Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Seperti sudah dijelaskan sebelumnya pada bagian pertama dan kedua, bahwa Mahfudzot adalah sejenis kata mutiara, untaian nasehat, kata hikmah atau pepatah dalam Bahasa Arab yang dikutip dari nasihat Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’i tabi’in, para ulama atau bisa pula bersumber dari penyair/sastrawan.
Mahfudzot merupakan sehimpun kalimat hikmah yang bisa dijadikan motivasi dalam belajar dan memaknai kehidupan. Mahfudzot sendiri merupakan istilah yang berasal dari kata hafidza – yahfadzu – hifdzan yang artinya ‘menjaga’ atau ‘sesuatu yang terjaga’ atau dapat pula dimaknai sebagai ‘kalimat yang dihafal.’
Mahfudzot biasanya diajarkan di pesantren dan cukup jarang ditemui dalam pelajaran di sekolah umum maupun madrasah. Jadi, tidak heran masih banyak orang yang tidak mengenali makna mahfudzot ini.
Berikut ini Mahfudzot tentang ilmu dan adab, bagian 3:
لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
Laulal ‘ilmu lakaanan naasu kal bahaa-imi
Artinya:
Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
Man qalla shidquhu qalla shadiiquhu
Artinya:
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
وَمَا اللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
Wa mal ladzzatu illa ba’dat ta’bi
Artinya:
Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
As-Shabru yu’iinu ‘ala kulli ‘amalin
Artinya:
Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
Lan tarji’al ayyamul latii madhat
Artinya:
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
Khairul ashaabi man yadulluka ‘alal khairi
Artinya:
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
Al-ittihaadu asaasun najaahi
Artinya:
Persatuan adalah pangkal keberhasilan.
سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
Salaamatul insaani fii hifzhil lisaani
Artinya:
Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).
لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
Laa tahtaqir man duunaka fa likulli syai-in maziyyatun
Artinya:
Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.
لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
Laa tu-akkhir ‘amalaka ilal ghadi maa taqdiru an ta’malahul yauma
Artinya:
Janganlah mengakhirkan hingga esok hari pekerjaanmu yang kamu dapat mengejakannya pada hari ini.
(***)
Demikian 10 contoh mahfudzot, bagian 3. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.