
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Nazham ini merupakan ringkasan sirah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari lahir hingga wafat, berisi 100 bait Mandzhumah Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah:
bait ke 21, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Mereka menjadikan beliau (Rasulullah) yang menghukumi dan mereka ridha terhadap apa yang beliau telah hukumi pada permasalahan peletakan Hajar Aswad itu di sana (pada tempatnya)”. 《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-22, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Setelah beliau berusia empat puluh tahun, beliau diutus (sebagai Rasul) pada hari senin secara pasti dan yaqin maka sampaikanlah “.《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-23, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Pada bulan Ramadhan atau Rabi’ul Awal (surat yang pertama kali turun), Dan surat yang pertama kali turun adalah surat iqra’ (lima ayat dari surat Al-‘Alaq) “. 《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah , bait : 23》.
Catatan : Pendapat yang mengatakan surat yang pertama kali turun pada bulan Rabi’ul Awal perlu dikaji ulang , mungkin ini diqiyaskan kepada bulan lahirnya dan bulan wafatnya , Wallahu a’lam bish shawab.
bait ke-24, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Kemudian wudhu dan shalat , Malaikat Jibril yang mengajarkannya kepada beliau (Rasulullah pada awal diutusnya) , dan shalat tersebut berjumlah dua rakaat yang telah ditetapkan (sebelum isra mi’raj) “.《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-25, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Kemudian, setelah berlalu dua puluh hari yang menyempurnakannya (sejak diutusnya nabi sebagai Rasul), maka bintang-bintang (meteor) yang mengerikan itu melempari jin (yang mencuri berita dan informasi dari langit)”.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
Catatan : kejadian ini terjadi setelah nabi diutus dan tidak diketahui dalil secara pasti kejadian ini terjadi pada 20 hari dari diutusnya nabi, wallahu a’lam bish shawāb.
bait ke-26, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Kemudian pada tahun keempat (sejak diutusnya) Rasulullah berdakwah secara terang-terangan kepada agama islam “.《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-27, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Empat orang wanita dan dua belas laki-laki dari kalangan sahabat (nabi) , semuanya telah berhijrah (ke Negeri Habasyah pada hijrah yang pertama)”. 《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-28, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“(Beberapa para sahabat nabi hijrah) Ke negeri Habasyah pada tahun kelima (dari diutusnya nabi), Dan pada pula mereka kembali (ke Makkah), kemudian mereka kembali lagi (ke Habasyah) , tidak ada cercaan (padanya)”.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-29, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Mereka (orang-orang yang berangkat hijrah kedua) ada delapan puluh tiga laki-laki dan bersama mereka ada sekelompok (wanita) hingga sempurna”.《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-30, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Jumlah kaum wanita ada delapan belas (yang berangkat hijrah kedua ke negeri Habasyah), Kemudian Hamzah Al-Asad masuk islam pada tahun keenam (dari kenabian)”. 《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah , bait : 30》
(Bersambung ….. )