
Oleh: Muhammad Farid Wajdi
BLOGGURU – Materi Tajwid pada tulisan ini, tentang Hukum Bacaan Qalqalah dan Hukum Bacaan Tafkhim merupakan pembahasan pertama pada Mapel Al-Qur’an-Hadits untuk Semester 3 Kelas VIII (Kelas 2 SMP/MTs).
Kalkalah atau qalqalah (bahasa Arab: قلقلة, “qalqalat”) adalah bacaan pada huruf-huruf kalkalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf kalkalah ada lima yaitu ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط), dan qaf (ق).
Dalam pengertian yang lebih tegas, Qalqalah yaitu suara huruf yang memantul jika huruf itu mati, matinya karena barisnya mati atau mati karena diwaqafkan. Jika huruf qal-qalah barisnya mati atau dimatikan maka dibacanya suara qalqalah jangan hilang tapi harus terdengar sedikit seperti kita melempar bola, kalau bola itu jatuh bola tidak akan langsung berhenti tapi akan memantul lagi ke atas, suara yang seperti itu disebutnya qalqalah.
Huruf qalqalah ada lima yaitu: ق ط ب ج د, untuk memudahkan menghafalnya, maka dapat disatukan dalam ucapan Qutbujadin atau baju ditoko: قُطبُ جَدٍ
Apa dan bagaimana itu Hukum Bacaan Qalqalah? Hukum Bacaan Qalqalah terdiri dari dua macam, yaitu qalqalah sugra (kecil) dan kubra (besar). Sedangkan Qalqalah Kubro adalah setiap huruf qalqalah yang berada di akhir kalimat karena mendapat wakaf.
Qalqalah Sugra
Sugra artinya kecil, sehingga qalqalah sugra berarti qalqalah kecil. Cara membacanya adalah dengan memantulkan huruf qalqalahnya dengan ringan dan menyambungkannya dengan bacaan setelahnya, sebab qalqalah ini tepat berada di tengah kata.
Dalam pengertian yang lebih tegas, dapat dikatakan bahwa Qalqalah Sugra adalah setiap huruf qalqalah yang mendapat sukun di tengah kata atau kalimat.
Qalqalah Kubra
Kubra artinya besar, Qalqalah Kubra yaitu suara huruf qalqalah yang matinya bukan asli tapi matinya karena diwaqafkan, huruf qalqalah qubra adanya di akhir kalimat serta tidak akan ada qalqalah qubra kalau tidak diwaqafkan.
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits pada SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.