Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Kadar Mencari Dunia dan Akhirat

Kadar Mencari Dunia dan Akhirat

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Teruslah Tilawah Al-Qur’an, Insya Allah sembuh dari Penyakit

BLOGGURU – Ada seorang berkata kepada al-Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullahu, “Berilah aku wasiat.” Beliau berkata, “Berusahalah untuk mencari dunia, sesuai dengan kadar tinggalmu di sana. Dan beramalah untuk akhirat sesuai dengan kadar menetapmu di sana. Wasallam.” [Sumber: Hilyatul Aulia, jilid 7, hlm. 56]

 

 قال رجل لسفيان الثوري رحمه الله: أوصني. قال: اعمل للدنيا بقدر بقائك فيها. وللآخرة بقدر بقائك فيها، والسلام

 

Maka demikianlah kadar mencari dunia dan akherat, yang harus disesuaikan dengan kadar menetap kita di dunia. Orang yang memperhambakan diri untuk mencari kesenangan dunia, maka kadar mencari akheratnya dengan sendirinya tidak dipedulikan dan bahkan dilupakan.

Al-Imam as-Sa’di rahimahullahu berkata:

 

“فرحم الله عبدا اغتنم أيام القوة والشباب وأسرع بالتوبة والإنابة قبل طي الكتاب.”

 

Artinya:

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang memanfaatkan masa-masa kuatnya dan waktu muda, dan bersegera untuk bertaubat serta kembali kepada Allah, sebelum dilipatnya catatan amal (kematian).” [Sumber: al-Fawakih asy-Syahiyyah, hlm. 217]

Al-Imam Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

علامة الزهد في الدنيا وفي الناس أن لا تحب ثناء الناس عليك ولا تبالي بمذممتهم

Artinya:

“Tanda zuhud terhadap dunia dan terhadap manusia adalah egkau tidak menginginkan pujian manusia atasmu, tidak pula peduli dengan celaan mereka.” [Sumber: Hilyatul Aulia, jilid 8, hlm. 90]

Tidak Ada Kehidupan Bagi Orang yang Berpaling dari Allah Ta’ala Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullahu:

 

‏”لا حياة لمن أعرض عن الله واشتغل بغيره، بل حياة البهائم خير من حياته، فإن حياة الإنسان بحياة قلبه وروحه ولا حياة لقلبه إلا بمعرفة فاطره ومحبته وعبادته وحده، والإنابة إليه، والطمأنينة بذكره، والأنس بقربه

 

Artinya:

“Tidak ada kehidupan bagi orang yang berpaling dari Allah dan sibuk dengan selain-Nya. Bahkan kehidupan binatang ternak lebih baik dibandingkan kehidupannya. Maka sesungguhnya kehidupan seorang hamba adalah dengan hidupnya hati dan ruhnya. Dan tidaklah ada kehidupan pada hatinya, kecuali dengan mencintai-Nya dan berbidah kepada-Nya semata, serta kembali kepada-Nya dan merasa tenang dengan berdzikir kepada-Nya, merasa senang dengan dekat kepada-Nya.” [Sumber: ad-Dau wa Dawa’, hlm. 125]

Demikian sedikit catatan dan nasehat dari para ulama ini. Semoga dapat diambil manfaatnya dan menjadi bahan renungan bagi kita semuanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Mengenal Khulafaur Rasyidin
Oleh : Immim pangkep

Mengenal Khulafaur Rasyidin

0 Komentar

KELUAR