Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Kitab Akhlaq lil Banat – Djuz 2 (5)

Kitab Akhlaq lil Banat – Djuz 2 (5)

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 2, yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

16. Apa Kewajibanmu terhadap Gurumu? 

Wahai putri yang santun ! sebagaimana hak kedua orang tuamu terhadapmu yang sangat besar yang telah memelihara tubuh dan menjaga dirimu dari api dunia, begitu pula gurumu. la mempunyai jasa yang besar atas dirimu. Ia telah memeliharamu dari api akhirat. Ia mengarahkan jiwamu, mendidik akhlakmu dan menerangi pikiranmu serta mengajarimu ilmu yang berguna. Wahai putri yang setia! oleh sebab itu engkau wajib mencintai dan menghormatinya, menyenangkan hatinya serta memperlakukannya dengan tata krama-tata krama ini :

1. Hendaklah engkau Ikuti nasihat-nasihat gurumu, patuh akan segala perintah-perintah yang diberikannya bukan lantaran takut hukuman, tapi demi memenuhi kewajiban dengan hati yang ikhlas, sebagaimana orang sakit yang menyerah pada nasihat sang dokter yang mau berbelas kasih.

Engkau terima pelajaran-pelajaran yang diberikan gurumu kepadamu dengan pengertian yang baik, ucapan terima kasih dan perasaan senang. Hendaklah pula engkau bersikap rendah hati terhadapnya, mencari pahala serta kemuliaan dengan jalan berbakti kepadanya, dan selalu merasa bahwa gurumu amat berjasa kepadamu sedang engkau tidak pernah dan tak akan mampu membalasnya, walau bagaimanapun baktimu kepadanya.

Waspadalah dari sikap yang menentangnya, membantahnya atau pun bersikap sombong kepadanya. Dalam hadits dikatakan : “Bukanlah termasuk akhlak orang mukmin sikap mencari muka (mencari pujian) kecuali dalam hal menuntut ilmu.”

Sayyidina Ali karromallahu wajhahu pernah berkata, “Aku adalah budak dari orang yang telah mengajariku satu huruf. Jika mau ia boleh menjualnya, boleh pula membebaskannya dan jika minat ia pun boleh memperbudaknya.”

Adapun sifat sombong dan membangkang, keduanya menyebabkan manusia tidak mendapat ilmu. Sebagaimana kata penyair, “Ilmu itu menerangi pemuda yang sombong sebagaimana banjir membinasakan tanah yang tinggi”.

2. Murid yang sopan dan rendah hati akan mudah mendapatkan ilmu dan memanfaatkannya. Sebaliknya murid yang tidak sopan dan sombong, jika ia mendapat ilmu, maka ia tidak, akan mendapat manfaat darinya baik untuk dirinya maupun bagi orang lain. Bahkan ia bisa membahayakan dirinya menambah kesombongan dan memperburuk prilakunya.

Dalam hadits : “Barangsiapa bertambah ilmunya dan tidak bertambah petunjuk yang diperolehnya, maka ia pun semakin jauh dari Allah.” Di antara nasihat-nasihat para guru adalah engkau berniat menuntut ilmu untuk mendapat ridha Allah dan kemaslahatan negeri akhirat, menghidupkan agama dan : berguna bagi kaum muslimin.

Engkau berniat demikian sebagai rasa syukurmu atas nikmat akal dan kesehatan badan yang telah diberikan. Janganlah engkau bertujuan belajar hanya untuk mendapat “pujian dan kedudukan di mata orang banyak atau untuk mengumpulkan kekayaan, dunia semata.

Dalam hadits diriwayatkan : “Barangsiapa menuntut ilmu untuk menyaingi orang-orang yang bodoh atau untuk menarik perhatian orang lain kepada dirinya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.”

Di antara nasihat-nasihat para guru yang lain ialah engkau harus berusaha sungguh sungguh dalam menuntut ilmu. Engkau hafalkan semua pelajaranmu dan siap mengulanginya di rumah. Janganlah engkau bermalasan karena pemudi yang malas jauh dari kebaikan. Sebagaimana kata penyair, “Tuntutlah ilmu dan jangan malas betapa jauh jarak kebaikan itu dari orang yang malas.”

