Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Nurul Yaqin (20): Berlindung kepada al-Muth’im Ibnu ‘Addi dan Utusan dari Daus

Terjemah Nurul Yaqin (20): Berlindung kepada al-Muth'im Ibnu 'Addi dan Utusan dari Daus

BLOGGURU – Berikut ini lanjutan dari Part 19 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin.

BERLINDUNG KEPADA AL-MUTH’IM IBNU ‘ADDI

Tatkala meninggalkan Thaif menuju Makkah, Rasulullah saw. tidak dapat masuk begitu saja ke kota Makkah karena orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa ia berangkat ke Thaif untuk meminta bantuan penduduknya guna menghadapi mereka.

Rasulullah saw. mengirimkan utusannya kepada Al-Muth’im ibnu’Addi ibnu Naufal ibnu ‘Abdu Manaf, memberitahukan kepadanya bahwa ia akan memasuki kota Makkah di bawah perlindungannya. Al-Muth’im mengabulkan permintaan tersebut, lalu is dan semua anaknya menyandang senjata untuk menyambut kedatangan Rasulullah. Setelah Rasulullah saw. datang, Al-Muth’im mengajaknya ber. thawaf di Ka’bah, memberitahukan kepada orang-orang bahwa Rasulullah saw. berada di dalam perlindungannya.

Di antara kaum mugyrikin ada yang berkata, “Hai Muth’im, apakah engkau sebagai pemberi perlindungan atau sebagai pengikutnya?” Al. Muth’im menjawab, “Aku sebagai pelindungnya.” Mereka berkata, “Kalau memang demikian, maka jaminan engkau tidak akan dilanggar.”

Telah datang kepada Rasulullah saw., yang waktu itu telah berada kembali di kota Makkah, utusan Ath-Thufail ibnu ‘Amr ad-Dausi dari kabilah Daus, keluarga Sahabat Abu Hurairah yang terkenal itu. Ath-Thufail adalah seorang yang dihormati di kalangan kaumnya. Ia seorang yang bijaksana lagi penyair. Tatkala Rasulullah saw. membacakan Al-Quran kepadanya, ia langsung masuk Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Berangkatlah kepada kaum engkau, lalu ajak mereka masuk Islam.” Rasulullah pun mendoakannya: “Ya Allah, berilah petunjuk kepada orangorang Daus.”

Kemudian Ath-Thufail kembali kepada kaumnya dan mengajak mereka masuk Islam. Akhirnya banyak di antara mereka yang masuk Islam berkat dakwah Ath-Thufail ini. Kelak akan datang pula utusan dari mereka kepada Rasulullah saw. untuk yang kedua kalinya, tetapi Rasulullah saw. pada waktu itu telah hijrah ke Madinah, dan Aththufail beserta kaumnya menemui Rasulullah SAW di sana. (*)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Menjadi Ahlul Qur'an
Oleh : Immim pangkep

Menjadi Ahlul Qur’an

0 Komentar

KELUAR