Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Fikih: Bersuci dari Najis

Fikih: Bersuci dari Najis

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Yang dimaksud Najis disini ialah kotoran yang menjadikan kita tidak suci secara dzahir. Artinya, najis tersebut memiliki bentuk atau sifat yang menempel di anggota badan dan pakaian yang kita gunakan, contohnya seperti darah atau nanah yang terkena ke anggota badan. Darah atau nanah merupakan najis yang memiliki bentuk atau sifat yang dapat menghalangi kesucian kita secara dzahir (ada wujud najisnya).

Sebelum ke cara mensucikan diri dari najis alangkah baiknya jika anda memahami dulu macam-macam dari najis itu sendiri. Najis terbagi menjadi 4 macam : Najis Ma’fu, najis Mukhaffafah, najis Mutawasithah, najis Mughaladzah.

1. Najis Ma’fuNajis ma’fu ialah najis yang dimaafkan. Dalam bahasa sederhana najis ini bisa didefinisikan sebagai najis yang tidak dihukumi seperti najis karena memiliki kadar yang sangat sedikit. Jadi apabila terkena najis ini, kita tidak perlu melakukan aktivitas bersuci.

2. Najis Mukhaffafah

Najis Mukhaffafah adalah najis ringan. Cara mensucikannya adalah cukup mengalirkan air ke najis tersebut.

Contoh : Kencing bayi laki-laki yang masih mengkonsumsi Asi.

3. Najis Mutawasithah

Najis Mutawasithah adalah najis yang memiliki tingkatan sedang. Contoh : Darah, nanah, air seni orang dewasa dll. Cara mensucikan najis ini adalah menyiraminya dengan air sehingga hilanglah 3 sifat najis tersebut, yaitu bau najis, warna najis dan rasa najis.

4. Najis Mughaladzah

Najis Mughaladzah adalah najis yang memiliki tingkatan paling berat. Contoh : Jilatan anjing. Cara mensucikan najis ini adalah dengan menyiraminya dengan air sebanyak 7 kali dan salah satunya di campuri dengan debu atau pasir.

Demikian penjelasan singkat tentang Najis dan Cara Bersuci dari Najis. Semoga bermanfaat adanya. Wallahu a’lam bish-shawab. (*).

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Fikih/Ilmu Fikih, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Pengantar Studi Naskah Sejarah
Oleh : Immim pangkep

Pengantar Studi Naskah Sejarah

0 Komentar

KELUAR