Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengenal Kitab Matan Tuhfatul Athfal dan Ujian Kitabnya

Mengenal Kitab Matan Tuhfatul Athfal dan Ujian Kitabnya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Kitab Matan Tuhfatul Athfal merupakan salah satu kitab dasar yang sangat populer dalam pembelajaran ilmu tajwid, khususnya bagi pemula. Kitab ini ditulis oleh seorang ulama tajwid terkemuka, yaitu Syaikh Sulaiman al-Jamzuri, yang hidup pada abad ke-12 Hijriah dan dikenal melalui karya-karya ringkas namun sistematis dalam bidang qira’at.

Sebagaimana Matan Al-Jazariyah, kitab ini juga disusun dalam bentuk nazham (syair), yang bertujuan memudahkan proses menghafal dan memahami kaidah tajwid. Jumlah baitnya sekitar 61 bait, sehingga relatif lebih singkat dan sederhana, menjadikannya sangat cocok untuk tingkat pemula, terutama santri dan pelajar yang baru mempelajari tajwid.

Fokus utama Tuhfatul Athfal adalah pada hukum-hukum bacaan yang sering ditemui dalam Al-Qur’an, antara lain: Hukum nun sukun dan tanwin (izhār, idgham, iqlab, ikhfa’), Hukum mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi), dan Hukum mad (mad thabi’i, mad wajib, mad jaiz, dan lainnya)

Kitab ini tidak membahas secara mendalam makharijul huruf dan sifat huruf seperti dalam Matan Al-Jazariyah, melainkan lebih menekankan pada praktik bacaan yang langsung digunakan saat membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, Tuhfatul Athfal sering dijadikan sebagai tahapan awal sebelum mempelajari kitab tajwid yang lebih kompleks.

Keistimewaan kitab ini terletak pada: Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Susunan yang sistematis, serta Sangat praktis untuk pembelajaran dasar tajwid. Dalam tradisi pendidikan Islam, Tuhfatul Athfal sering diajarkan dengan metode hafalan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan (syarah) dari guru. Kitab ini juga banyak dijadikan kurikulum awal di pesantren, TPQ, maupun madrasah diniyah.

Dengan demikian, Matan Tuhfatul Athfal dapat dipahami sebagai gerbang awal dalam memahami ilmu tajwid, yang memberikan fondasi kuat bagi pelajar sebelum melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi seperti Matan Al-Jazariyah.

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Mengenal Nadhom Nihayatud Tadrib
Oleh : Immim pangkep

Mengenal Nadhom Nihayatud Tadrib

0 Komentar

KELUAR