
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Meraih Ijazah Sanad Kutub Shalawat dan Sirah Nabawiyah
BLOGGURU – Apa yang harus dikejar dari seorang ulama? Ya, tentu saja keberkahan ilmu agamanya dan keteladanannya dalam kesehariannya sebagai wujud praktek dan keistiqomahan atas pemahaman agamanya. Untuk setiap ilmu dari seorang ulama, harus didapatkan secara sistematis berdasarkan kitab bersanad yang didapatkannya dari gurunya dan selanjutnya diwariskan pula sanadnya kepada muridnya.
Seorang murid harus mendapatkan sanad keilmuan dari gurunya sebagai bukti bahwa transfer keilmuan itu telah terjadi dan silsilah keilmuan itu sudah menurun. Mendapatkan ijazah dari seorang ulama merupakan suatu kehormatan dan proses yang penuh berkah. Ijazah ini menjadi bukti pengakuan atas penguasaan ilmu tertentu dan sekaligus menjadi silsilah keilmuan.
Berikut adalah beberapa langkah umum yang biasanya ditempuh untuk mendapatkan ijazah:
Pertama, Menemukan Guru/Ustadz atau Syaikh yang Kompeten. Caranya: Carilah informasi dimana suatu majelis ilmu diadakan oleh lembaga yang berkompeten dengan pengajar bersanad. Tanyakan kepada orang-orang yang sudah pernah berguru atau kepada para ulama yang Anda kenal. Pastikan guru atau ustadz pengajarnya memiliki sanad yang jelas dan bersambung hingga ke Rasulullah SAW dan Perhatikan reputasinya. Pilih guru yang memiliki reputasi baik dalam bidang ilmu yang ingin dipelajari.
Kedua, Memulai Proses Belajar-Mengajar. Usahakan untuk belajar langsung kepada guru, baik di majelis taklim, halaqah, atau tempat belajar lainnya. Patuhi semua petunjuk dan arahan yang diberikan oleh guru serta Istiqamahlah dalam belajar. Banyak muraja’ah (mengulang-ulang pelajaran) akan mempercepat penguasaan materi.
Ketiga, Menguasai Materi. Jangan hanya menghafal, tetapi pahami makna dan konteks dari setiap materi yang diajarkan. Jika materi yang dipelajari berupa hadits atau ayat Al-Quran, latih hafalan secara teratur, kemudian Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang belum dipahami.
Keempat, Menunjukkan Keseriusan. Hadiri majelis ilmu secara rutin dan tunjukkan keseriusan belajar selama dalam majelis ilmu, Berpartisipasi aktif dalam diskusi dan mengajukan pertanyaan, dan tunjukkan adab yang baik. Hormati guru dan sesama murid.
Kelima, Meminta Ijazah. Pilih waktu yang sesuai untuk meminta ijazah, misalnya setelah selesai mempelajari suatu kitab atau setelah mengikuti ujian. Ungkapkan rasa terima kasih kepada guru dan sampaikan permohonan ijazah dengan penuh hormat.
Keenam, Menyimpan Ijazah dengan Baik. Simpan ijazah di tempat yang aman dan terhindar dari kerusakan serta jaga kebersihannya. Hindari mencoret-coret atau merusak ijazah.
Hal-hal yang Perlu diingat dan diperhatikan adalah bahwa setiap guru memiliki syarat yang berbeda-beda dalam memberikan ijazah dan sanad. Ada guru yang memberikan ijazah setelah murid selesai mempelajari kitab tertentu, ada juga yang memberikan ijazah setelah murid menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang materi. Jika tak diberi ijazah, sementara diri merasa sudah pantas dan layak menerima ijazah maka jangan berkecil hati. Ijazah bukan tujuan akhir. Ijazah hanyalah sebuah sarana untuk menjaga silsilah keilmuan. Tujuan utama belajar adalah untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Pastikan ijazah yang diterima berasal dari guru yang terpercaya dan memiliki sanad yang jelas. Ingatlah bahwa Mendapatkan ijazah dari seorang ulama butuh proses yang panjang dan penuh berkah. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, setiap pelajar dan pembelajar muslim dapat meraih tujuan tersebut. Ingatlah bahwa yang paling penting adalah niat yang tulus untuk mencari ilmu dan mengamalkannya.
Semoga catatan singkat ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.