Janganlah engkau membuang waktu dengan percuma, karena waktu adalah permata berharga yang teramat mahal nilainya, apabila telah lewat, ia tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Hendaklah engkau perhatikan kebersihan semua buku dan alat-alatmu yang lain serta mengaturnya di tempatnya. Hendaklah engkau senantiasa datang ke sekolah setiap hari pada jam yang telah ditentukan dan jangan terlambat, kecuali karena alasan yang benar.

Hendaklah engkau mendengarkan pelajaran-pelajaran yang diberikan gurumu dengan hati yang penuh perhatian supaya engkau dapat memahaminya dengan cepat dan tidak lelahkan para gurumu dengan banyak mengulang. Maka lakukanlah nasihat-nasihat yang berguna ini.

3. Termasuk tata krama terhadap guru adalah engkau berdiri menyambutnya bila engkau sedang duduk, demi menghormati dan mengagungkan kehadirannya. Janganlah engkau duduk dulu hingga ia mengizinkan engkau untuk duduk. Jika beliau sudah mengizinkan maka duduklah engkau dengan sopan. Janganlah engkau mendahuluinya bicara atau memutuskan pembicaraannya atau juga menyuruh dan melarang kepada seseorang di hadapannya.

Apabila engkau tidak memahami suatu masalah, maka termasuk tata krama adalah engkau ajukan kepadanya pertanyaan dengan lembut dan hormat. Pertama kali engkau angkat jarimu dan jangan bicara sebelum ia izinkan engkau bicara.

Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu hal, hendaklah engkau berdiri dan menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang baik. Dan jangan suka mendahului menjawab apabila ia mengajukan pertanyaan kepada orang lain.

4. Hendaklah engkau memberi salam kepada gurumu setiap hari di sekolah dan menjabat tangannya serta menghadapinya dengan wajah yang penuh tersenyum. Hendaklah engkau rajin mengunjunginya di rumahnya, terutama pada saat hari raya atau bila ia terkena sakit dengan tidak lupa menanyakan kesehatannya serta mendo’akan agar ia lekas sembuh. Hendaklah engkau bantu dia untuk memenuhi semua keperluannya dan bermusyawarahlah dengannya mengenai urusan-urusanmu dan lakukan apa yang telah disarankannya kepadamu.

Janganlah engkau memanggil gurumu dengan sebutan namanya, tetapi dengan kata ibu guru. Dan jangan berjalan di depannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Janganlah engkau duduk di tempatnya atau mengambil bukunya tanpa seizinnya dan jangan pula banyak bicara kepadanya maupun menyebarkan rahasianya. Jangan engkau menggunjing seseorang di hadapannya dan jangan katakan kepadanya si fulanah mengatakan berbeda dari perkataan sang guru.

5. Apabila gurumu bertanya kepadamu tentang suatu masalah, sedang engkau tidak memahaminya, janganlah malu untuk berterus terang kepadanya tentang hal yang sebenarnya, supaya engkau tidak berdosa karena berdusta dan tidak dapat memahami masalah itu karena tidak berterus terang.

Janganlah engkau marah bila ia menegurmu, tetapi diam dan gembiralah atas teguran itu, karena ia tidak menegurmu, melainkan karena besar cintanya padamu supaya engkau laksanakan kewajiban-kewajibanmu dan bila engkau sudah besar nanti engkau pun akan merasakan terima kasih atas tegurannya itu.

Termasuk salah besar apabila engkau menyangka bahwa gurumu membencimu dengan lantaran tegurannya kepadamu. Tidaklah akan berburuk sangka kepada guru, kecuali murid yang tak tahu malu dan tak berilmu.

6. Termasuk kesetiaan kepada gurumu apabila engkau tidak melupakan kebaikan dan jasa-jasanya, walaupun engkau telah keluar atau ia yang keluar dari sekolah. Dan termasuk kesetiaan yang lain adalah setelah sang guru meninggal si murid mendo’akan rahmat dan ampunan baginya, engkau bacakan Al-Qur’an dan engkau sedekahkan harta dengan menghadiahkan pahalanya kepada ruhnya, karena pahalanya akan sampai kepada sang guru yang telah meninggal sebagaimana tersebut dalam hadits.

