Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

‘Adad Ma’dud dalam Bahasa Arab (2)

‘Adad Ma’dud dalam Bahasa Arab (2)
Oleh: Muhammad Farid Wajdi*)

BLOGGURU – Apa itu ‘Adad Ma’dud?  Dalam Bahasa Arab, ada aturan ‘Adad Ma’dud, yaitu aturan penghitungan bilangan dan sesuatu yang dihitung. Ditinjau dari segi kata, lafadz العدد secara etimologi berarti hitungan bilangan, sedang المعدود memiliki arti sesuatu yang dihitung.

Pada bagian kedua ini, akan dibahas tentang ‘Adad Ma’thuf (العدد المعطوف)

Bilangan 1 dan 2 di ‘adad ma’thuf  berubah menjadi 21, 22, 31, 32 dan seterusnya hingga 91, 92.

Adapun aturan yang berlaku pada ma’dud bilangan ini adalah: (1) Berupa mufrod, (2) Dibaca nashob, dan (3) Sebagai tamyiz.

Contoh:

Catatan : Jika anda membaca menggunakan HP, putar dalam mode landscape agar tabel dapat terlihat secara keseluruhan

Bilangan

المعدود المذكر

المعدود المؤنث

21

جَاءَ أَحَدَ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًا

رَأَيْتُ أَحَدَ وَعِشْرِيْنَ طَالِبًا

مَرَرْتُ بِأََحَدَ وَعِشْرِيْنَ طَالِبًا

جاَءَتْ اِحْدَي وَعِشْروْنَ طَالِبَةً

رَأَيْتُ اِحْدَي وَعِشْرِيْنَ طَالِبَةً

مَرَرْتُ بِإِحْدَي وَعِشْرِيْنَ طَالِبَةً

22

جَاءَ اثْـنَانِ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًا

رَأَيْتُ اثْنَيْنِ وَعِشْرِيْنَ طَالِبًا

مَرَرْتُ بِاثْـنَيْنِ وَعِشْرِيْنَ طَالِبًا

جَاءَتْ اثْـنَتَانِ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً

رَأَيْتُ اثْنَتَيْنِ وَعِشْرِيْنَ طَالِبَةً

مَرَرْتُ بِاثْنَتَيْنِ وَعِشْرِيْنَ طَالِبَةً

 

Bilangan 3-9

Pada bilangan ini berlaku rumus yang kedua, yakni jenis ‘adad merupakan kebalikan dari jenis ma’dud.

Bilangan 3-9 itu bertempat dalam berbagai عدد  :

عدد مفرد

 

Bilangan 3-9 bertempat dalam  عدد مفرد bilangannya tetap 3-9. Bilangan 10 juga masuk dalam aturan ‘adad ini.

Untuk bilangan ini, I’robnya adad adalah sesuai dengan tarkibnya.

Aturan untuk ‘adad ini adalah:

  1. Jenis ‘adad merupakan kebalikan dari jenis ma’dudnya.
  2. Berhukum mu’rob sesuai dengan tarkibnya
  3. Tanda I’robnya adalah sebagaimana tanda I’rob isim mufrod (rofa’ dengan dlommah, nashob dengan fathah dan jer dengan kasroh)

Sedangkan aturan untuk ma’dudnya adalah sebagai berikut:

  1. Berupa jama’
  2. Dibaca Jer
  3. Ma’dud ditarkib sebagai mudlof ilaih dan ‘adad menjadi mudlofnya

Rumus:

Catatan : Jika anda membaca menggunakan HP, putar dalam mode landscape agar tabel dapat terlihat secara keseluruhan

معدود

عدد

+

–

–

+

Contoh:

Catatan : Jika anda membaca menggunakan HP, putar dalam mode landscape agar tabel dapat terlihat secara keseluruhan

معدود

عدد

أيام (+)

ستة (-)

سنوات (-)

ثلاث (+)

 

المعدود المذكر

المعدود المؤنث

جَاءَ تِسْعَةُ طُلاَّبٍ

رَأَيْتُ تِسْعَةَ طُلاَّبٍ

مَرَرْتُ بِتِسْعَةِ طُلاَّبٍ

جَاءَتْ تِسْعُ طَالِبَاتٍ

رَأَيْتُ تِسْعَ طَالِبَاتٍ

مَرَرْتُ بِتِسْعِ طَالِبَاتٍ

 

Keterangan tambahan

Dalam al-Qur an terdapat ayat:

 

قال تعالى : فصيام ثلاثة أيام فى الحج وسبعة إذا رجعتم

            أى وسبعة أيام

            المعدود محذوف

تلك عشرة كاملة

 أى عشرة ايام

يتربصن بأنفسهن أربعة أشهر وعشرا

أى عشر ليال

 

Pembuangan ma’dud itu bisa diantisipasi dengan melihat ‘adad. Bahasa Arab itu kalau menyebutkan semalam itu artinya sehari semalam.

 

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR