulaiman (Penjelasan mendalam tentang riwayat Hafsh yang paling banyak digunakan di dunia), Rihab al-Quran fi Qiraat al-Imam Nafi’ (Qalun wa Warsh) yang merupakan kitab Panduan qiraat Imam Nafi’, Thariq al-Ihtida’ fi Qiraat al-Imam Abi ‘Amr al-Bashri, dan Misykah al-Anwar fi Qiraat al-Imam al-Kisa’i.
Mengapa Karya Syaikh Taufiq Ibrahim Dhamrah al-Urduni ini penting? Ya, karena dalam konteks Kodifikasi Mushaf Utsmani yang saat ini lagi penulis tekuni penulisan dan penelitiannya, karya Syaikh Taufiq Dhamrah sangat penting karena beliau membuktikan bahwa meskipun Mushaf Utsmani ditulis dengan satu standar (Rasm), ia tetap mengakomodasi berbagai keragaman bacaan (qiraat) yang mutawatir. Beliau menghubungkan standar penulisan Mushaf Utsmani dengan teknis pelafalan yang berbeda-beda tanpa melanggar kaidah penulisan rasm tersebut.
Syaikh Taufiq Ibrahim Dhamrah al-Urduni merupakan sosok mushannif (penulis) yang berjasa dalam mendokumentasikan “Dinamika Bacaan” pasca-kodifikasi Utsmani. Beliau menunjukkan bahwa kodifikasi Utsmani bukan untuk mematikan variasi bacaan, melainkan untuk memberikan wadah legal bagi bacaan-bacaan yang sah secara sanad. Terima kasih, Syukron wa Djazakumullah khair untuk Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Fariqy al-Batawy yang telah menjadi jembatan bagi penulis ke Syaikh Taufiq Ibrahim Dhamrah al-Urduni lewat ijazah khusus Kitab Ushul Qiraat ini.
Semoga catatan singkat ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 13 Desember 2025
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.