17. Kisah-kisah Nyata 

1. Imam Asy-Syafi’i sangat menghormati gurunya yaitu Imam Malik rahimahullah (semoga Allah merahmati keduanya) hingga ia berkata, “Aku selalu membuka kertas di hadapan Imam Malik dengan sangat hati-hati karena segan kepadanya supaya beliau tidak mendengar suaranya.”

2. Ar-Rabi’ bin Sulaiman sangat menghormati gurunya, Imam Asy-Syafi’i dan berkata, “Demi Allah, aku tidak berani minum air sementara Imam Asy-Syafi’i memandang kepadaku karena aku segan kepadanya.” Demikian pula Imam Syafi’i ia sangat mencintainya. Dan pernah berkata kepadanya , “Wahai Rabi’, andaikata aku mampu memberimu makanan ilmu, niscaya aku beri kamu makanan itu.”

3. Pernah suatu ketika Harun Ar-Rasyid menyerahkan kedua putranya Al-Amin.dan Al-Ma’mun pada seorang guru yang sangat alim yang bernama Al-Kisaa’iy. Pada suatu hari gurunya berdiri untuk keluar dari rumah kedua anak itu. Maka mereka pun berlomba dan saling berebut untuk mengambilkan sandal sang guru dan menyerahkan kepadanya. Kemudian keduanya berdamai dengan masing-masing menyerahkan satu sandal. Mendengar kejadian itu Ar-Rasyid, mengirim orang untuk memanggil Al-Kisaa’iy, lalu Ar-Rasyid bertanya, “Siapa orang yang paling mutia ?” Al-Kisaa’iy menjawab, “Amirul mukminin.”

Ar-Rasyid berkata, “Tidak ! orang yang paling mulia adalah Orang yang anak-anak Amirul mukminin berlomba untuk mengambilkan sandalnya.” Mendengar itu sang guru merasa risi (tidak enak) menyangka dirinya telah bersalah. Dan hendak mencegah kedua anak itu agar tidak berbuat seperti itu lagi. Tetapi Ar-Rasyid berkata, “Seandainya engkau Inencegah mereka, tentulah aku akan menegurmu dengan Keras, karena mereka tidak melakukan sesuatu yang menjatuhkan derajat mereka. Bahkan perbuatan itu menambah kemuliaan mereka. Aku telah menghadiahi. mereka atas tata krama mereka sebanyak 20.000 dinar dan bagimu kuberikan 10.000 dirham atas pendidikanmu yang baik terhadap mereka.” .

4. Diceritakan bahwa Harun Ar-Rasyid mengutus salah seorang anaknya kepada Al-Ashma’iy untuk mengajarinya ilmu dan tata krama.

Pada suatu hari sang khalifah melihat Al-Ashma’iy berwudhu dan membasuh kakinya sementara putra khalifah menuangkan air di atas kakinya. Maka khalifah menegur AlAshma’iy atas perbuatan itu dengan perkataannya : “Sesungguhnya aku mengutusnya kepadamu supaya engkau mengajari dan mendidiknya. Tetapi kenapa engkau tidak menyuruhnya menuangkan air dengan salah satu tangannya dan tangan yang lain untuk membasuh kakimu ?”

18. Apa Kewajibanmu terhadap Teman-temanmu? 

Engkau wajib memperhatikan tata krama persahabatan dengan semua murid yang belajar di satu sekolah denganmu, . terutama murid-murid sekelas denganmu, sebab ikatan belajat dapat mempersatukan engkau dengan mereka. Karenanya mereka mempunyai hak-hak yang melebihi teman-temanmu lainnya. Maka laksanakanlah tata krama-tata krame sebagai berikut :

