
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Berikut ini beberapa nasehat ulama dalam menjalani kehidupan dunia yang fana’ ini.
Hidup adalah Sebuah Perjalanan
Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menuturkan:
Artinya:
“Sejak manusia dilahirkan, mereka akan memulai perjalanannya. Perjalanan ini tidak ada ujungnya melainkan kepada surga atau neraka. Orang yang memahami hal ini pasti menyadari bahwa safar adalah sesuatu yang penuh kesulitan dan menghadapi paparan risiko berbahaya.” [Sumber: Al-Fawaid, hlm. 165]
Dunia adalah Tempat Berpuasa Orang yang Bertaqwa
Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata:
Artinya:
Sebagian salaf berkata, “Berpuasalah di dunia dan jadikanlah kematian sebagai waktu berbuka.” Seluruh waktu di dunia adalah bulan puasa bagi orang yang bertakwa. Mereka berpuasa di dunia dari syahwat yang diharamkan. Jika kematian telah datang, selesailah puasa mereka, lalu tiba waktunya mereka berhari raya (dengan mendapatkan kenikmatan di akhirat). [Sumber: Latha’iful Ma’arif, hlm. 183]
Saat Mengenal Allah dan Mengetahui Hakikat Dunia
Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
Artinya:
“Barang siapa mengenal Rabb-nya maka ia akan mencintai-Nya. Dan barang siapa mengetahui (hakikat) dunia, maka ia akan zuhud terhadapnya.” [Sumber: Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 314]
Kematian Menghinakan Dunia
Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
Artinya:
“Kematian telah menyingkap hakikat dunia. Karena itu, seorang hamba yang cerdas, ia (kematian) tidak menyisakan kebahagiaan di sana. Tidaklah hati seorang hamba selalu mengingat kematian, melainkan dunia ini akan terasa rendah baginya, serta akan hina segala yang ada di atasnya.” [Sumber: Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 353]
Sikap yang Benar Terhadap Dunia
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
Artinya:
Semoga Allah merahmati suatu kaum yang menganggap dunia yang ada pada mereka sebagai titipan, hingga mereka mengembalikannya kepada Dzat yang mengamanahkannya. Kemudian, mereka dapat beristirahat dengan tenang, tidak ada beban berat. ولقد أدركت أقوامًا كانت الدنيا تتعرَّض لأحدهم، وإنه لمجهود، فيتركها مخافة الساعة Sungguh, aku menjumpai suatu kaum yang dunia datang kepada salah seorang mereka. Dia dipaksa menerimanya. Namun, dia meninggalkannya seperti seseorang yang takut kepada hari kiamat. [Sumber: Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu, hlm. 65]
Fitnah Dunia dan Wanita
Malik bin Dinar rahimahullah berkata:
Artinya:
“Cinta dunia adalah pangkal segala dosa, dan wanita adalah perangkap setan.” [Sumber: Aakamul Marjan, hlm. 165]
Hakikat Syahwat dan Syubhat yang Diikuti Seorang Hamba di Dunia
Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan:
Artinya:
“Hendaklah seorang hamba memperhatikan syahwat dan syubhat (yang dia ikuti saat di dunia) yang menghalanginya untuk tetap berjalan di atas sirathal mustaqim (jalan yang benar). Sungguh, keduanya adalah kalalib (semacam gancu) yang berada di dua tepi jembatan sirath (di akhirat), yang akan mencabiknya dan menghalanginya untuk melintas. Seberapa banyak penghalang tersebut di dunia, sebanyak itu pula di sana (akhirat).” Sebagaimana dalam ayat: وما ربك بظلام للعبيد “Dan tidaklah Tuhanmu zalim terhadap hamba-Nya.” (QS Fushshilat [41]: 42) [Sumber: Madarijus Salikin, hlm. 16]
Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.