1. Hendaklah engkau hormati mereka yang lebih tua darimu dan engkau sayangi mereka yang lebih muda darimu. Hendaklah engkau saling membantu dengan mereka dalam usaha menjaga ketertiban dan ketenangan pada saat jam belajar atau pada waktu istirahat. Usahakan umtuk menyenangkan hati sang guru sedapat mungkin. Dengan cara menunaikan kewajiban-kewajiban seperti menghafal semua pelajaran, giat dalam menuntut ilmu, menyediakan semua kitab dan buku tulis serta semua alat-alat belajar, dan memelihara keselamatannya dari bahaya kerusakan dengan cara menjaga kebersihannya dari kotoran, serta hadir setiap hari ke sekolah dengan teratur sebelum waktu belajar dimulai.

Hendaklah engkau atau salah seorang diantara temanmu bisa menggantikan tugas guru pada saat sang guru berhalangan hadir jika hal itu memungkinkan, agar pelajaran tidak terhenti dan suasana kelas tidak kacau. Tentu saja gurumu akan gembira sekali bila engkau dapat memelihara ketertiban kelas.

2. Termasuk tata krama pula adalah apabila engkau menyukai kebaikan teman-temanmu sebagaimana engkau menyukainya untuk dirimu sendiri. Sebagaimana dalam hadits : “Tidaklah beriman (sempurna) seseorang dari kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

3. Hendaklah engkau berlapang dada dengan mereka dalam segala urusan, memperlakukan mereka dengan lemah lembut dan menghadapi mereka dengan wajah cerah dan murah senyum.

Engkau bantu mereka untuk mendapatkan kebutuhankebutuhan mereka dan engkau jaga hal-hal yang dapat menimbulkan pertikaian dan kebencian. Maka janganlah kikir kepada mereka bila mereka meminjam sesuatu darimu dan jangan bersikap sombong terhadap mereka, apalagi mendengki mereka, mendustai mereka atau bahkan’ mengadu domba di antara mereka.

Janganlah engkay menyempitkan tempat-tempat duduk mereka, merusakkan alat-alat mereka atau menyembunyikan sebagiannya. Begitu pula engkau berburuk sangka kepada mereka, menakut-nakuti mereka, gembira atas musibah yang menimpa mereka, berdebat dengan mereka secara tidak sopan dan menimbulkan kejengkelan hati, banyak bergurau dengan mereka bukan pada tempatnya atau pun memalingkan mukamu dari mereka. Semua perbuatan tersebut sangat dilarang, karena dapat menimbulkan pertengkaran dan dendam, pemutusan hubungan dan permusuhan.

4. Allah Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)” (Lukman : 18). Juga dalam hadits-hadits disebutkan : “Penyakit mana pula yang lebih berbahaya dari sifat kikir.”

“Janganlah kamu bersikap sombong, karena kesombongan itu yang menyebabkan iblis tidak mau sujud kepada Adam.”

“Janganlah kamu bersifat dengki,. sebab salah seorang putra Adam membunuh saudaranya akibat rasa dengki.”

“Sifat dengki adalah sumber segala dosa.”

“Janganlah kamu suka berdusta, sesungguhnya berdusta itu menjauhkan diri dari iman.”

“Janganlah kamu menaruh prasangka karena prasangka adalah perkataan yang paling menipu.”

“Sejahat-jahat kamu adalah orang-orang yang setiap kali berjalan ia mengadu domba dan memecah belah di antara para kekasih.”

“Janganlah kamu menakut-nakuti orang muslim, karena menakut-nakuti mereka adalah kedzaliman besar.”

“Barangsiapa memandang kepada seorang muslim dengan pandangan yang menimbulkan ketakutan yang tidak pada tempatnya, maka Allah akan membuatnya takut pada hari kiamat.”

“Barangsiapa mengganggu seorang muslim, maka ia pun telah mengganggu aku (Nabi Muhammad). Dan siapa yang mengganggu aku, berarti ia pun telah mengganggu Allah.”

“Janganlah engkau mendebat saudaramu, janganlah bergurau dengannya dan jangan menjanjikan sesuatu, lalu engkau mengingkarinya.”

“Janganlah engkau menampakkan kegembiraan atas musibah yang menimpa saudaramu sehingga Allah mengasihinya dan berbalik menimpakan cobaan atas dirimu.”

5. Termasuk juga tata krama apabila engkau do’akan mereka di saat mereka tidak hadir. Dalam hadits disebutkan : “Do’a seorang muslim bagi saudaranya yang tidak hadir adalah mustajab. Di dekat kepalanya berdiri malaikat yang bertugas. Setiap kali ia medo’akan kebaikan bagi saudaranya, berkatalah malaikat yang ditugaskan untuknya : Amin, dan engkau mendapat balasan serupa.”

Hendaklah engkau menerima alasan mereka bila mereka mengemukakan alasan kepadamu atas kekeliruan mereka. Dan mendamaikan di antara mereka bila terjadi perselisihan. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu” (Al-Hujuraat : 10).

Hendaklah engkau berlomba dengan teman-temanmu dalam menghafal pelajaran dan memahami masalah-masalah demi mengamalkan firman Allah Ta’ala : “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang-orang berlomba-lomba” (Al-Muthaffifin : 26).

Hendaklah pula engkau menolong teman-temanmu yang lemah dalam belajarnya dan jangan engkau membanggakan diri terhadap mereka, karena lebih mudah menghafal dan cepat mengerti. Hendaklah engkau adakan pembahasan Ilmiah dengan mereka pada waktu senggang (luang), karena semua itu bisa menyenangkan hati gurumu. Termasuk tata krama lainnya ialah, jangan engkau marah kepada temanmu bila ia tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru kepadanya dan jangan pula mengejeknya. Namun patutlah engkau mendengarkan jawaban guru supaya bertambah pemahamanmu tentang masalah itu dan guru serta teman-temanmu ikut senang terhadap perkembanganmu.

6. Apabila engkau kerjakan tata krama-tata krama ini terhadap semua teman-temanmu, maka tidaklah diragukan bahwa mereka akan mencintai dan menghormatimu serta berusaha menolongmu, melindungi dari bahaya yang mengancammu.

Mereka menganggapmu benar-benar sebagai teman setia mereka. Mereka senang karena berteman denganmu dan engkau pun bahagia karena berteman dengan mereka. Sebaliknya apabila engkau tinggalkan tata krama-tata krama ini, maka mereka akan menjadi musuhmu “dan tidak suka berjumpa denganmu. Maka engkau pun akan sendirian di antara mereka dan kesepian bagaikan burung yang patah sayapnya.

7. Wahai murid yang santun ! apabila engkau dapati di | antara teman-temanmu seorang murid yang nakal, suka membangkang terhadap perintah guru-gurunya dan tidak menunaikan kewajiban-kewajibannya, maka hendaklah engkau menjauhinya supaya wataknya yang jahat tidak menular kepadamu sehingga menjadikan engkau seperti dia.

Sungguh benar seorang penyair yang telah berkata, “Sesungguhnya tabiat itu mecuri tabiat dan barang siapa berteman dengan orang jahat, ia pun akan tertular. Orang-orang akan mengenal baik dan jahatnya engkau dengan hanya melihat temanmu. Dalam hadits dikatakan, “Hindarilah teman yang buruk, karena dengannya engkau dapat dikenal.”

Seorang penyair berkata, “Janganlah engkau bertanya akan seseorang tetapi tanyailah tentang temannya. Setiap orang itu akan meniru sifat orang yang menjadi temannya.

8. Apabila engkau telah keluar dari sekolah, maka termasuk hak-hak persahabatan adalah jangan engkau melupakan teman-temanmu. Akan tetapi patutlah engkau pelihara ikatan-ikatan persahabatan itu dan mengingat kembali hari-hari ketika masih menjadi murid. Engkau utamakan mereka di antara teman-temanmu lainnya dengan menambah kebajikan, kebaikan dan penghormatan.

Demikianlah seharusnya kesetiaan yang dilakukan oleh kaum yang mulia.

 

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Terjemah Jawahirul Kalamiyah – 3
Oleh : Immim pangkep

Terjemah Jawahirul Kalamiyah – 3

0 Komentar

KELUAR